Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
"Tahanlah diri jika seseorang menceritakan dirinya sendiri, tak perlu ikut sibuk menceritakan diri kita sendiri agar tampak lebih dari dia. Biarlah dia bahagia dengan ceritanya."
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
VALUTA ASING
 KURS JUAL BELI
 USD 12.724,00 11.724,00
 SGD 8.372,71 7.708,09
 HKD 1.641,70 1.512,58
 JPY(100) 1.335,32 1.229,96
 GBP 19.499,53 17.960,00
 EUR 16.106,04 14.839,07
Update : 02-12-2008, 03:20:03 WIB
Sumber : Bank Indonesia
12 September 2007 - 10:55
Marhaban Ya Ramadhan. Mari kita sambut ramadhan dengan hati yang suci.Mohon maaf lahir dan batin, Smoga Allah berkenan menerima amalan ibadah dan mengampuni dosa dosa kita.Amin

20 September 2007 - 15:59
Terima kasih pada tim dari Dirjen Kekayaan Negara Departemen Keuangan RI, yang telah melakukan Studi Banding pengelolaan portal/website dengan DUDUNG.NET pada tanggal 6 September 2007

19 Januari 2007 - 16:54
Selamat Tahun Baru 1428 Hijriyah.... Muhasabah akhir tahun... dan songsong Hari Esok yg lebih baik.... Semoga umat Islam semakin dipersatukan dalam Naungan dan RidhoNYA. Amin....

Pengunjung Hari ini 197 , Total 1693 uniqe visitors, sejak 01-12-2008 .
Terdapat 15 pengunjung yang sedang online saat ini
 
dudung.net@Yahoo Messenger

dudung_at@yahoo.com
 
 
Pencarian  
 
Artikel Islami
15 Juni 2008 - 17:05
Mari kita memaksa diri untuk ingat mati !    
Oleh : Wibowo
 

Maaf...baru terfikir untuk menceritakan cerita ini pada rekan-rekan pengunjung Dudung.net, mungkin ceritanya sudah basi, tapi insya Allah menarik, ada sisi baik di balik dari cerita ini untuk kita renungkan, berikut ini ceritanya.

Sama seperti pada minggu-minggu sebelumnya, walau tidak rutin tapi sering...Pagi-pagi sekali kami bertiga, aku, istri dan anak dalam satu sepeda motor berangkat menuju pengobatan alternatif untuk terapi kesehatan. Ketika itu istiku sedang hamil 8 bulan, agar ia dan janin yang dikandungnya sehat, untuk itu kami berinisiatif rutin terapi. Di samping biayanya sangat terjangkau, sekalian aku dan anak pertamaku juga diterapi disana, sekedar untuk menjaga kesehatan.

Berhubung pengobatan alternatif buka praktek jam 1/2 6 pagi, jadi jam 4 pagi kami harus sudah siap-siap berangkat, sholat subuhnya berjamaah di masjid yang berada tidak jauh dari tempat praktek itu. Pagi itu, sekian menit lagi akan sampai ke mesjid, aku dikejutkan dengan melintasnya Bajaj di perempatan lampu merah di kawasan Tebet Dalam ! biasalah perempatan lampu merah yang letaknya agak jauh ke dalam dari jalan besar, orang suka main nyelonong aja. Apalagi di pagi hari, selain sepi...pada perempatan seperti itu jarang ada polisi yang bertugas disana.

Detail kejadiannya begini. Ketika berada di perempatan lampu merah, saat itu jatahku untuk jalan dan dari jauh juga aku lihat lampu memang sudah hijau. Pada waktu aku akan tancap gas untuk belok kanan, selang sekian detik...dari arah berlawan ada Bajaj melaju kencang menerabas lampu merah. Masya Allah, Asli...aku kaget sekali, puji syukur Alhamdulillah terucap di hati dan dalam sholat aku sujud syukur, Allah masih memberi kesempatan pada kami bertiga untuk hidup, ups...bukan bertiga...tapi berempat ! ada satu lagi, yaitu janin yang sudah berumur 8 bulan di dalam rahim istriku.

Lalu sesampai di tempat tujuan dan dalam situasi antri, ada salah seorang Bapak-bapak disana menginformasikan bahwa Taufik Savalas meninggal dunia. "Innalillahi wainna ilahi rojiun" ucapku spontan saat itu. Lalu penasaran juga aku pingin tau jelas gimana kejadian wafatnya pelawak kondang itu ?! Langsung saja aku bertanya "meninggalnya kenapa Pak ?" Bapak itu bilang "tabrakan" ! Wah kaget juga aku...karena baruuu saja aku sekeluarga hampir kena musibah yang sama. Dalam beberapa jam ke depan terlintas terus di pikiranku mengenai kejadian di perempatan itu tadi. Tapi aku tidak sanggup untuk terus membayangkannya bila saat itu sampai terjadi tabrakan beneran ! apalagi saat itu istriku dalam keadaan hamil tua.

Seiring dengan meninggalnya Taufik Savalas, di penjuru negeri dan belahan negara sana, banyak juga manusia yang menjumpai ajalnya dan begitu seterusnya sampai hari akhir nanti. Dalam surah Ali-Imran ayat 185, Allah berfirman "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati". Begitulah ketentuan yang berlaku tertulis di dalam Al-qur'an.

Bila ajal sudah tiba ! berarti jatah waktu kita hidup di dunia sudah habis. Tidak ada satu mahluk pun yang bisa menghindar lari dari jemputan malaikat Izroil yang memang secara khusus sudah diperintahkan oleh Allah. Allah berkata dalam QS.Al-Munaafiqun Ayat 11 "Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan."

Dalam ayat lain Allah berfirman "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan". (QS.Al-Jumu'ah : 8).

Mendengar kabar orang meninggal dunia, sungguh itu sebuah kabar yang tidak mengenakan untuk di dengar, apalagi yang meninggal dunia itu sodara dekat atau kawan dekat. Seperti Taufik Savalas itu, aku lihat berita di layar kaca, beberapa kawannya sampai ada yang meneteskan air mata. Masyarakat pun ada yang merasa kehilangan sosok pelawak yang sangat lucu itu. Saat mengenangnya mereka berkomentar "dia orangnya ramah lho dan baik, dermawan juga suka bagi-bagi duit pada orang miskin, dan suka berdakwah juga".

Saat kita melihat atau mendengar ada orang meninggal dunia, jangan hanya berexpresi sedih dan berkomentar seperti tadi di atas. Karena buat apa hanya berexpresi sedih, tapi jauh dari ingat mati ! harusnya berbarengan dengan expresi itu, kita paksakan diri untuk ingat mati, bahwasanya kita juga akan mengalami hal yang serupa, yaitu mati ! Jadi merenunglah sejenak, sudah sampai mana kwalitas ibadah kita hingga saat ini dan sudah sejauh mana kita mempersiapkan diri untuk menghadapi kematian ?! menurut hematku, begitu lah seharusnya sikap diri ketika melihat atau mendengar ada orang yang sudah lebih dulu menghadap keharibaan-Nya.

Baginda Nabi Muhammad S A W bersabda ''Orang yang cerdas adalah orang yang pandai menghisab dirinya di dunia dan beramal untuk kehidupan setelah mati. Sedangkan orang yang bodoh adalah orang yang dirinya selalu mengikuti hawa nafsunya dan hanya suka berharap kepada Allah tanpa melakukan apa-apa.'' (HR Tirmidzi).

Mari kita memaksa diri untuk ingat mati, karena kapan saja dan dimana saja maut bisa datang ! Mati tidak selalu berawal dengan timbulnya penyakit, tapi bisa datang dengan tiba-tiba tanpa diduga. Itu semata-mata karena memang jatah waktu hidup sudah habis, jadi saat itu Allah memerintahkan malaikat Izroil untuk mencabut jawa seseorang dalam keadaan apapun. Wallahu 'alam bish showab.

 
 
(Dibaca: 6311 kali | Dikirim: 24 kali | Print: 0 kali | Nilai: 0.14/7 votes )
 

Baca juga :
 

 

Copyright © 2001 - 2008, Dudung Abdussomad Toha