| Da'wah merupakan sebuah jalan yang harus dilalui dalam rangka menegakkan kalimatullah.
Layaknya sebuah keping mata uang, da'wah tidak dapat dilepaskan dari Islam.
Ia bukan sekedar proses yang penting dilakukan, tetapi lebih jauh da'wah adalah
sebuah kewajiban dari Allah SWT sebagaimana yang telah diwahyukan dalam surat
An Nahl ayat 125: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik…" sekaligus perintah
dari Rasulullah mulia Muhammad saw: "Sampaikan dariku walaupun hanya satu ayat."
Demikian mulia dan agungnya kedudukan da'wah dalam ajaran Islam, maka sudah
menjadi keharusan bagi setiap individu yang mengaku muslim untuk bukan sekedar
terpanggil tetapi bahkan mencoba mencurahkan segenap kehidupannya untuk da'wah.
Seiring dengan berkembang pesatnya kemajuan zaman, beberapa tahun silam muncul
di hadapan kita sebuah "dunia baru" bersamaan dengan hadirnya internet. Manusia
dengan kepandaiannya telah berhasil membuat sebuah dunia yang tanpa jarak dan
tanpa sekat melalui internet. Internet juga telah berhasil menghubungkan manusia
yang satu dengan yang lain hanya dalam hitungan detik. Beberapa negara dapat
bergantian kita singgahi dalam sekejap. Sehingga selain dunia nyata yang kita
alami sehari-hari, manusia juga disuguhkan sebuah "dunia lain" yang sering disebut-sebut
dengan dunia cyber atau dunia maya.
Berkaitan dengan hal tersebut, Islam sebagai agama yang responsif terhadap
segala perubahan dan keadaan, sudah selayaknya melakukan evaluasi terhadap "da'wah
tradisionalnya". Da'wah dalam artinya yang luas (bukan sekedar tabligh atau
ceramah) dituntut untuk mampu menembus dunia cyber dalam rangka menebarkan benih-benih
Al Islam. Ada beberapa alasan mengapa da'wah dipandang penting untuk dihadirkan
di dunia maya:
1. Setiap orang berhak untuk menerima da'wah.
Da'wah bukanlah terbatas hanya untuk sebagian kalangan dan melupakan kalangan
yang lain. Bahkan Rasulullah Muhammad saw mengajarkan para sahabatnya dan juga
kita umatnya untuk berda'wah bukan hanya ditujukan kepada sesama muslim, tapi
juga harus menyentuh sisi-sisi di luar umat muslimin. Suatu riwayat menceritakan
mengenai kisah pengemis Yahudi yang buta. Pengemis Yahudi yang buta itu selalu
berdiri di sebuah pasar seraya terus menerus menjelek-jelekan Rasulullah Muhammad
saw kepada semua orang yang berlalu di hadapannya. Mendengar hinaan tersebut
Rasulullah tidak merasa tersinggung, bahkan ia yang selalu menyuapi makanan
kepada sang pengemis tanpa memberitahukan kepada pengemis itu siapa dirinya.
Barulah setelah Rasulullah wafat, pengemis Yahudi mendengar perlakuan Rasulullah
saw itu dari sahabat Abu Bakar. Pengemis itu kemudian menangis dan bersyahadat
di hadapan Abu Bakar setelah mendengar penuturan Abu Bakar.
Oleh sebab itu upaya untuk berda'wah kepada para netter (pengguna internet)
dipandang penting untuk dilakukan. Dari pengalaman yang ada, tidak sedikit pengguna
internet yang tadinya nonmuslim menjadi tertarik kepada Islam. Bahkan dari sekian
banyak yang tertarik itu, di antaranya telah berhasil menemukan kesucian dan
kebenaran Islam lantaran da'wah yang dilakukan di internet.
2. Da'wah dilakukan untuk mengenalkan Islam.
Sebuah proses pengenalan terhadap Islam mutlak diperlukan dalam rangka menegakkan
kembali kejayaan Islam. Pengenalan ini sangat penting, karena akan menentukan
apakah pemahaman seseorang terhadap Islam sudah baik dan benar. Hal ini sesuai
dengan firman Allah dalam surat Al An'am ayat 153 "Dan bahwa (yang Kami perintahkan)
ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia dan janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari
jalan-Nya, yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kamu agar kamu bertaqwa".
