Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
"Malaikat Jibril datang kepada Nabi Saw, lalu berkata, "Hai Muhammad, hiduplah sesukamu namun engkau pasti mati. Berbuatlah sesukamu namun engkau pasti akan diganjar, dan cintailah siapa yang engkau sukai namun pasti engkau akan berpisah dengannya. Ketahuilah, kemuliaan seorang mukmin tergantung shalat malamnya dan kehormatannya tergantung dari ketidakbutuhannya kepada orang lain." (HR. Ath-Thabrani)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
KURS VALUTA ASING
Mata UangJual (Rp)Beli (Rp)
USD9,275.009,125.00
SGD6,642.906,512.90
HKD1,196.301,174.90
CHF8,677.608,513.60
GBP13,919.9513,639.95
AUD8,508.758,334.75
JPY103.06100.48
SEK1,309.251,276.85
DKK1,715.501,669.00
CAD9,055.358,863.35
EUR12,675.5512,442.55
SAR2,482.802,423.80
Update : 11-Mar-2010 / 16:11 WIB
Sumber : Bank Central Asia (BCA)
21 September 2009 - 07:13
"Taqqaballahu Minna Wa Minkum Syiamana Wa Syiamakum" Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Mohon maaf lahir & bathin.

29 Desember 2008 - 22:06
Selamat Tahun Baru 1 Muharam 1430 Hijriah

08 Desember 2008 - 11:20
Dengan semangat Idul Adha, mari kita berbagi rejeki dan kebahagiaan dengan sesama. Dan tetap semangat untuk menghadapi hari esok yang lebih baik dengan terus berkarya. SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA

Pengunjung Hari ini 2477 , Total 2477 uniqe visitors, sejak 11-03-2010 .
Terdapat 56 pengunjung yang sedang online saat ini
 
dudung.net@Yahoo Messenger

dudung_at@yahoo.com
 
 
Pencarian  
 
Artikel Islami
23 Mei 2003 - 11:24
Cinta Alam Semesta    
 

Sesungguhnya, tak pernah pencinta mencari tanpa dicari pula oleh kekasihnya.
Apabila kilat cinta telah membakar hati yang ini,
ketahuilah bahwa dihati yang itu pun cinta telah bersemayam penuh gelora.

Apabila cinta Tuhan telah membara direlung hatimu, pastilah Dia telah mencintaimu.
Tiada suara tepukan terdengar hanya dari sebelah tangan.
Hikmah Tuhan dalam takdir dan hukum yang menjadikan kita saling mencinta.

Oleh karena itulah setiap bagian dari dunia diberi pasangan.
Dimata orang bijak, langit adalah laki-laki dan bumi adalah perempuan;
bumi memupuk seluruh yang telah langit turunkan.

Apabila bumi kekurangan panas, langit mengirimkannya;
jika ia kehilangan embun dan dan kesegarannya, langit memulihkannya.

Langit berkeliling, laksana seorang suami yang mencari nafkah demi istrinya.
Sedangkan bumi sibuk mengurus rumah tangganya;
ia merawat yang lahir dan menyusui apa yang telah ia lahirkan.

Pandanglah bumi dan langit sebagai makluk yang dikaruniai kecerdasan,
karena mereka melakukan pekerjaan mahluk yang berakal pikiran.

Jikalau pasangan ini tidak merasakan kebahagiaan dari satu dengan lainnya,
mengapa mereka melangkah bersama laksana sepasang kekasih yang saling mencinta?

Tanpa bumi, bagaimana bunga dan pepohonan akan tumbuh?
lalu, air dan panas langit akan menghasilkan apa?
Karena Tuhan meletakan gairah dalam diri pria dan wanita lewat persatuanyalah bumi terselamatkan.
Maka Dia menanamkan gairah kedalam setiap jenis makluknya yang lain.

Secara lahir siang dan malam saling bertentangan ;
namun keduanya saling membantu demi satu tujuan.
Masing-masing saling mencinta demi kesempurnaan pekerjaan mereka yang saling membutuhkan.

Tanpa malam, watak manusia takkan menerima penghasilan,
sehingga sehingga takkan ada siang guna dibelanjakan.

Jiwa berkata kepada tubuh, " Penghasilanku lebih pahit dari padamu; aku adalah penghuni surga".
Tubuh menginginkan tumbuh-tumbuhan hujan dan siraman air, karena dia berasal daripadanya;
Jiwa menginginkan kehidupan dan Tuhan Yang Maha Hidup, karena ia berasal dari Jiwa Yang Tak Terhingga.
Hasrat jiwa adalah pendakian keagungan, hasrat tubuh adalah harta dan kepuasan.

Dan Yang Maha Luhur itu menginginkan dan mencintai jiwa;
perhatikanlah ayat "Dia mencintai mereka dan mereka mencintai-Nya.

Pokoknya ialah bila seorang mencari, jiwa yang dicarinya pun menginginkanya.
Namun kalau gairah pencinta membuatnya kurus kering,
maka gairah dari dicinta akan membuatnya indah dan semakin mempesona.

Cinta, yang membuat pipi sang kekasih semakin merekah, memakan jiwa sang pencinta.

Ambar mencintai jerami kelihatan tak menghasratkan apa-apa,
sementara jerami berjuang untuk dapat melangkah maju dijalan yang panjang!

------------------------------
Jalaluddin Rumi (1207-1273)

 
 
(Dibaca: 4056 kali | Dikirim: 18 kali | Print: 280 kali | Nilai: 9.00/1 votes )
 

Baca juga :
 

 

Copyright © 2001 - 2010, Dudung Abdussomad Toha