Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Orang-orang yang menafkahkankan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhan-nya, Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.al-Baqarah: 274)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Artikel Bebas
23 Maret 2005 - 10:37
Satgas !? BE WARE !       
Ribuan Satgas PDS Mulai Diterjunkan Ke Daerah Terpencil, Latihan Medan Menjelang Pemilu dan Pilihan Presiden?
 

Puluhan ribu satgas dan kader militan PDS, kabarnya mulai minggu ini akan diterjunkan ke target-target sasaran di wilayah-wilayah terpencil. Mereka berada sekitar seminggu di lapangan, untuk pengenalan medan sehingga pada hari "H" nanti sudah tidak canggung lagi. Berbeda dengan Satgas parpol lainnya yang terkesan militeristik dan seram, wajah Satgas PDS sangat berbeda.

Dengan wajah lembut yang membawa kedamaian, rencananya mereka akan banyak menyapa kalangan rakyat kecil yang terlupakan di daerah terpencil. Tak ada uniform resmi, melainkan baju ala kadarnya, bahkan di beberapa wilayah seperti di suku-suku pegunungan di Irian sana mereka akan 'menyesuaikan' costum mereka. Beban fisik mereka cukup berat, rata-rata memikul antara 20-30 kg bekal bantuan untuk masyarakat setempat, seperti beras, ikan asin, garam dan indomie. Sebuah cara simpatik dalam upaya menjalin keakraban dengan calon pemilih yang patut dicontoh parpol lainnya.

Kalau dilihat taktis partai PDS seperti yang telah dipublikasikan kepada umum di situsnya ( http://www.partaidamaisejahtera.com ) dimana sasaran PDS terutama ditujukan kepada kalangan rakyat lemah seperti petani miskin, nelayan miskin, suku pegunungan, pedagang bakul, PKL, masyarakat terabaikan seperti pasukan kuning, pemulung, anak jalanan, bahkan pelacur kelas teri. Mereka semua menjadi prioritas sasaran PDS untuk dientaskan kehidupannya.

Kalangan penduduk kurang beruntung seperti itu, sebenarnya lebih banyak yang tinggal di daerah pedesaan daripada daerah perkotaan. Terutama di daerah pedesaan terpencil, seperti di daerah-daerah pedalaman Kalimantan, di puncak-puncak gunung dan lembah di Irian, daerah- daerah minus di pegunungan kapur seperti di Wonogiri, Pacitan dan NTT. Mereka semua sangat jauh dari jangkauan tangan Pemerintah, LSM dan Organisasi Keagaamaan semacam NU atau Muhammadiyah, apalagi parpol yang sedang berebut kursi menjelang Pemilu sekarang ini.

Disitulah peluang terbuka luas bagi kader PDS untuk menderma- bhaktikan semua kemampuan dan keakhliannya sebagai pelayan ummat, mengajak mereka menuju masyarakat yang damai dan sejahtera bila PDS menang Pemilu kelak tentunya.

Oleh sebab itu, di luar basis-basis PDS seperti di Tanah Batak, Kalimantan Tengah, Sulut, Maluku Selatan, Irian dan NTT, masyarakat tak akan banyak melihat kiprah PDS di daerah-daerah perkotaan karena mereka lebih banyak berkiprah di daerah pedesaan miskin dan terpencil yang sangat jauh dari hiruk-pikuk kampanye politik.

Di Jawa sendiri, terutama di daerah perkotaan, kader-kader PDS lebih banyak bergerak dalam Persekutuan-Persekutuan Do'a yang sudah terbentuk dan pemantapan iman Kritiani melalui mimbar-mimbar Gereja. Jawa memang bukan basis PDS, tapi masih ada peluang disini terutama di daerah- daerah miskin dan terkebelakang di wilayah-wilayah pegunungan kapur selatan pulau Jawa. Sebelumnya sudah banyak missi Kegerejaan yang sudah memiliki pos-pos terdepan di wilayah itu.

Taktik strategi PDS dibawah arahan RM Hutasoit ini memang diakui sangat jeli melihat peluang dibanding parpol lainnya. Ketika 23 parpol lainnya berebut hidup-mati suara pemilih di daerah perkotaan dan terutama di Jawa, sementara itu ada lahan luas yang mereka lupakan di daerah pedesaannya ( di Jawa) dan di Luar Jawa yang umumnya masih jauh dari jangkauan kerja parpol-parpol itu.

Memang untuk merebut lahan kosong yang sengaja dilupakan dan ditinggalkan parpol lain itu (termasuk parpol besar seperti PDIP dan Golkar) diperlukan pengorbanan yang sangat besar, baik pendanaan, akomodasi, perencanaan, dan sumber daya manusia yang ulet, militan dan terampil di lapangan serta bisa berkomunikasi dengan masyarakat setempat. Parpol lain akan berfikir seribu kali kalau harus berkorban seperti itu, apalagi kalau yang ditangani hanya suara rakyat lemah yang tidak begitu penting diperhatikan keberadaannya secara ekonomis dan politis. Pasti akan di nilai buang-buang tenaga dan waktu saja.

Tapi disitulah bedanya antara PDS dan parpol-parpol itu. Mereka (ke 23 parpol peserta pemilu) hanya bekerja aktif selama 5 tahun sekali, bila menjelang pemilu saja. Sementara PDS, selain misi politis, mereka juga memiliki misi da'wah agama yang bisa jadi lebih penting dari sekedar memperoleh suara mereka sebagai pemilih. Mereka punya misi untuk mengembala ummat yang belum menemukan kedamaian dan kesejahteraan dalam hidupnya selama ini.

Jujur saja, mana ada satu pun parpol yang mau berfikir seperti itu selama ini? Meskipun parpol itu mengklaim sebagai partai da'wah misalnya. Oleh sebab itu, apa- apa yang dikerjakan kader PDS saat ini sebenarnya lebih merupakan sebuah "investasi jangka panjang" yang hasilnya tidak harus dipetik pada pemilu sekarang ini. Tapi nanti lihatlah, 10-20 tahun lagi, apa yang akan terjadi?

 
 
(Dibaca: 9333 kali | Dikirim: 8 kali | Print: 240 kali | Nilai: 7.00/3 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha