| Saat wawancara dengan Bimbim Slank (Kisah
edisi 32, April 2002), tercetus rencana Slank mewawancarai KH Abdullah
Gymnastiar (Aa Gym)untuk tabloid mereka. Slank memerlukan hotline ke Aa Gym.
FIKRI menyambut positif gagasan itu, dan mengupayakan pertemuan Slank-Aa
secepatnya. Kedua pihak pun saling kontak. Program pun "mekar" dari sekadar
urusan 'wawancara' - asumsinya, wawancara dilakukan lima personil Slank, menjadi
kunjungan keluarga besar Slank. Tak tanggung-tanggung, 42 orang dengan sembilan
kendaraan pribadi, diterima Aa Gym di Daarut Tauhiid (DT) Bandung. Ini fenomena
menarik, bahkan pihak DT sendiri nyaris tak percaya Slank bakal bersilaturahim
ke DT. Berikut ini liputan langsung wartawan FIKRI Herry Wibowo dan Iqbal
Setyarso, yang mengikuti menit per menit pertemuan Aa-Slank.
Aa Gym berjumpa Slank? Ini dahsyat. Tapi tak baik mengusik perjumpaan,
kecuali sebatas menggantung harapan. Pihak Slank maupun DT sepakat, perjumpaan
ini tak perlu diributkan dulu. Biarlah Slank menikmati "wisata ruhani" ini
dengan mulus. "Kami sengaja tidak mempublikasi ke mana-mana. Kalau dibilangin
bisa ramai banget. Kemarin aja gue bawa satu personel Slank ke salah satu agen
terbesar di Bandung, wah, sambutannya ramai banget. Apa lagi kalau dibilangin
kita ke DT, bisa tambah ramai lagi," ujar Budi Ace, Pemred Koran Slank. Sabtu,
19/4 mereka berangkat, masuk hotel dulu karena cottage Darul Jannah di kompleks
DT terisi semua. Dinihari, Minggu 21 April, mereka diterima di DT.
Santri pun Ngefans Pukul 02.20 Rombongan Slank diterima
di Pondok Muthmainnah, kompleks Pesantren DT. Ada sembilan mobil pribadi, yang
merayapi jalanan Bandung menuju DT. Dalam rombongan itu, bukan hanya lima
personel Slank. Total rombongan, ada 42 orang, keluarga Slank dan manajemen
Slank. "Wah,.. dingin sekali udara di sini", ujar Bunda yang juga ikut dalam
rombongan. Ketua Slankers Priangan, Zeppy Lesmana, pria gondrong asal Kota
Kembang, berkulit sawo matang dengan jaket jins birunya berada di tengah-tengah
mereka. Mahasiswa STISI (Sekolah Tinggi Seni Rupa dan Desain Indonesia) semester
enam ini dihubungi oleh Pemred Koran Slank untuk mengikuti wisata rohani Slank
bersama Aa Gym. "Begitu dikabari Mas Budi, saya langsung meluncur menuju hotel,"
kata Zeppy yang mengendarai Suzuki Charade warna biru tua. Sampai di hotel,
Zeppy langsung memberikan titipan dari ibunya. "Kebetulan Mama saya baru pulang
haji. Beliau membawa kopiah dan sajadah untuk personel Slank. Termasuk
cenderamata untuk Bunda," ujarnya sambil tersenyum tipis. Ibu Zeppy, Hj Etty
Haryati juga slanker. Zeppy berarti slanker generasi kedua.
Tiga puluh menit kemudian mereka bersiap mengambil air wudhu dan berjalan
kaki menuju masjid DT. Awalnya jamaah tak begitu banyak. Lima menit kemudian
jamaah mulai berdesakan. Shalat tahajud dimulai, dilanjutkan muhasabah dipimpin
langsung oleh Aa Gym.
Pukul 04.45 Shalat tahajud dan muhasabah usai, dilanjutkan dengan
persiapan siaran langsung di TVRI. Disela-sela persiapan siaran langsung para
santri begitu antusias mendekati personel Slank, menyodorkan kertas dan pulpen
minta tandatangan. Pukul 05.00 siaran langsung dimulai. Pada saat tanya jawab,
Bimbim sempat bertanya pada Aa: "Saya pernah mendengar ada ajaran menyebutkan,
kalau istri tidak taat kepada suaminya, atau anak tidak shalat, boleh dipukul.
Kalau sekarang zaman demokrasi, apakah masih layak dilakukan para suami?" Kata
Aa, sebaik-baik contoh adalah Rasulullah. Dan Rasulullah, meski pun memang
mengungkapkan ajaran itu, beliau sendiri tidak pernah memukul.
