Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Kebaikan tidak terletak dalam melakukan dengan benar karena peraturan, melainkan melakukan yang benar karena alasan yang benar.
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Artikel Bebas
19 Mei 2009 - 16:39
Naylaku, amanah terindahku..    
Oleh : syfArt
 

Hari ini angin rindu datang berhembus, menggugurkan daun-daun yang sudah menguning. Titik air di ujung daunnya pun akhirnya terjatuh setelah sekuat tenaga ia bertahan untuk tidak pecah. Tapi ternyata semua ada batasnya. Tak ada yang abadi. Begitu juga dengan rindu ini. Tak akan lama bersembunyi dalam gua hati.

Dunia seperti berputar kembali, menayangkan rekaman saat-saat aku bersamanya. Masa dimana saat aku merasakan sayang dan perhatiannya, yang terus menerus mengalir seolah tak kenal muara. Ciuman hangat di tanganku yang tak pernah lupa ia berikan saat aku akan berangkat bekerja. Keningnya yang lembut selalu ia relakan untuk ku kecup sebagai tanda cintaku padanya. Pelukannya saat aku butuh kehangatan, suara lembutnya saat hati ini dilanda kegundahan. Dengan sepenuh hati kubentangkan dadaku untuk tempatnya bersandar kala sakit menyerang tubuhnya, atau saat ia banyak pikiran terhadap persoalan dunia.

Langit hari ini masih cerah. Tapi siapa sangka jika hujan akan datang. Meski tidak begitu deras, tapi mampu melepas dahaga sang tanah yang memang haus akan air, cukup untuk membuat suasana terasa lebih segar. Mencerahkan kembali fikiran-fikiran yang kalut terhadap berbagai masalah. Dan bagiku, membawa kembali pada keindahan dan kehangatan saat-saat bersamanya, hingga rindu yang terbendung pecah seketika.

Teringat pada suatu senja, ketika aku akan memulai hidup tanpa ada seseorang yang dekat di sisiku. Hari itu, adalah hari terakhir aku bersama dengannya sebelum kami berpisah. Pesan dan nasehat pun mengalir dengan suaranya yang tetap lembut. Sampai akhirnya detik itu datang juga, saat ku rengkuh tangan lembutnya, kemudian mengecup keningnya dengan penuh rasa cinta, dia membalasnya dengan kecupan di tanganku, seakan tanda bahwa rasa sayangnya melebihi kekhawatirannya meninggalkanku. Dalam ku rasakan deburan cintanya yang kuat dan tulus. Membuat air mata ini ingin segera menumpahkan segala yang dipunya.

Tapi itu tak kulakukan di depannya. Aku harus tunjukkan bahwa aku baik-baik saja. Mencoba tegar seperti yang ia harapkan.
“Bang, Kalo seandainya dititipkan pada abang sebuah amanah yang benar-benar harus dijaga, apa yang abang lakukan?”tanyanya suatu ketika.
“Pastinya akan abang jaga sebaik mungkin. Melindunginya dan merawatnya semampu abang.”
“tapi, jika abang terlalu mencintai amanah itu, apa abang rela untuk mengembalikannya jika si pemilik berkehendak untuk mengambilnya?”
“Insya Allah abang tak akan berlebihan untuk memberikan sebuah cinta pada sesuatu yang hanya sementara. Karena yang abang inginkan adalah cinta yang terus tumbuh dan mengalir tiada henti berikan kesegaran dalam setiap dahaga. Karena cinta adalah untaian permata yang berkilau indah sebagai anugerah tiada tara hingga mampu menebar pesona jiwa dalam sebuah keindahan. Dan hanya Mahabbah Fillah, sebaik-baik cinta. Cinta terdepan yang harus kita miliki dalam penghambaan pada-Nya.”

“Semoga cinta ini selalu dalam RidhoNya ya bang. Mudah-mudahan abang tak akan lelah dalam membimbingku untuk senantiasa tegar hadapi setiap jengkal kehidupan. Ajari aku untuk jadi seorang istri yang baik. Yang bisa membahagiakan abang didunia dan akhirat” seraya memelukku dengan linangan airmata yang jatuh basahi dadaku.

Tuhan, ternyata cinta begitu dekat denganku. Telah kau uji cinta ini dengan mengambil amanah itu. Amanah yang sempat mengisi celah hatiku dengan kasihnya yang tulus. Amanah yang ternyata tak mampu kulepas begitu saja. Maafkan hamba yang telah sedikit berlebih berikan cinta padanya. Ampuni hamba yang telah terlupa bahwa cinta padaMu adalah yang utama. Perkataan memang sangatlah mudah terucap namun amalannya belum tentu kan mampu terlaksana. Berikan hamba ketegaran ya Rabb. Ketegaran bahwa semua ini adalah sebagian dari rencanamu. Rencana terbaik yang kau tuliskan untukku. Amanahmu adalah nikmat terindah yang pernah kuterima. Karenanya aku bisa menikmati indah dunia-Mu. Karenanya aku menemukan diriku. Karenanya aku merasa mempunyai arti dalam hidup ini.

Karenanya aku mengenal-Mu. Karenanya pula aku terbiasa mambaca surat-surat cinta-Mu dan mengajariku untuk menjadi seorang pemimpin yang baik.
Terima kasih atas do’amu untukku

Aku ingin melengkapi lukisan hidupnya, menjadi lukisan yang sempurna. Dengan tinta kasihnya yang sempat tersimpan di hatiku kan kutorehkan dalam kanvas kehidupanku bahwa dirimu adalah Mawar terindah di taman Surga.

 
 
(Dibaca: 26552 kali | Dikirim: 0 kali | Print: 0 kali | Nilai: 0.00/0 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha