| ....Kadangkala aku berkhayal seorang di ujung
sana juga tengah menanti tiba saatnya. Begitu ingin , berbagi batin, mengarungi
hari, yang berwarna, dimana dia pasangan jiwaku? ku mengejar bayangan, kian
menghilang, penuh berharap...
(Katon Bagaskara) Bait-bait lagu
"Pasangan Jiwa" yang cukup melankolis tadi, agaknya cukup disukai
para lajang yang belum beruntung menemukan pasangan yang "pas". Dalam
batin mereka acap bertanya-tanya: Siapakah seseorang diantara
milyaran manusia di bumi ini yang kelak akan hidup bersamanya? Dimanakah
seseorang itu berada? Kapankah ia akan menemuinya?
Sayangnya, ketika sudah mendapatkan seseorang pun, para lajang ini
terkadang malas membuat komitmen. Alasannya, mereka belum yakin seratus
persen bahwa pasangan yang bersamanya saat ini adalah seseorang
yang tepat untuknya. Sebagian, bahkan merasakan seolah masih ada
seseorang yang lebih tepat untuknya "melayang-layang" di luar sana.
Hanya saja ia belum menemukannya. Tapi, sampai kapan..?
Begitukah friends? Benarkah ada yang disebut dengan soul mates,
"pasangan jiwa" bagi tiap manusia di muka bumi ini? Apakah Anda percaya
dengan apa yang disebut pasangan jiwa? Atau bisakah kita memiliki
pasangan jiwa lebih dari satu di dunia ini? (Banyak pertanyaan
ya…) Sejumlah pakar kejiwaan percaya bahwa di dunia
memang terdapat hubungan antara dua pasangan jiwa, dua jiwa yang
ditakdirkan menyatu dengan kuat satu sama lain sepanjang waktu. Konon,
dengan kehadiran pasangan jiwa ini, Anda akan merasakan benar-benar
dicintai, benar-benar aman dan benar-benar dipahami.
Lantas bagaimana Anda mengetahuinya? Sejumlah teman
mengatakan, "Ya pokoknya terjadi begitu saja, Kita tahu hanya
dengan melihatnya. Dengan menggunakan perasaan." Tapi, perasaan macam
apa? Psikolog Barbara De Angelis menggambarkan bahwa ketika Anda
berjumpa pasangan jiwa Anda, Anda akan merasakan seolah-olah
Anda ingin selalu bersamanya, tidak hanya hanya dalam kehidupan di dunia
ini, tapi untuk selamanya. (dahsyat ya…). Pertemuan
tersebut, akan begitu saja memadamkan api kerinduan yang lama terkurung
dalam hati Anda, sampai Anda berhasil bertemu satu sama lain. Suatu
kerinduan istimewa yang tidak akan mampu dipuaskan oleh hubungan
yang biasa mana pun juga. "Untuk setiap saat, setiap menit
waktu yang Anda luangkan bersamanya, Anda akan merasakan seolah
"pulang ke rumah"" katanya. Bagaimana kalau Anda tidak
merasakannya?
Jawabannya ada pada hasil riset. Penelitian
terbaru mengatakan: Andaikan Anda belum menemukan seseorang yang
begitu sempurna yang bisa disebut sebagai pasangan jiwa, Anda masih
dapat berkeyakinan menemukan seseorang. Bagaimana
caranya? Dengan berusaha tentu saja. Laki-laki dan perempuan, sebaiknya
mengembangkan perasaan bahwa pasangan mereka pada dasarnya
adalah gambaran diri, hakekat jiwa mereka sendiri, dan lebih
memfokuskan hubungan pada kesamaan yang ada ketimbang perbedaan.
"Dengan menerima seseorang sebagai diri
Anda, seseorang yang akrab dengan Anda. Perasaan bahwa Anda
memiliki spirit yang sama, pokoknya seseorang yang mirip dengan
Anda-lah, dengan begitu Anda akan mengetahui dan memahami mereka
sebagaimana dia adanya," kata Sandra L Muray, peneliti dari the
State University of New York . Tentunya, dengan
memahami orang lain seperti Anda memahami diri sendiri, membuat Anda
memahami pula segala kekurangannya. Seperti halnya Anda
memaklumi kekurangan diri sendiri. Perkawinan-perkawinan abadi
seringkali masuk kategori ini. Khususnya perkawinan yang menyisakan rasa
damai dan kebahagiaan pada akhir kisahnya. Dikatakan
Barbara, hubungan kasih sayang yang berkaitan dengan pasangan jiwa
ini tidak selalu diisi dengan hubungan emosional yang spontan,
bergairah, dan mendebarkan sepanjang waktu. Kadang kita tidak
menemukan pasangan yang tepat dengan begitu saja. Diperlukan
sedikit usaha agar pasangan jiwa ini menuju tingkat saling mencari
kecocokan dan memahami satu sama lain, sehingga tercipta hubungan yang
kokoh. Apakah selalu berupa hubungan yang
abadi ?
Konon tidak ada satu hal pun di dunia ini yang
terjadi secara kebetulan, kadangkala dua orang terseret jauh
dalam masalah-masalah kehidupan ini secara bersama-sama. Menurut
Barbara, setiap hubungan yang terjadi antar manusia pasti memiliki
tujuan tertentu. Maka, bukan kebetulan pula bahwa dua orang
tertentu terlibat dalam suatu hubungan kasih sayang.
Masing-masing orang di dunia ini, menurutnya, akan menemukan pasangan
jiwanya sendiri-sendiri. Bisa dengan cara yang cukup mudah, namun
kadangkala harus melalui peristiwa yang sangat dramatis dan
mendebarkan. Bisa saja seseorang memiliki pasangan jiwa lebih
dari satu, sebab tidak selalu hubungan kasih sayang itu
berlangsung selamanya. Satu hal yang pasti, apakah hubungan itu hanya
berlangsung selama satu minggu, apakah pasangan tersebut hanya hidup
bersama selama satu tahun, atau limapuluh tahun? Tujuannya tetap
sama mereka menjadi manusia, menjadi pasangan jiwa yang saling
menyayangi pada masanya. Mereka kadang datang sebagai sahabat,
sebagai kekasih. Orang yang datang dalam kehidupan Anda tepat
ketika Anda membutuhkan kasih sayang. Bisa saja ia hanya mampir
sebentar menemui Anda, dan kemudian bergerak terus untuk menemui
seseorang yang lebih tepat dan cocok dengannya. Demikian
juga Anda. Namun, setiap pasangan yang saling menyayangi –entah
itu akan abadi atau tidak- pada dasarnya adalah pasangan jiwa.
Bagaimana dengan pasangan jiwa yang abadi?
Beberapa ajaran agama mengatakan bahwa setiap manusia
bisa memiliki beberapa pasangan jiwa yang abadi. Sementara ajaran-ajaran
lainnya, mengatakan bahwa hanya ada satu pasangan jiwa abadi dalam diri
setiap pasangan, selama hidupnya. Yah, apapun yang
mereka katakan, kalau saat ini Anda sudah bertemu pasangan jiwa Anda,
sebaiknya Anda tidak usah peduli apakah ada jiwa lainnya yang
melayang-layang di alam semesta ini menanti saatnya bertemu.
Yang paling penting bagi Anda adalah berikanlah kasih sayang
pada pasangan Anda, tanpa syarat. "Kalau engkau begini, maka aku akan
menyayangimu," itu bukanlah kasih sayang. Kasih sayang, menurut penulis Andrew
Matthews berarti menerima orang lain apa adanya. Menyayangi dengan mencari
kebaikan dalam dirinya. Dan jika Anda bisa melakukannya terus menerus, Anda
dijamin akan memperoleh kebahagiaan bersama pasangan Anda. Tanpa perlu repot
menghabiskan energi memikirkan diakah pasangan jiwa yang dikirim Tuhan untuk
Anda. Begitu kawan..?
Sumber : kompas.com |