Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Sahabat itu adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyum sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir, dan mengalungkan butir2 mutiara doa pada dada mu
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Artikel Bebas
29 Oktober 2001 - 18:47
Mimpi Melawan Amerika Serikat       
 

MELAWAN Amerika Serikat.Caranya, dengan memboikot semua produk dari negara adidaya itu. Itulah semangat yang kini sedang menggelora di sebagian bangsa ini. Sebuah kehendak yang emosional dan naif, tetapi sekaligus juga patriotik. Sebuah semangat yang tidak tahu diri, tapi sekaligus sebuah cara ampuh membangun harga diri.

Jadi, tidak ada yang aneh dengan kehendak itu. Meskipun untuk bahan makanan yang paling tradisional sekalipun seperti tahu dan tempe, misalnya, kita masih amat bergantung pada negeri itu. Terigu juga! Belum lagi suku cadang peralatan militer.

Kalau mau konsekuen, kita juga harus enyahkan permainan bola basket, yang kini sedang menjadi budaya anak-anak muda kota. Ucapkan juga selamat berpisah pada produk Coca-Cola, yang kini bukan lagi sekadar minuman, melainkan sudah menjadi gaya hidup kaum muda. Ucapkan pula selamat tinggal pada musik rock dan jazz.

Semangat `melawan` negeri superpower itu adalah sebuah keberanian yang luar biasa. Sesuatu yang tak pernah terlintas ketika zaman normal sekalipun. Kini kita menyatakan perlawanan terhadap negara adikuasa itu justru ketika kita menderita panjang karena krisis.

Sudah benar, kita memulainya dengan sebuah impian. Impian untuk `mengalahkan` yang besar dan kuat. Tetapi, tak ada bangsa yang selamanya hidup dalam mimpi, kecuali hanya untuk mengawali sebuah cita-cita.

Maka, untuk mengalahkan Amerika tidaklah cukup dengan retorika dan pembakaran bendera. Tetapi, harus dengan kepandaian otak. Jadi, mulai sekarang kita harus lebih tekun belajar. Kita harus menghabiskan waktu luang tidak untuk ngegosip, tetapi untuk lebih banyak membaca. Benahi sistem pendidikan kita agar bisa menghasilkan pekerja-pekerja terampil dan pemikir-pemikir andal.

Kita juga harus jauh lebih bermoral, jujur, bersih (hentikan KKN yang memalukan), dan terbuka dibandingkan bangsa Amerika. Kita harus bekerja lebih keras! Jangan masuk politik karena ingin cepat kaya seperti yang kita saksikan sekarang. Hormati hukum dan jangan sok jagoan seperti Rambo.

Lebih dari itu, bersatulah. Jangan main mutlak-mutlakan. Jangan merasa paling benar. Hormati dan bertoleransilah pada yang lain. Jangan saling mengenyahkan. Nasionalisme bukanlah sekadar teriakan, melainkan juga perilaku.

Tidak ada pilihan lain, memang. Inilah syarat utama jika kita bermimpi untuk menjadi pemenang. Sebuah bangsa tak bisa `mengalahkan` bangsa lain hanya dengan lamunan dan mimpi-mimpi. Dan, ini pasti~!

 
 
(Dibaca: 10422 kali | Dikirim: 3 kali | Print: 229 kali | Nilai: 9.00/2 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha