Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
''Wahai para sahabat-sahabatku, maukah aku beri tahukan kepada kalian suatu bentuk amal yang paling baik, paling diridlai Tuhan kalian, paling tinggi nilainya, paling baik dibanding ketika kalian memberikan emas atau perak kepada orang lain, dan paling baik ketimbang ketika kalian bertemu dengan musuh-musuh kalian dalam perang yang konsekuensinya membunuh atau terbunuh musuh?'' Dengan serentak, para sahabat menjawab, ''Baik ya Rasulullah.'' Setelah diam sebentar, Nabi SAW berkata, ''Dzikrullah (mengingat Allah)''. (HR Ibnu Majah dari Abu al-Darda)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Artikel Bebas
21 April 2005 - 10:38
Ku Temukan Engkau Meisya       
 

Hari kejadian itu, aku lihat teks berjalan di televisi yang sepintas aku abaikan. Tapi tak lama, ku terhenyak ketika membaca kembali gempa yang menerjang kotamu 9,2 skalarichter. Walaupun galau, aku masih merasa tenang ketika yang mereka beritakan hanya Banda Aceh, jauh dari rumahmu.

Sms ku hanya laporkan “pending” samapai minggu malam. Setiap telefon ku jadi sia-sia terjawab “veronica”. Apa yang terjadi di kotamu? Pikirku waktu itu. Baru senin pagi (27 Desember 2004) aku lihat dilayar kaca dahsyatnya bencana dikotamu. Apalagi ternyata bukan hanya lempengan bumi menggeliat yang hancurkan kotamu, tapi juga liukan gelombang tsunami. “Astagfirulloh Meisya…!” kalimat itu yang spontan aku ucapkan (aku lirik Meisya ku dan dia pun tersenyum, lalu kukecup lagi keningnya).

Kamu tahu sayang, senin pagi itu juga aku keluar kantor tanpa pedulikan managerku yang galak itu ( sekilas Meisya tersenyum lagi). Aku pesan tiket ke kotamu, kalau tidak ada Ibrahim yang kerja di maskapai itu, mungkin aku juga susah mendapat tiket, Meisya.

Tiba di Iskandar Muda. Aku hanya beristigfar, bertasbih, aku tak tahu haru bagaimana Meisya. Aku lihat banyak sekali orang dengan lumpur menyumbat pori-porinya, dengan kain yang tak pantas lagi disebut baju. Aku juga lihat ratusan mayat yang tak sempat ditutupi apapun. Aku bertanya cara menuju ke daerahmu kepada seorang Brimob yang kebetulan lewat. Tapi dia hanya menjawab “Meulaboh masih terendam air laut”. Aku tertunduk lemas sayang.

Tak ada jalan lain, aku hanya terpenjara di Iskandar Muda. Sampai akhirnya, Brimob yang dulu sempat aku tanya itu mengajakku ke daerahmu. Sepanjang jalan, mataku menjadi hangat karena linangan air bening yang tak berhenti mengalir. Ketika samapi ke tempat yang mereka sebut Meulaboh, aku hanya terpaku Meisya. Aku tak lihat kota disana. Aku jadi lupa lagi dimana rumahmu, karena semua sama rongsokan, kayu, lumpur, mayat.

Aku tertunduk lemas setelah membalikkan limapuluhan mayat yang mungkin saja……tidak….tidak…. aku selalu menepis pikiran itu (Meisya tersenyum lagi). Tiba-tiba aku ingat pertama kali kita betemu 2 tahun yang lalu waktu aku tugas ke kotamu. Di Mesjid Meulaboh, ketika aku mengambil wudhu, sayup-sayup ku dengar merdunya lantunan ayat-ayat Nya. Ternyata dari gadis cantik yang aku peluk sekarang (ku kecup lagi keningnya, dia masih tersipu manis). Aku juga mendadak ingat sms yang sering kau kirim, “Bang, aku sekarang di Masjid waktu kita bertemu, waktu kita menikah. Kalau aku kangen, aku selalu kesini dan berdoa untukmu”.

Aku semakin yakin kau berada disana. Dengan susah payah aku kesana. Disana tak ada satu orang pun. Hanya bergeletakkan mayat yang bermandikan lumpur.

Sekilas aku lihat cicncin pernikahan kita. Dan…….ASTAGFIRULLOHALADZIM…… YA ALLOH…… Inalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun….. Meisya….. Aku temukan kau…..

Sampai saat ini kau masih dalam dekapanku tanpa bicara sepatah kata pun. Tanpa memandangku dengan mesra lagi. Hanya senyuman yang masih saja kau kulum. Mungkin kau bahagia ketika malaikat datang mengabarkan surga untukmu.

Meisya sayang… kita bertemu lagi ditempat pertama kau tersenyum. Sekarang pun kau masih tersenyum memenuhi panggilan Kekasih kita.

Walaupun getir, aku tetap bersyukur menemukanmu, ditengah orang yang mencari keluarga yang jasadnya pun tak mereka temukan. Alhamdulillah, aku temukan engkau Meisya. Semoga Alloh memberikanmu kebahagiaan hakiki disana. Semoga kau akan tetap tersenyum dalam rangkulan kasih sayang Nya. Semoga Alloh akan mempertemukan kita di alam sana dalam kebahagiaan abadi.

Dedicated: orang-orang yang telah kehilangan kekasih, keluarga tercinta dalam Gempa & Tsunami NAD, berdoa dan yakinlah, Alloh swt akan membahagiakan mereka, mereka pasti sekarang tersenyum seperti Meisya.

30 Desember 2004
herliyani@plasa.com

 
 
(Dibaca: 15671 kali | Dikirim: 29 kali | Print: 255 kali | Nilai: 8.88/8 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2014, Dudung Abdussomad Toha