Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Dalam Islam mengajak umat agar senantiasa menjaga lisan. Dengan begitu, lisan menjadi selalu digunakan untuk sesuatu yang baik, tidak bertentangan dengan kehendak Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, "Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali pada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia maui." (HR Bukhari-Muslim).
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
VALUTA ASING
 KURS JUAL BELI
 USD 11.550,00 10.55,00
 SGD 7.856,07 7.168,58
 HKD 1.489,59 1.360,54
 JPY(100) 1.239,69 1.132,09
 GBP 16.933,46 15.461,03
 EUR 15.692,99 14.331,12
Update : 07-01-2009, 02:40:02 WIB
Sumber : Bank Indonesia
29 Desember 2008 - 22:06
Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1430 Hijriah

08 Desember 2008 - 11:20
Dengan semangat Idul Adha, mari kita berbagi rejeki dan kebahagiaan dengan sesama. Dan tetap semangat untuk menghadapi hari esok yang lebih baik dengan terus berkarya. SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA

12 September 2007 - 10:55
Marhaban Ya Ramadhan. Mari kita sambut ramadhan dengan hati yang suci.Mohon maaf lahir dan batin, Smoga Allah berkenan menerima amalan ibadah dan mengampuni dosa dosa kita.Amin

Pengunjung Hari ini 128 , Total 50711 uniqe visitors, sejak 18-12-2008 .
Terdapat 12 pengunjung yang sedang online saat ini
 
dudung.net@Yahoo Messenger

dudung_at@yahoo.com
 
 
Pencarian  
 
Artikel Islami
03 Januari 2002 - 12:03
"Babak Baru NU-Muhammadiyah" 
 

TIDAK semuanya menjadi kelabu di awal tahun ini. Setidaknya, masih ada pihak-pihak yang berusaha menyalakan obor untuk menerangi perjalanan bangsa ini agar tidak terjungkal ke dalam jurang. Adalah Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang telah 'menyalakan obor' itu, kemarin.

Dua organisasi Islam terbesar di Indonesia itu bersepakat untuk bersatu menyamakan konsepsi dan pandangan bagaimana secara bersama-sama ikut menyelamatkan Republik ini. NU dan Muhammadiyah juga satu nada untuk lebih memunculkan Islam yang lebih sejuk dan bersahabat. Kedua organisasi itu, yang masing-masing diwakili KH Hasyim Muzadi dari NU dan Syafii Maarif dari Muhammadiyah, akan mengadakan pertemuan-pertemuan yang dimulai dengan halalbihalal bersama.

NU-Muhammadiyah bersepakat untuk membuat gerakan Islam independen yang tidak bisa dibedakan lagi mana Muhammadiyah dan mana NU. "Ini akan menghindari adanya konflik-konflik yang sifatnya kecil dan sangat politis. NU-Muhammadiyah akan tetap bergerak dalam moral keagamaan dan tidak terseret dalam wilayah politik," jelas Hasyim Muzadi.

Sebuah peneguhan yang sejuk dan amat simpatik. Politik memang telah membuat hubungan antara NU dan Muhammadiyah meregang dan menegang. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memang bukan sepenuhnya representasi warga NU dan Partai Amanat Nasional (PAN) bukan sepenuhnya mewakili warga Muhammadiyah. Tetapi, tak bisa dimungkiri, perseteruan politik kedua partai tersebut selama ini telah menyeret warga NU dan Muhammadiyah dalam jurang perbedaan yang semakin menjauhkan.

Kita masih ingat bulan madu yang hanya sebentar antara Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Amien Rais menjelang hari-hari terakhir pemerintahan BJ Habibie. Amien menyebut Gus Dur my old brother dan Gus Dur menitipkan warga NU pada Amien.

Sayang, waktu bulan madu kedua tokoh itu hanya berlangsung singkat. Keduanya pun kemudian berseberangan jalan. NU dan Muhammadiyah pun seperti kembali pada pola hubungan yang stereotipe: saling berjauhan. Harapan masyarakat akan persatuan pun sirna.

Kini persatuan itu diteguhkan kembali setelah dikoyak berbagai turbulensi politik yang menegangkan antara NU dan Muhmmadiyah. Baik Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi maupun Ketua Umum PP Muhammadiyah Syafii Maarif bukanlah orang-orang politik seperti Amien Rais dan Gus Dur, dulu. Oleh sebab itu, bobot dari ikrar persatuan NU-Muhammadiyah itu akan lebih genuine, lebih murni.

Indonesia memang bukan hanya milik NU dan Muhammadiyah. Tetapi, sebagai organisasi besar berbasis Islam, keduanya adalah lokomotif untuk merekatkan persatuan di Republik ini. Jika kedua lokomotif ini berhenti, semua gerbong juga akan berhenti.

Itulah sebabnya, sebagai lokomotif, NU dan Muhammaduyah harus benar-benar menyadari peranan mereka. Meregang dan merekatnya bangsa ini sangat tergantung dari bagaimana dua organisasi besar itu memberi contoh dan inspirasi. Maka, kita berharap ikrar persatuan NU-Muhammadiyah bernilai abadi.

 
 
(Dibaca: 3084 kali | Dikirim: 2 kali | Print: 194 kali | Nilai: 0.00/0 votes )
 

Baca juga :
 

 

Copyright © 2001 - 2009, Dudung Abdussomad Toha