Setelah siaran, mereka diantar jalan kaki ke kafe kompleks DT untuk sarapan
pagi. Di jalanan, sejumlah abege, pria dan wanita, berkopiah dan berjilbab,
malu-malu meminta tanda-tangan. Slank dengan senang hati memenuhinya. Di kafe,
masih ada yang ikut dan ingin difoto bareng Slank. Mereka sudah membawa pocket
camera sendiri. "Saya ingin minta difoto sama Mas Bimbim. Saya tahu dari Aa usai
taushiyah ba'da magrib, kalau Slank akan ke sini," ujar salah seorang santri.
Selesai sarapan, Slank diajak orientasi lingkungan DT, jalan-jalan di kawasan
DT dipandu Arief Rahman, Humas DT dan Pemred Tabloid MQ.
Menanti Syair Baru Pukul 6.40 Usai orientasi DT,
Slank ke lapangan Gazeeboo. Aa Gym minta Slank ikut menjadi tamu acara Telkom
Sehati. Telkom Sehati (Sehat dan Tambah Ilmu), sebuah acara Mingguan Aa Gym
bekerjasama dengan PT Telkom. Bimbim dengan Peugeot biru mudanya mengambil
posisi ketiga dalam rombongan konvoi ke lapangan Gazeeboo. Pagi itu, Gazeeboo
sudah penuh sesak. Slank pun terjebak macet, nyaris mereka memilih kembali ke
DT. Syukurlah, berkat kecekatan tim SSG (Santri Siap Guna) DT, yang memang
kebagian tugas melakukan pengawalan, Slank bisa tiba di lokasi meski agak
terlambat, itu pun setelah kendaraan pribadi Slank di parkir di sebuah instansi,
Slank pindah ke sebuah mobil penjemput khusus.
Aa Gym sendiri tiba lebih dulu di Gazeeboo. Maklum, Aa meluncur dengan sepeda
motor. Aa Gym sejak awal sudah bilang, dalam acara pagi itu, Grup Slank akan
datang juga. Gemuruh massa mewarnai suasana. Slank mendekati panggung dengan
kawalan pagar betis sejumlah santri berseragam kaos biru tua dan celana hitam
bak bodyguard, langsung rehat sejenak di ruang kontrol berdinding kaca
dekat panggung. Massa juga sudah berkerumun, persis menyaksikan ikan hias di
akuarium, minta berpotret atau sekadar tandatangan.
Tak lama, Slank naik panggung. Aa mendaulat mereka menyanyi. "Ada enggak,
yang religius?" Personil Slank berunding. Kaka maju dan menyanyi tanpa alat
musik pengiring kecuali gendang. Satu nomor dari album Virus, mampu membuat
massa ikut bersenandung. Usai menyanyi, Aa minta personil Slank memperkenalkan
diri.
"Saya Kaka." "Saya Bimbim." "Saya Abdi." Saya Ridho." "Saya Ifan." Aa Gym
menyeletuk, "Saya Aa." Hadirin geeeer....
Aa menyinggung tatap-muka langsung dengan Slank pertama kali. Ini terjadi di
Masjid Istiqlal Jakarta, di sela acara ceramah sepekan sebelumnya.
"Waktu di Istiqlal, gimana perasaannya?"
"Kita sih mikirnya bakal bertemu di satu ruangan, enggak tahunya di depan
umat. Agak gemeteran juga," ujar Kaka tanpa malu-malu.
"Gimana bayangan Bimbim waktu di Istiqlal?"
"Yang ada dalam bayangan saya kalau ingin ketemu Pak Kyai, serba kaku dan
enggak boleh ke mimbar. Tapi ketika di sana kok tidak seperti yang dibayangkan.
Apa lagi malah diajak sama-sama di mimbar. Kami jadi merasa suasana jadi adem,
sangat membahagiakan."
"Abdi, kamu kok enggak ikut. Gimana perasaannya?"
"Ngiri aja. Teman-teman bilang, rugi lo enggak datang."
"Nah di sini juga ada Bunda, Assalamu'alaikum. Bagaimana nih kesan Bunda?"
"Wa'alaikum salam. Seneng banget. Luar biasa. Ini terjadi atas kuasa Allah.
Atas izin Allah jualah sehingga kita bisa dipertemukan antara Slank dengan Aa
Gym dan jamaahnya."
Usai menyanyi sebuah lagu lagi, Aa bilang, tak salah kalau Slank mulai
membuat lagu yang sarat pesan. "Kata Nabi, orang yang beruntung itu adalah orang
yang bisa memberikan kebaikan dan diikuti orang banyak. Maka pahalanya ikut kita
tanpa mengurangi pahala yang berbuat. Kalau bahasa Slank yang baik ini sudah
banyak yang didengar, orang mengikuti, Slank pun mendapat pahalanya sampai
akhirat. Inilah untungnya orang populer. Kita tunggu syair Slank yang makin
bermanfaat." Hadirin bertepuk tangan riuh. Acara ditutup doa. Slank dan Aa
meneruskan pertemuan di rumah Aa.