Da'wah dapat diumpamakan sebagai pengenalan sebuah produk kepada seseorang.
Dan sejak dunia ekonomi mengajarkan bahwa sebuah produk dibuat untuk ditawarkan
kepada konsumen, pengenalan Islam melalui da'wah menjadi sangat urgen di internet.
Hal ini didasari pada fakta bahwa saat ini manusia yang menjalani "kehidupan"
dalam dunia maya sudah mencapai angka puluhan juta.
3. Da'wah memiliki arti yang sangat luas.
Adalah sebuah hal yang umum bahwa sementara ini tidak sedikit orang yang mendefenisikan
da'wah hanya sebatas pada acara-acara tabligh ataupun ceramah-ceramah yang dilakukan
oleh mubaligh-mubaligh terkenal. Padahal segala upaya yang ditujukan untuk menyeru
manusia kepada Allah 'Azza wa Jalla adalah da'wah. Dan da'wah merupakan manifestasi
ibadah seseorang. Sehingga semenjak Hasan Al Bana-seorang ulama Mesir yang terkenal-
mengatakan bahwa segala perbuatan dapat bernilai ibadah bila dilakukan dengan
niat karena Allah dan dengan syariat yang benar, maka menyebarkan Islam melalui
internet adalah sebuah da'wah sekaligus bernilai ibadah di hadapan Allah SWT.
4. Setiap muslim wajib mencegah kemungkaran.
Bukan rahasia lagi bahwa internet yang dibangga-banggakan sebagai terobosan
teknologi komputer terbesar di millennium ini, ternyata juga memiliki begitu
banyak kekurangan. Salah satunya adalah belum ditemukannya mekanisme yang tepat
untuk mencegah kebebasan-kebebasan yang benar-benar tanpa batas di internet.
Sehingga jadilah internet sebagai lahan subur bagi tumbuhnya kemaksiatan-kemaksiatan
seperti pornografi dan perjudian yang dilakukan secara online. Melihat kenyataan
yang demikian itu, kehadiran Al Haq sebagai antitesa sejati Al Bathil di dunia
maya adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Allah SWT selalu
memerintahkan kepada kita untuk mencegah kemungkaran-kemungkaran yang ada (lihat
surat Ali Imran: 110).
5. Da'wah cyber akan meningkatkan profesionalisme (ihsan) para aktivis da'wah.
Sebuah kebenaran yang tidak tertata dengan baik akan dikalahkan oleh kebathilan
yang tertata dengan baik. Itulah pesan yang disampaikan oleh Sahabat Rasul yang
mulia Ali bin Abi Thalib ra, yang bila kita mencoba memahaminya lebih jauh sebuah
da'wah yang tidak dilakukan secara profesional akan ditumbangkan oleh kemaksiatan
yang dikerjakan dengan penuh profesionalisme. Berkaitan dengan pembentukan sikap
ihsan tersebut, maka profesionalisme aktivis da'wah akan terus terpupuk melalui
da'wah cyber seiring dengan teknologi yang akan terus berkembang.
Dengan beberapa alasan yang dikemukakan di atas diharapkan timbul sebuah paradigma
baru dalam diri umat Islam bahwa da'wah yang dilakukan, tidak lagi dibatasi
hanya pada interaksi langsung antara aktivis dengan obyek da'wahnya di dunia
nyata. Melainkan melingkupi da'wah yang dilakukan secara digital yang dilakukan
melalui internet. Insya Allah dengan terciptanya sebuah sinergis antara da'wah
konvensional di dunia nyata dengan da'wah digital di dunia maya, kejayaan Islam
yang dirindukan oleh seluruh muslim dan penghuni jagad raya ini tidak lama lagi
akan segera dapat terwujud. Amin Allahumma Amin.
* Mahasiswa Fakultas Psikologi IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
|