Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (al-Baqarah: 286)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Artikel Islami
01 Desember 2003 - 17:51
Dini hari di Madinah Al Munawarah       
oleh : Jalaluddin Rakhmat
 

Kusaksikan para sahabat berkumpul di masjid mu
Angin sahara membekukan kulitku
Gigiku gemeretak
Kakiku berguncang
Tiba-tiba pintu hujrah mu terbuka
Engkau datang ya Rasulullah

Kupandang dikau
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Assalamualaika ayyuhan Nabi wa rahmatullah
Kudengar salam bersahut-sahutan

Kau tersenyum ya Rasulullah
Wajahmu bersinar
Angin sahara berubah hangat
Cahaya mu menyelusup seluruh daging dan darahku
Dini hari Madinah berubah menjadi siang yang cerah

Kudengar engakau berkata ;
"Adakah air pada kalian ? "
kutengok cepat gharibahku
para sahabat sibuk memperlihatkan kantong kosong
tidak ada setetes pun air, ya Rasulullah
kusesali diriku
mengapa tak kucari air sebelum tiba di masjidmu
duhai bahagianya, jika kubasahi wajah dan tanganmu
dengan percikan-percikan air dari gharibahku

Kudengar suaramu lirih
Bawakan wadah yang basah
Aku ingin meloncat mempersembahkan gharibahku
Tapi ratusan sahabat berdesakan mendekatimu

Kau ambil gharibah kosong
Kau celupkan jari-jarimu

Subhanallah,
Kulihat air mengalir dari sela-sela jarimu
Kami berdecak, berebut, berwudhuk
Dari pancuran sucimu

Betapa sejuk air itu ya Rasulullah
Betapa harum air itu ya Nabi Allah
Betapa lezat air itu ya Habib Allah

Kulihat Ibnu Mas'ud mereguknya sepuas-puasnya
Qad qamatish Shalah
Qad qamatish Shalah

Duhai bahagianya sholat dibelakangmu
Ayat sucimu mengalir dari suaramu
Melimpah memasuki jantung dan pembuluh darahku

Usai sholat kaupandangi kami
Masih dengan yang sejuk itu

Cahayamu, ya Rasulullah
Tak mungkin kulupakan

Ingin kubenamkan setetes diriku dalam samudera dirimu
Ingin kujatuhkan sebutir debuku dalam sahara tak terhinggamu

Kudengar kau berkata lirih
"Ayyu khalaqi a'jabu ilakum I'ma'nan ?"
Siapa makhluk yang imannya paling sempurna ?
..... Malaikat, ya Rasulullah

Bagaimana Malaikat tak beriman,
Bukankah mereka berada di samping Tuhan ?
..... Para Nabi, ya Rasulullah

Bagaimana Nabi tak beriman,
Bukankah pada mereka turun wahyu

..... Kalau begitu siapakah mereka, ya Rasulullah ?

Langit Madiah bening, bumi Madiah hening
Kami termangu .,

Siapa gerangan mereka yang imannya paling mempesona
Kutahan nafasku,
Kuhentikan detak jantungku
Kudengar sabda mu,

"Yang paling mempesona imannya
mereka yang datang sesudah ku
beriman kepadaku
padahal  tidak pernah melihat dan berjumpa dengan ku
yang paling mempesona imannya
mereka yang tiba setelah aku tiada
yang membenarkanku
tanpa pernah melihatku

Bukankah kami ini saudaramu juga, ya Rasulullah
Kalian sahabat-sahabatku
Saudaraku adalah
Mereka yang tidak pernah berjumpa dengan ku
Mereka beriman pada yang ghaib
Mendirikan sholat
Menginfakkan sebagian rezeki yang
Kami berikan kepada mereka

Kami terpaku,
Langit Madinah bening, bumi Madinah hening
Kudengar lagi engau berkata
Alangkah rindunya daku pada mereka
Alangkah bahagianya aku memenuhi mereka

Suaramu parau,
Butir-butir air matamu tergenang
Kau rindukan mereka ya Rasulullah
Kau dambakan pertemuan dengan mereka, ya Nabi Allah

Assalamu'alaika ayyuhan nabi wa rahmatullahi wa baraka'tuh.

 
 
(Dibaca: 14794 kali | Dikirim: 33 kali | Print: 214 kali | Nilai: 8.67/3 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha