Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Ikhlas dan tauhid adalah pohon yang ditanam di taman hati, Amal perbuatan adalah cabang-cabangnya, sedangkan buah-buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan abadi di alam akhirat. (Ibnul-Qayyim)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
VALUTA ASING
 KURS JUAL BELI
 USD 11.363,00 10.363,00
 SGD 7.722,05 7.037,21
 HKD 1.465,57 1.336,49
 JPY(100) 1.209,88 1.103,15
 GBP 16.919,51 15.425,33
 EUR 15.334,37 13.980,72
Update : 07-01-2009, 16:20:04 WIB
Sumber : Bank Indonesia
29 Desember 2008 - 22:06
Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1430 Hijriah

08 Desember 2008 - 11:20
Dengan semangat Idul Adha, mari kita berbagi rejeki dan kebahagiaan dengan sesama. Dan tetap semangat untuk menghadapi hari esok yang lebih baik dengan terus berkarya. SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA

12 September 2007 - 10:55
Marhaban Ya Ramadhan. Mari kita sambut ramadhan dengan hati yang suci.Mohon maaf lahir dan batin, Smoga Allah berkenan menerima amalan ibadah dan mengampuni dosa dosa kita.Amin

Pengunjung Hari ini 2277 , Total 52860 uniqe visitors, sejak 18-12-2008 .
Terdapat 58 pengunjung yang sedang online saat ini
 
dudung.net@Yahoo Messenger

dudung_at@yahoo.com
 
 
Pencarian  
 
Artikel Islami
09 Oktober 2003 - 20:58
Akan Datang Penghuni Surga    
Milis DKM Annahl.
 
Di suatu hari Nabi sedang duduk di Masjid bersama para sahabatnya. Tiba-tiba Nabi berseru, "akan datang penghuni surga."
Serentak para sahabat memandang ke arah pintu.
Ternyata datanglah seorang sahabat yang memberi salam pada mejelis Nabi lalu shalat.

Keesokan harinya lagi, pada sitausi yang sama, Rasul berseru,
"Akan datang penghuni surga." Tiba-tiba hadir dari arah pintu sahabat yang kemaren juga digelari Rasul penghuni surga.

Selepas bubarnya mejelis Nabi, seorang sahabat mengejar "penghuni surga" tersebut. Ia berkata, "maafkan saya wahai saudaraku. Aku bertengkar dengan keluargaku bolehkah aku
barang satu-dua hari menginap di rumahmu?"

"Penghuni surga" ini lalu berkata, "baiklah..." Satu hari berlalu, dua hari berlalu dan tiga hari pun berlalu. Akhirnya sahabat ini tak tahan dan berkata pada "penghuni surga". "Wahai saudaraku sebenarnya aku telah berbohon padamu. Aku tak bertengkar dengan keluargaku.

Aku bermalam di rumahmu untuk melihat apa amalanmu karena aku mendengar rasul menyebutmu penghuni surga. Tapi setelah aku perhatikan amalan mu sama dengan apa yang aku kerjakan. Aku jadi tak mengerti..."

"Penghuni surga" itu menjawab, "maafkan aku, memang inilah aku! Ibadah yang aku jalankan tidak kurang- tidak lebih sebagaimana yang engkau saksikan selama tiga hari ini. Aku tak tahu mengapa Rasul menyebutku "penghuni surga".

Sahabat itu lalu pergi meninggalkan "penghuni surga". Tiba-tiba "penghuni surga" itu memanggil sahabat tersebut. "Saudaraku, aku jadi teringat sesuatu. Aku tak pernah dengki pada sesama muslim.
Mungkin ini......"

Sahabat tersebut langsung berseru, "ini dia yang membedakan engkau dengan kami. Ini dia rahasianya mengapa Rasul menyebutmu penghuni surga. Ini yang tak dapat kami lakukan."

Ternyata, soal dengki ini bukan persoalan sepele. Ada seorang tukang sate di tempat saya. Alhamdulillah satenya yang memang empuk itu laris bukan main. Tetangganya mulai mencibir dan menuduh si Tukang sate memelihara tuyul. Ketika anak si Tukang Sate kecelakaan, lagi-lagi tetangganya mencibir, "rasakan! itulah tumbal akibat main tuyul!"

Lihatlah kita. Apakah kita bertingkah laku persis tetangga Tukang Sate tersebut? Kita tak rela kalau saudara kita memiliki nilai "lebih" di mata kita. Repotnya, rumput tetangga itu biasanya terlihat lebih "hijau" dibanding rumput kita. Kita dengki dengan keberhasilan saudara kita.

Ada seorang wanita karir yang berhasil. Karena beban kerjanya dia sering kerja lembur sampai baru pulang saat larut malam. Tetangganya menuduh ia wanita jalang. Ketika dari hasil jerih payahnya ia mampu membeli mobil, tetangganya ribut lagi, kali ini ia disebut "simpanan seorang bos".

Masya Allah! Bukannya belajar dari keberhasilan saudara kita tersebut, kita malah mencibir dan menuduhnya yang bukan-bukan.

Dengki adalah persoalan hati. Dari dengki biasanya lahir buruk sangka, kemudian dari buruk sangka biasanya lahir fitnah dan tuduhan, untuk menyebarkan fitnah ini kita
bergosip kemana-mana sambil menggunjingkan perilaku orang tersebut.

Lihatlah, bermula dari dengki kemudian menyusul perbuatan dosa yang lain!

Sulit sekali menghilangkan rasa dengki tersebut. Untuk itu marilah kita minta perlindungan-Nya:

"Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan KEDENGKIAN dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang."
(QS 59:10)


--------------------------------------------
Anda ingin menjadi da'i sejuta email??
Kirimkan artikel ini ke saudara2 anda.
--------------------------------------------
Daftar : masjid_annahl-subscribe@yahoogroups.com
Keluar : masjid_annahl-unsubscribe@yahoogroups.com
Kontak moderator : masjid_annahl-owner@yahoogroups.com

 
 
(Dibaca: 5650 kali | Dikirim: 40 kali | Print: 299 kali | Nilai: 8.25/4 votes )
 

Baca juga :
 

 

Copyright © 2001 - 2009, Dudung Abdussomad Toha