| Kalo kamu rajin baca buku-buku tentang sejarah perkembangan Islam. Insya Allah,
kamu akan mendapatkan kalo Islam tuh hebat banget di masa lalu. Jempolan di
saat Eropa dan negara lainnya terbelakang. Bener. Coba deh baca. Kita menyarankan
agar kamu rajin datengin perpustakaan sekolah atau perpusatkaan umum. Kalo bosen
bisa juga jalan-jalan ke toko buku setempat. Baca sepuasnya, walau kudu ngumpet
takut kena tegor penjaga toko. Tapi tentunya yang dibaca adalah buku yang ada
kaitannya dengan sejarah perkembangan Islam. Coba ya…
Sobat muda muslim, kayaknya banyak dari kita-kita yang nggak ngeh dengan sejarah
Islam yang gemilang banget. Abis kita kebanyakan baca buku-buku yang sebetulnya
nggak terlalu berpengaruh besar buat pengetahuan Islam kita. Informasi yang
kita dapatkan lebih benyak berita seputar kaum seleb. Sampe obrolan di antara
kita pun nggak jauh dari urusan gosip selebritis, sinetron, film, musik, dan
seabrek info sejenis. Akibatnya kita jadi males mikir yang berat-berat. Kayaknya,
otak kita jadi turun ke dengkul. Karena nggak pernah dipake mikir serius dan
bermanfaat.
Nah, ngomong-ngomong soal kejayaan Islam, kita patut bersyukur. Karena kita
ditakdirkan oleh Allah Swt. untuk menjadi seorang muslim. Islam itu hebat lho.
Mampu memimpin dunia ini selama 14 abad tanpa henti. Sejak Rasulullah saw. memimpin
dunia ini, sistem kehidupan Islam baru ambruk tahun 1924. Dihancurkan oleh Musthafa
Kamal at-Taturk yang keturunan Yahudi itu bekerjasama dengan Inggris.
Peradaban lain nih, nggak level deh. Sosialisme, termasuk Komunisme cuma bisa
bertahan sekitar 70-an tahun. 1917 Revolusi Bolshevic, awal tahun 90-an ambruk.
Sampe-sampe grup rock sekaliber Scorpion bikin lagu Wind of Change
yang ngetop itu. Mungkin sebagai bentuk “syukuran” kali ye? ?
Termasuk yang lagi sekarat sekarang ini adalah kapitalisme. Meski tampak sehat,
tapi sistem kehidupan yang mengatur kita saat ini udah keropos dan udah siap–siap
akan istirahat dengan tenang. Kita siapin aja kuburannya. Itu sebabnya, kita
songsong kebangkitan Islam. Kita sambut dengan hangat. Insya Allah, Islam akan
menghancurkan semua ideologi buatan manusia yang udah bikin sengsara dalam kehidupan
ini.
Sobat muda muslim, bicara tentang masa lalu Islam, adalah sesuatu yang terindah.
Orang Barat yang berpikir obyektif bakalan muji-muji Islam lho. Betapa hebatnya
al-Quran yang bisa membimbing manusia menjadi mulia.
“Tetapi hendaklah diingat, bahwa Quran memegang peranan yang lebih besar
terhadap kaum muslimin daripada Bibel dalam agama Kristen; ia bukan saja kitab
suci dari kepercayaan mereka, tetapi juga merupakan text-book dari upacara agamanya
dan prinsip-prinsip hukum kemasyarakatan…Demikianlah, setelah melintasi
masa selama 13 abad Quran tetap merupakan kitab suci bagi seluruh Turki, Iran,
dan hampir seperempat penduduk India. Sungguh, sebuah kitab seperti ini patut
dibaca secara meluas di Barat, terutama di masa kini…” (E. Denisen
Ross, seperti dikutip dalam buku Kekaguman Dunia Terhadap Islam)
Coba, orang Barat aja mengagumi al-Quran, masak kita males-malesan hanya untuk
sekadar baca? Padahal, di dalamnya terkandung banyak pelajaran, termasuk menuntun
kita untuk bisa menjadi yang terbaik dengan ilmu pengetahuan. Bener lho.
Itu sebabnya, W.E. Hocking berkomentar, “Oleh karena
itu, saya merasa benar dalam penegasan saya, bahwa Quran mengandung banyak prinsip
yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya sendiri. Sesunguhnya dapat dikatakan, bahwa
hingga pertengahan abad ke tigabelas, Islam-lah pembawa segala apa yang tumbuh
yang dapat dibanggakan oleh dunia Barat.” (The Spirit of World Politics,
1932, hlm. 461)
Sobat muda muslim, barangkali kitanya yang jarang bersentuhan dengan al-Quran
dan juga Islam, hingga kita nggak menyadari kalo kita adalah umat yang mulia
dan berhasil memberikan pencerahan kepada umat lain.
Sumbangan Islam
Kita kudu bersyukur bahwa Islam amat disegani sekaligus dipuji di seluruh dunia.
Sampe-sampe Prof. G. Margoliouth dalam De Karacht van den Islam
menuliskan, “Penyelidikan telah menunjukkan, bahwa yang diketahui oleh
sarjana-sarjana Eropa tentang falsafah, astronomi, ilmu pasti, dan ilmu pengetahuan
semacam itu, selama beberapa abad sebelum Renaissance, secara garis besar datang
dari buku-buku Latin yang berasal dari bahasa Arab, dan Quran-lah yang, walaupun
tidak secara langsung, memberikan dorongan pertama untuk studi-studi itu di
antara orang-orang Arab dan kawan-kawan mereka”
“Selama lima ratus tahun Islam menguasai dunia dengan kekuatannya, ilmu
pengetahuan, dan peradabannya yang tinggi,” komentar Jacques C. Reister.
Sobat muda muslim, kekaguman dunia terhadap Islam, bukanlah basa-basi. Buktinya,
Islam telah melahirkan begitu banyak ilmuwan yang memberi jalan kepada penduduk
dunia untuk bisa menjadi yang terbaik. Dari segala bidang lagi. Dari akidah,
syariah, sampe iptek.
Di bidang iptek khususnya, udah nggak keitung sumbangannya. Pernah dengar nama
al-Khawarizmi? Nah, inilah penemu salah satu cabang ilmu matematika,
Algoritma. Diambil dari namanya, al-Khawarizmi. Nama lengkapnya Abu Abdullah
Muhammad Ibn Musa al-Khwarizmi (770-840) lahir di Khwarizm (Kheva), kota di
selatan sungai Oxus (sekarang Uzbekistan) tahun 770 masehi. Pengaruhnya dalam
perkembangan matematika, astronomi dan geografi tidak diragukan lagi dalam catatan
sejarah. Pendekatan yang dipakainya menggunakan pendekatan sistematis dan logis.
Beberapa bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa latin pada awal abad ke-12,
oleh dua orang penerjemah terkemuka yaitu Adelard Bath dan Gerard Cremona. Risalah-risalah
aritmatikanya, seperti Kitab al-Jam'a wal-Tafreeq bil Hisab al-Hindi, Algebra,
Al-Maqala fi Hisab-al Jabr wa-al-Muqabilah, hanya dikenal dari translasi berbahasa
latin. Buku-buku itu terus dipakai hingga abad ke-16 sebagai buku pegangan dasar
oleh universitas-universitas di Eropa. Buku geografinya berjudul Kitab Surat-al-Ard
yang memuat peta-peta dunia pun telah diterjemahkan kedalam bahasa Inggris.
Selain beliau, masih ada nama yang patut disebut sebagai penyumbang untuk dunia.
Hmm.. bagi kamu yang udah ngelotok ngapalin nama-nama ilmuwan Kimia dari Barat,
kayaknya kudu malu deh. Sebab, ada masternya yang diakui oleh dunia. Dialah
Jabir Ibn Hayyan.
Ide-ide eksperimen Jabir sekarang lebih dikenal sebagai dasar untuk mengklasifikasikan
unsur-unsur kimia, utamanya pada bahan metal, non-metal, dan penguraian zat
kimia.
Di abad pertengahan karya-karya beliau di bidang ilmu kimia--termasuk kitabnya
yang masyhur Kitab al-Kimya dan Kitab al-Sab'een, sudah banyak diterjemahkan
ke dalam bahasa latin. Terjemahan Kitab al-Kimya bahkan telah diterbitkan oleh
orang Inggris bernama Robert Chester tahun 1444, dengan judul The Book of the
Composition of Alchemy. Buku kedua (Kitab as-Sab'een), diterjemahkan juga oleh
Gerard Cremona. Lalu tak ketinggalan Berthelot pun menerjemahkan beberapa buku
Jabir, yang di antaranya dikenal dengan judul Book of Kingdom, Book of the Balances,
dan Book of Eastern Mercury.
Kamu suka mainin bola dunia, alias globe? Nah, inilah orang yang berhasil membuatnya
pertama kali. Namanya al-Idrisi, orang Barat menyebutnya Dreses. Al-Idris (1099-1166)
dikenal oleh orang-orang Barat sebagai seorang ahli geografi, yang telah membuat
bola dunia dari bahan perak seberat 400 kilogram untuk Raja Roger II dari Sicilia.
Globe buatan al-Idrisi ini secara cermat memuat pula ketujuh benua dengan rute
perdagangannya, danau-danau dan sungai, kota-kota besar, dataran serta pegunungan.
Beliau memasukkan pula beberapa informasi tentang jarak, panjang dan ketinggian
secara tepat. Bola dunianya itu, oleh Idris sengaja dilengkapi pula dengan Kitab
al-Rujari (Roger's Book).
Sobat muda muslim, kagum ya? Tenang, masih ada ilmuwan lainnya yang kudu kamu
ketahui. Nashiruddin ath-Thusi, beliau adalah masternya ilmu astronomi dan perbintangan.
Ibnu al-Haytsam jagoannya ilmu alam dan ilmu pasti. Beliau menulis buku berjudul
al-Manazir yang berisi tentang ilmu optik. Buku ini diterjemahkan ke dalam bahasa
latin oleh Frederick Reysnar, dan diterbitkan di kota Pazel, Swiss pada tahun
1572 dengan judul Opticae Thesaurus.
Kamu perlu juga berkenalan dengan Ibnu Rusyd, beliau adalah filosof, dokter,
dan ahli fikih Andalusia. Bukunya yang terpenting dalam bidang kedokteran ialah
al-Kulliyat yang berisi kajian ilmiah pertama kali mengenai tugas jaringan-jaringan
dalam kelopak mata. Masih di bidang kedokteran, ada nama yang kayaknya kamu
juga udah pernah denger, dialah Ibnu Sina, orang Eropa menyebutnya Avicena.
Beliau adalah pakar kedokteran. Meninggalkan sekitar 267 buku. Al-Qanun fi al-Thibb
adalah bukunya yang terkenal di bidang kedokteran.
Islam juga punya ahli geografi ulung yang bernama Muhammad bin Ahmad al-Maqdisi.
Bukunya, Ahsan at-Taqasim merupakan buku geografi yang nilai sastra Arabnya
paling tinggi. Buku tersebut menguraikan tentang semenanjung Arabia, Irak, Syam,
Mesir, Maroko, Khurasan, Armenia, Azerbaijan, Chozistan, Persia, dan Karman.
Kemudian ada al-Kindi, beliau adalah simbol kedigdayaan ilmuwan muslim. Jempolan
dalam ilmu fisika dan filsafat. Beliau bahkan mewariskan sekitar 256 jilid buku.
15 buku di antaranya khusus mengenai meteorologi, anemologi, udara (iklim),
kelautan, mata, dan cahaya. Dan dua buah buku mengenai musik. Muhammad, Ahmad,
dan Hasan—tiga keturunan Musa Ibnu Syakir, menyumbangkan ilmu teknik pengairan
dan matematika. Dan mengenai dunia sejarah, filsafat, dan sosiologi, kudu mengakui
sang maestro, Ibnu Khaldun.
Sobat, kalo mau dirinci lagi, wah, kayaknya nggak cukup deh empat halaman buletin
ini untuk menuliskan daftar nama ilmuwan muslim yang udah banyak jasanya untuk
dunia ini.
Dunia memang pantas berhutang kepada Islam dan kaum muslimin, yang telah memberikan
jalan untuk meraih kebangkitan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Amat wajar dong kalo ilmuwan sekelas Emmanuel Deutch berkomentar, “Semua
ini memberi kesempatan bagi kami (bangsa Barat) untuk mencapai kebangkitan (renaissance)
dalam ilmu pengetahuan modern. Oleh karena itu, sewajarnyalah jika kami selalu
mencucurkan airmata manakala kami teringat saat-saat terakhir jatuhnya Granada.”
Granada adalah benteng terakhir kaum muslimin di Andalusia yang jatuh ke tangan
bangsa Eropa yang kafir.
Sobat muda muslim, orang lain di luar Islam saja mengagumi agama kita, masak
kita anteng-anteng aja, bahkan nggak kenal Islam dan kejayaannya. Malu dong.
Iya nggak?
Memang sih, nggak salah-salah amat kita-kita jadi begini. Sebab, Barat udah
berhasil memisahkan Islam dari kehidupan kita. Akibatnya, kita jauh banget dengan
Islam. Ironinya, banyak di antara kita yang malah mengamalkan ajaran Barat yang
kufur. Buwahaya!
Jadi, mulailah belajar tentang Islam. Kalo males? Wah, kayaknya apa yang disampaikan
Imam as-Syafi’i patut kita renungkan, “Barangsiapa tidak memanfaatkan
masa mudanya untuk menuntut ilmu, maka bertakbirlah empat kali untuknya sebagai
tanda kematiannya.”
Nah lho. Jadi, kita ngaji yuk!?
_______________________________________
Edisi 113/Tahun ke-3 (2 September 2002)
Untuk berlangganan Offline kirim email ke studia@dudung.net
Atau telpon ke 08129565470 ( Oleh Sholihin )
Milis : buletin-studia@yahoogroups.com
|