| "De'..cariin pendamping buat kakak yaa ?? Mas Rizal udah
siap nikah nih !!", begitu tulis e-mail Mas Rizal, kakakku yang kerja di
Batam kepadaku, singkat dan jelas..tapi susah !!
Sebab, aku akhir-akhir ini ngerasa jengah banget dengan kriteria
macem-macem dari kakakku. Susah juga punya kakak yang bujang lapuk banget seperti
dia..abis usianya sudah bisa dikategorikan tua banget, 27 tahun. Memang, menurut
dia belum tua banget, abis temen-temen kakak di Batam, sama juga seperti kakak,
belum ada yang nikah di usia segitu..bujang lapuk, gitu aku menyebutnya.
Padahal banyak wanita, banyak akhwat yang siap menikah dan tak
urung sering mendekatiku agar dikenalkan dengan kakakku. Apalagi didukung postur
tubuh dan wajah imut kakakku, yang orang lain takkan menyangka bahwa usia kakakku
sudah 27 tahun, kelihatannya sih masih 20 tahunan gitu… Aku sebenarnya
mau sih nyariin Kakakku, tapi..dengan kriteria seabreg yang disodorkan kakak
padaku, aku jadi nggak tega nyariin buatnya. Pernah kutanya kriteria minimalnya.."Mas,
ada kriteria minimalnya nggak ??, coba kusentil dengan pertanyaan seperti itu..
Jawabnya, "Minimal mirip De' Rani aja ya ?? Tapi sepuluh
kriteria yang Mas Rizal sebutin tempo hari.. minimal harus ada !! Udah yaa..Mas
banyak kerjaan nih, kalo bisa dalam satu - dua bulan ini Mas Rizal nggak nelfon-nelfon
lagi, dan lebaran nanti pas Mas Rizal pulang, harus ada !!", nada perintah
kakakku terdengar mantap dan jelas, aku sampe terlongong didepan telpon. Tak
sadar bahwa Mas Rizal sudah menutup telpon dan mengucapkan salam.
Kubaca lagi kriteria Mas Rizal dalam e-mail yang dikirimkan padaku
dua bulan yang lalu. Aku bermaksud akan mencetak e-mail mas Rizal yang panjang
tentang "Sepuluh kriteria Mas Rizal itu, diantaranya adalah : Agama dan
akhlaknya bagus, Menguasai Fiqh Islam, Bisa sedikit bahasa Arab (minimal Bahasa
Arab Pasif, untuk memahami Al Qur'an ) ; Berjilbab ; Sabar ; Cerdas / Smart
; Harus bisa masak, terutama makanan thoyyib dan halal, minimal makanan kesukaan
kakak, Sayur Sop ; Mukanya selalu ceria dan bersinar cerah ; Putih ; Tinggi
; Langsing ; dan Menguasai Teknologi (Komputer / Internet), Psikologi, Manajemen.
Trus kriteria lain : Kalo bisa matanya bening, dan jernih ; punya lesung pipit
yang manis ; pipinya merah delima ; bibirnya merekah ; tubuhnya bersih (tak
ada cela) ; bau badannya selalu wangi ; lehernya berjenjang ; mandiri (bisa
menghasilkan uang sendiri) ; jari-jemarinya lentik ; dan bisa naek sepeda (sebab
di Batam, kemana-mana musti naek sepeda !!) .. entar kalo ada yang kurang, Mas
Rizal telfon ade' lagi deh, ok ? Teman-teman ade' khan banyak, cariin ya??"
Aduuhh..aku sibuk mencari siapa yaa yang cocok untuk Mas Rizal dari kesemua
teman wanitaku. Aku lelah, capek.. tanya ke Ustadzah dengan kriteria seabreg
gitu..malu banget rasanya.. Mana ada wanita sesempurna seperti pilihannya.
Sepatah kalimat muncul di nokia mungilku, "De', jangan patah
semangat yaa..cariin yang terbaik untuk Mas Rizal !!". Mas Rizal, lagi-lagi
dengan sikapnya yang misterius terus mendesakku.. apakah mas Rizal bener-bener
siap dengan segala kriteria yang diajukannya ?? Aku sungguh tak mengerti !!
Lekas kubalas SMS singkat pula, "Mas Rizal, kalo bisa minta tolong Ustadz
- ustadz Mas Rizal sendiri di Batam, yaa..?? Jangan tunggu calon dari ade'..SUSAH
!!". Terus terang, kadang aku minder banget dengan kriteria mas Rizal yang
bejibun banyaknya, aku saja tak memenuhi kriterianya. Pusiiiingg !!! Ya Robb,
tunjukkan hidayah bagi mas Rizal !! Itu calon Mas Rizal, kakakku satu-satunya,
bagaimana juga dengan calon para Ikhwan di luar sana ?? Deuuy..tahu begini aku
tak menyuruh Mas Rizal cepat-cepat nikah !! Anganku melayang kemana-mana, sebab
memang aku yang mendesak Mas Rizal nikah, karena usiaku yang tak terpaut jauh
darinya pun ingin segera menggenapkan setengah Dien juga. Tapi dengan permintaan
Mas Rizal dan harus secepat ini ?? Tak tahulah aku !! Malam ba'da Qiyamul Lail,
aku sengaja menyeleksi beberapa orang wanita atau akhwat kenalanku yang sekiranya
memenuhi persyaratan ideal Mas Rizal yang kesepuluh. Pertama Si Fitri, "Semuanya
cocok, tapi..ups.. dia agak tulalit orangnya, dan satu lagi ia suka latah kalo
kaget, aku menggumam sendirian. Si Wati, Nita, Via, Risa..Ahh… capek..
tak ada yang memenuhi syarat kesepuluh dari Mas !! *******************************************
"Tiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt…", terkaget aku mendengar
suara jam beker memekakkan telingaku..sudah hampir subuh.. Ahh, aku ketiduran
semaleman ditemani biodata teman-temanku. Bersijingkat aku dari tempat tidur,
segera mengambil air wudlu.. "Alhamdulillah..", segar pagi itu terasa
sangat menyejukkan hatiku. Hampir jam tujuh pagi, sebelum menyiapkan diri untuk
berangkat mengajar di sebuah SMU, aku mencari-cari catatan kriteria Mas Rizal
yang kemarin sudah kucetak. Kurang sebulan lagi sudah lebaran, aku harus berusaha
keras mencari data akhwat ke teman-temanku yang lain, rencanaku sepulang dari
mengajar nanti. Kusimpan baik-baik alamat beberapa teman SMU, teman kuliahku
dulu, agar nanti tak kerepotan aku mencari sendiri. Aku akan minta tolong mereka
juga. Ikhtiarku..
"Kring..kring..", telfon di dekatku langsung kusambar,
"Assalammu'alaikum..", terdengar sahut salam di seberang sana, "Ini
De'Rani, yaa ?? De'..ini Mas Rizal.. gimana khabarnya ?? 'Afwan, Mas Rizal sengaja
telfon pagi-pagi gini. Tadi ada acara di rumah Ustadz Mas Rizal, jadi sekalian
Mas Rizal telfon ade', pengen tahu perkembangan pencarian buat mas Rizal, yang
memenuhi kriteria ada nggak ?", intonasi suara Mas Rizal terdengar mantap
dan agak riang. "Belum Mas !! 'Afwan yaa..Ade' ndak punya temen seperti
kriteria Mas Rizal !!", suaraku mantap. "Ya udah deh, nggak usah repot-repot..Mas
Rizal nggak mau ngerepotin ade' !".
"Bener nih ?? Ntar ade' nggak jadi nikah dong Mas ?? Sebab,
Ibunda bilang kalo Ade' pengen nikah, musti nunggu Mas Rizal nikah dulu, lagipula
ade' nggak mau duluan dari Mas Rizal nikahnya ??", aku mencoba beri pengertian
pada Mas Rizal. Sebab Ibundaku mulai khawatir aku menjadi perawan tua, nggak
laku kawin gara-gara nunggu mas Rizal nikah.
"De', makanya ade' nggak usah repot-repot nyeleksi akhwat
untuk Mas Rizal. Insya Allah, ada khabar baik dari Ustadz Mas Rizal….".
terdiam lama mas Rizal. "Halo..mas Rizal masih disitu ?? Khabar baik apaan
mas ??", ucapku bersemangat.