Wawancara Plus Pukul 9.15 Nyantai, itulah kesan yang
menonjol dalam pertemuan di rumah Aa. Ia malah tak bersorban. Wawancara ini
terpaksa dipotong panggilan dari masjid. Aa harus mengisi pengajian di Masjid
DT. Aa berkemas, pakai sorban dan sarung, terus bergerak ke masjid. "Ngobrolnya
belum selesai, kan? Kita lanjutkan nanti. Kita ngaji bareng. Hayo atuh, sudah
telat." Terlihat kru Slank masih enggan berdiri, Bunda berbisik sambil memberi
isyarat, entah kepada siapa, "Ayoo, ajak ke masjid." Semua kru Slank dan
rombongan, ke masjid.
Pukul 11.12 Saat ke masjid, ada saja santri yang antri menanti
Slank. "Punten Kang Kaka, minta foto sebentar boleh yah," Ujang, seorang santri,
memohon dengan senyum. Sebelum ke ruang masjid, personel Slank berwudhu. Meski
sesak, mereka diberi tempat dekat mimbar. Di sela ceramah, Aa memperkenalkan
personel Slank. Kaka didaulat mengungkapkan kesan-kesannya. "Saya seneng dan
sangat bahagia hari ini. karena bisa bertemu dengan Aa dan para santri di sini.
Ini pengalaman yang paling bagus dan berkesan buat saya. Semoga pengalaman ini
bisa bermanfaat buat kami," kata pria berambut gimbal ini. Acara diakhiri shalat
dzuhur.
12.15 Ba'da Dzuhur awak Slank berjalan sekitar 100 meter menuju ke
kediaman Aa. acara dilanjutkan makan siang bersama. Lesehan makan siang di
lakukan di halaman depan rumah Aa.
"Mana Abdi," tanya Budi, Pemred Koran
Slank.
"Masih di masjid,"jawab Ifan dari kejauhan.
"Gila. Gue nggak nyangka, waktu gue batal wudhu, kan nggak kebagian tempat.
Akhirnya gue shalat di keset persis di depan tempat wudhu. Eh, tahu-tahu ada
santri menyodorkan sajadah buat gue. Alhamdulillah, langsung gue pake tuh
sajadah buat shalat," ujar Ifan kepada Kaka dan Bimbim.
Sembari wawancara, Aa Gym melontarkan nasihat. "Slank jangan hanya menyanyi
saja yah. Kalian juga punya kewajiban untuk membawa mereka menuju kebaikan.
Kalian kan sudah dikenal dan punya banyak penggemar. Kalian punya massa. Buat
mereka agar mempunyai semangat untuk maju. Sisipkan saja pelan-pelan, semua juga
butuh proses. Ingat, yah, Slank."
Di tengah percakapan saat makan siang tiba-tiba handphone canggih Aa, jenis
personal data assistance (PDA), berbunyi. Aa menerimanya. Lantas ia
perdengarkan pembicaraan dengan pihak penelepon.
"Assalamualaikum, siapa nih".
"Wa'alaikum salam, saya A...A tolong doakan ya A.. istri saya mau melahirkan.
Tinggal dua senti."
"Tinggal dua senti? Iya saya doakan...(lantas Aa sejenak berdoa berbisik).
Jaga baik-baik ya istrinya." (suara di seberang berganti, suara perempuan,
agak bergetar). "
"A...doakan saya..."
"Iya, ya. Pasti didoakan. Tabah ya, Ibu ikut berdoa juga..."
"Iya, A. Terima kasih."
Pembicaraan ditutup. "Ya, begini inilah saya kadang-kadang telepon bunyi
hanya untuk minta saran dan doa. Setiap mereka menghadapi suatu masalah mereka
sering telepon saya. Walaupun kadang-kadang ada yang iseng. Ada yang kirim SMS
aneh-aneh. Tak sepantasnya menjawabnya. Yang hari ini saja, ada 156 pesan.
Handphone saya selalu terbuka, kecuali kalau saya ada keperluan khusus."
Usai makan, Slank dan Aa Gym foto bersama dilanjutkan dengan foto Aa Gym
dengan seluruh keluarga Slank. Sebelum bertolak ke Jakarta, mereka dipersilakan
melihat tata ruang rumah Aa yang bersahaja.
----- Original Message ----- From: Indra.Cahyanto To:
daarut-tauhiid@yahoogroups.com Sent: Friday, May 03, 2002 12:59 Subject:
[daarut-tauhiid] A'a Gym & Slank |