"Insya Allah, permata dunia seperti kriteria Mas Rizal sudah
tersedia. Dan tadi Mas Rizal udah ta'aruf dengan akhwat itu, jadi ..Mas minta
Ade' kasih tahu sama Ibunda dan Ayah, kalo dalam waktu dekat Mas mau mengkhitbah
akhwat pilihan Mas Rizal, sekaligus mohon restu, agar pernikahan Mas Rizal akan
diadakan secepatnya di Batam - rumah akhwat calon Mas, kalo di Jakarta, rumah
kita, Mas Rizal mau aja, tapi bilang ama Keluarga, Mas Rizal mau secara sederhana
saja, sebab waktu cuti kerja buat Mas Rizal cuma seminggu. Kalo Ade' dan keluarga
pengen ikut ke Batam, biayanya Mas Rizal transfer aja ke rekening ade' dalam
waktu dekat.. kasih tahu Mas Rizal yaa..?? gimana ??".
Aku hanya bisa terpana mendengar tuturan panjang Mas Rizal, jadi..jodoh
Mas Rizal sudah ada ?? "Subhanallah.. Barakallah.. Alhamdulillah, ade'
nggak repot-repot nyariin buat Mas Rizal. Mungkin, cuma Ibu ama Bapak, dan Ade'
aja yang ikut, yaa ? Keluarga besar kita ndak ikut ke Batam ?? Trus kesana pake'
uang ade' dulu aja, entar kalo mas Rizal abis nikah, mas Rizal ganti yaa ??",
ucapku merajuk
"Ya, udah dech De'..By The Way..kriteria Abang yang kemaren
itu, semuanya sudah dimiliki oleh Akhwat, calon istri pilihan Abang. Mas Rizal
harap Ade' dan keluarga nggak kaget yaa entar kalo melihat akhwat tersebut !!
Ok ?? Eh, udah dulu yaa.. pulsanya jalan terus nih, entar keburu abis pulsa
HP Mas Rizal..udah yaa ? Wassalammu'alaykum Wr.Wb".
Kuletakkan gagang telfon setelah mengucapkan salam. Khabar baik
dari Mas Rizal telah menemukan apa yang selama ini dicarinya, akhwat pilihan
Mas Rizal, entah sempurna seperti apakah pilihan Mas Rizal, kriteria yang bejibun
banyaknya yang membuatku minder, mudah-mudahan wanita, akhwat pilihan mas Rizal
memang paket special dari Allah untuk mas Rizalku yang cakepnya juga diatas
rata-rata..
Sujud Syukur segera kutunaikan, karena tak perlu hari ini aku
berpayah-payah mencari ke beberapa temanku untuk mencari wanita spesial buat
mas Rizal, karena toh akhwat itu ternyata tak jauh dari tempat Mas Rizal bekerja
di Batam. **************************************
Rombongan Mas Rizal, aku, kedua orangtuaku, dan Ustadz Mas Rizal
serta beberapa dari teman ikhwan Mas Rizal mendampingi Mas Rizal di hari resepsi
pernikahan yang lumayan sederhana. Aku dan pihak keluarga masih belum dikenalkan
oleh calon Istri Mas Rizal. Mas Rizal belum mengijinkan, sebab itu surprais
dan kejutan manis buat kami sekeluarga.
Aku masih berada di belakang mas Rizal, ketika akad nikah berlangsung,
akhwat-calon istri Mas Rizal masih di dalam kamar pengantinnya. Setelah resmi
akad nikah dilakukan dan kedua calon mempelai dipertemukan serta melakukan sholat
sunnah. Tibalah aku dipertemukan dengan istri Mas Rizal yang ternyata.. Subhanallah..Allahu
akbar..
Berdegup jantungku, melihat Mas Rizal memanggilku dan kedua orangtuaku…"De',
sini deket ama Mas Rizal, sama Ibu dan Bapak yaa..Mas Rizal mau kenalin nih
ama Istri Mas tercinta", ucap Mas Rizal sambil berkedip kearah istrinya
yang saat itu menggunakan gaun putih pengantin, sementara Mas Rizal mengenakan
jas, serasi dengan gaun istrinya.
"Mbak Izzah. De' Rani..udah kenal ama Mbak khan di Jakarta
??", suara lembut wanita itu singgah ke otakku. Allahu Robbi..Aku tak percaya
melihat sosok wanita dihadapanku..sosok akhwat mulia yang menjadi pendamping
Mas Rizal..Allahu Akbar..kiranya inilah bidadari sempurna yang diberikan Allah
pada Mas Rizal di dunia, dan lidahku kelu tak bisa berkata apa-apa untuk mengungkapkan
semua yang muncul sekilas dihatiku dan ingin segera kukatakan pada Mas Rizal.
Tiba-tiba..dari sudut mataku, aku menangis terharu.. bahkan kedua orang tuaku
pun demikian, tak percaya dengan wanita pilihan Mas Rizal..yang bukan hanya
sempurna, tapi memang bukan sekedar wanita biasa.. Kami telah mengenal wanita
itu sejak lama.. Subhanallah.. ****************************************
Yup..Wanita atau Akhwat Spesial pilihan Mas Rizal, adalah seorang
Janda (istri dari salah satu ikhwan yang telah meninggal dalam usahanya berdakwah
di Ambon, menegakkan Ad Dien), usianya pun sudah hampir 32 tahun, anak Beliau
sudah empat, mirip ketika Nabi SAW menikahi Ibunda Khadijah r.a..yang hingga
akhir hayatnya setia mendampingi Rasulullah SAW.
Alhamdulillah..agaknya kedua orangtuaku pun setuju dengan pilihan
Mas Rizal, karena sejak dulu Ibundaku sangat menghormati Mbak Izzah Syifana,
istri Mas Rizal, bahkan ingin segera menjodohkan Mas Rizal dengan Beliau meski
statusnya sudah menjanda. Tetapi Mbak Izzah terlanjur pindah mengikuti kehendak
kakaknya yang Ustadz juga di Batam. Tak tahunya..jodoh memang tak kemana, di
Batam pula akhirnya Beliau dipertemukan dengan Mas Rizal, Kakakku tercinta.
Baru aku tahu, kenapa banyak kriteria yang Mas Rizal ajukan, sebab Mas Rizal
memang orang yang spesial, sehingga berbesar hati dan berlapang dada menerima
akhwat yang terlampau lebih spesial dari kriteria Mas Rizal sendiri !! Semoga
Barakah dan limpahan rahmat senantiasa menyertainya..Amin. Dalam e-mail Mas
Rizal, dua bulan sejak resepsi sederhana diJakarta, rumah kami sekeluarga, Mas
Rizal baru menerangkan kenapa banyak sekali kriteria yang diajukan Mas Rizal
kepadaku, sebab hampir-hampir saat ini memang tak ada akhwat sejenis itu di
Jakarta, kecuali akhwat produk jaman kuliah Mas Rizal, yang memang aku mengakui
sangat bagus ghirah atau semangatnya dalam berdakwah.
Teman-temanku yang pernah memendam hati pada Mas Rizal serentak
'agak' kecewa, setelah kusampaikan kabar terbaik tentang pernikahan Mas Rizal,
karena Mas Rizal perfect banget orangnya.
Lantas, Mas Rizal menuturkan kembali, tentang kriterianya satu
persatu : "De' Rani, tahu ngga' kenapa harus banyak kriteria untuk istri
Mas ? Mas Rizal ingin ade' seperti Mbak Izzah, istri Ms untuk meningkatkan kualitas
pribadi ade', diantarannya ialah : Agama dan akhlak ade' musti bagus, Menguasai
Fiqh Islam, Bisa sedikit bahasa Arab (minimal Bahasa Arab Pasif, untuk memahami
Al Qur'an) : Mas Rizal pun hingga kini belajar capai semua dengan susah
payah, sampai menunda nikah di usia yang ke-27, sebab lelaki yang jadi Qowwam
/ pemimpin dalam keluarganya dan ketika di rumah, sang Istri wajib kiranya mengajari
hafalan Qur'an pada jundi - jundiyahnya..
Berjilbab : karena ia sering membersihkan / mengeramasi
*RAMBUT*nya dengan *JILBAB* yang akan menghilangkan *KETOMBE* dari pandangan
lelaki yang belum tentu menjadi *JODOH* nya ! Sudah jelas khan De' kriteria
seperti ini ?? Yang pasti Akhwat dong De'..:).. Istri Mas musti Sabar dan tahan
bantingan : he..he.. maksud Mas Rizal, sabar saat suka dan duka .. mendampingi
Mas Rizal yang kurang sabar..he.. he.. ketahuan yaa De'..tapi hingga saat ini,
Mas Rizal belajar sabar dari..Mbak Izzah !
Cerdas / Smart : Ini perlu, untuk kelanjutan visi dakwah
Mas Rizal, menegakkan Islam di Bumi Allah dan bisa mengambil kebijakan ketika
Mas Rizal mengalami kesulitan..Amin..
Harus bisa masak, terutama makanan yang thoyyib dan halal,
minimal makanan kesukaan kakak, Sayur Sop : Ups..yang satu ini musti De',
tapi jangan diketawain yaa, sebab apa gunanya bisa masak doang, tapi nggak taunya
ada yang haram dalam bumbu atau gak bergizi tuk perkembangan jundinya kelak..:)..
Mukanya selalu ceria dan bersinar cerah : Maksud Abang, Akhwat tersebut harus
selalu berhias dan pake' bedak di *WAJAH*nya dengan *AIR WUDLU*, niscaya akan
bercahaya diakhirat, dan menyejukkan pandangan Abang, ketika melihat muka Beliau
sepulang Abang dari kerja..
Putih : Seputih ruhani dan hatinya akibat sering Sholat
Sunnah di malam hari, hingga hatinya senantiasa bebas dari penyakit hati, seperti
dengki, iri, hasutan, dan lainnya, ade' pasti tahu mengenai hal ini..
Tinggi : Sebab ia selalu memasang *SEPATU JIHAD* pada
*KEDUA KAKI*nya untuk menegakkan Kebenaran dan Keadilan di bumi ?, bukan untuk
membuatnya Tinggi hati / sombong !!
Langsing : dengan tubuhnya yang langsing ia mampu QANAAH
dalam mengarungi bahtera rumah tangga kami kelak, ini diperlukan, agar ia mampu
Zuhud, berkecukupan dengan ma'isyah atau penghasilan dari Mas, baik sedikit
maupun banyak, sehingga dan satu lagi..ia biasa Shoum / Puasa sunnah..Alhamdulillah,
yang pasti ade' juga donk !!
Menguasai Teknologi (Komputer / Internet), Psikologi, Manajemen
: Untuk mendidik jundi-jundiyah Mas Rizal kelak, agar mampu berkiprah di
tengah masyarakat dan mengahadapi tantangan jaman..
Kalo bisa matanya bening, dan jernih : Akhwat tersebut
mampu menjadikan *GHADDUL BASHOR* (Menundukkan Pandangan) sebagai *HIASAN KEDUA
MATA*nya, niscaya makin bening dan jernih.
Punya lesung pipit yang manis : sebab ia selalu merawat
*LESUNG PIPIT*nya dengan *MASKER SENYUMAN*, niscaya dihadapan Mas Rizal senyum-nya
akan semakin berseri-seri menawan hati..ehm
Pipinya berwarna merah delima : Ia harus menggunakan *PEMERAH
PIPI* pada pipinya dengan Kosmetika *RASA MALU* yang dijual di *SALON IMAN*,
agar ia terlihat anggun di depan Mas Rizal..
Bibirnya merekah : karena setiap berhias, ia senantiasa
mengoleskan *LIPSTIK KEJUJURAN* pada *BIBIR* nya, niscaya akan semakin indah.
Tubuhnya bersih (tak ada cela) => sebab ia senantiasa membaluti *TUBUH*nya
dengan *PAKAIAN TAQWA*, niscaya ia makin bersahaja, begitu juga dengan telinganya
yang selalu dipakaikan *GIWANG MUSTAMI' (PENDENGAR)*, agar selalu taat dan patuh
kepada ? dan Rasul-Nya, serta nurut pada suami tentunya..yaa De' ??
Bau badannya selalu wangi : sebab ia selalu memakai *SABUN
ISTIGHFAR* untuk meng-hilangkan semua dosa dan kesalahan yang ia lakukan. Lehernya
berjenjang : Tak lupa ia selalu mengenakan *KALUNG 'IFFAH (KESUCIAN)* di*LEHER*
jenjangnya, niscaya akan semakin berkilauan. Jari-jemarinya lentik : karena
ia menghiasi *KEDUA TANGAN*nya dengan *GELANG TAWADHU' (RENDAH HATI)*, niscaya
orang akan kagum padanya dan memberi *JARI-JARI LENTIK*nya dengan *CINCIN UKHUWAH
Islamiyah* (persaudaraan di Jalan Allah - ?), niscaya ia makin disayang banyak
orang, terutama Mas Rizal..:)..
Mandiri (bisa menghasilkan uang sendiri) : agar ketika
Mas Rizal di PHK atau nggak kerja lagi atau berangkat Jihad atau Dakwah, Beliau
- Istri Abang mampu memberi asap untuk dapurnya.. Lagi pula, Mas Rizal rencananya
pengen Poligami..ups.. of the record deh ! Tunggu Bulan Madu yang belum selesai..dan
nunggu Mas Rizal punya rumah mewah, mobil de el el..eh mungkin ndak yaa De'
?? J
Dan bisa naek sepeda : yang ini nih belajar tirakat juga,
abis kalo di Batam, kemana-mana musti naek sepeda, Mas Rizal kan belum bisa
beli Motor / Mobil sendiri !! Biaya hidup di Batam mahal..dua kali lipat di
Jakarta De'..jadi musti hemat !! Di Akhir e-mailnya yang terlampau panjang,
Mas Rizal menuliskan kata-kata : "Kalo kita berkualitas dan spesial di
hadapan Allah, niscaya jodoh yang akan datang kepada kita pun demikian seperti
halnya kita". ***************************************
EPILOG : Allahu Akbar..begitu panjang penjelasan kriteria
Abang, yang aku sendiri belum bisa mencapainya hingga saat ini.., aku tak tahu
sejak kapan mas Rizal memperoleh kriteria yang Subhanallah, tak sanggup aku
menjadi wanita sempurna seperti makna yang ada didalamnya, tapi aku tetap bertekad
untuk belajar membaiki semuanya seperti apa yang diinginkan Mas Rizal..kakakku
sayang.
No body's perfect !! Kini, diusiaku yang ke-24 tahun, saat nikah
itupun tiba.dan telah hadir pendamping disisiku.. kriterianya pun tak jauh seperti
Mas Rizal..Beliau seusia Mas Rizal, 27 tahun.
Beliau tidak seperti kebanyakan lelaki biasa, bukan sekedar ikhwan
biasa, Beliau teramat spesial yang dihadirkan Allah untukku. Namanya Bang Arif,
begitu aku memanggilnya.. Bang Arif sudah beristri.. dan aku sudah mempercayakan
biduk rumah tanggaku padanya.. tuk bersedia Poligami.. Selama ini hubunganku
dengan mbak Aisyah, istri Bang Arif pun baik-baik saja, dan hingga kini pun
ada perasaan rughbah (kesenangan) diantara kami berdua. Dari beliau, Mbak Aisyah
juga aku bisa belajar menjadi wanita sholehah idaman ikhwan..eh maksudku ..idaman
Insan !! Karena dari tangan-tangan wanita Sholehah akan terlahir mujahid-mujahidah
dakwah baru yang akan menegakkan Islam di Bumi Allah..
Disamping itu, kami..Aku, Mbak Aisyah dan Bang Arif tak pernah
henti untuk saling memotivasi.. Allahu Akbar..!! [28082002..saat detik-detik
"Mati" seakan tertatih dan kerap menghampiri..Ya Robbi.. sabarkan
aku meniti panjangnya jalan dakwah ini.. Amin !!] Buat ".." yg belum
nikah..kapan nikah ?? ditunggu undangannya ! Dedicated to : ".."
yg buatku terpacu merindu syahid, Akh "Gustavo" (Jazakallah atas ide
temen-temen di UTA, yang mengilhami hingga cerpen ini ada, serta tak lupa support
dari kru Insan).
Kado buat Pengantin baru : B'Afri (dan Izis-nya) yang
masih terlantun 'Tak Sekedar Kata' dari lisannya, agar ana tetap Sabar, Istiqomah
dan semangat menjalani kehidupan ini ; Uda Ari (dan D'Wira) ; U'D ; serta A'Gustv..
Barokallahu lakum wa baroka 'alaikum wa jama'a baynakum fii khoir..Afwan !!
For All My Friends.. Kriterianya jangan tinggi2 yaa..:) .. Keep fighting with
Jihad in Your Heart !!
|