Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
"Maka apakah kamu mengira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami? Maka Maha Tinggi Allah raja yang sebenarnya". (QS. Al-Mu'minuun:115-116)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Artikel Islami
29 September 2001 - 12:27
Pelajaran Tentang Mahar (Mas Kawin) dari seorang Mu'alaf       
Kiriman dari temen saya.....Hery
 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Kemarin, ada cerita tentang pernikahan seorang Mualaf dari Negeri Belanda (Erik Meijer) dengan seorang artis kita (Maudy Koesnaedi), yang dimuat di Tabloid Nova tanggal 30 September 2001 (yang terbit hari ini).Pesta pernikahan yang indah, sampai-sampai tak sedikit tamu yang berfoto-ria, dengan latar belakang indah bernuansa Belanda.

Lepas dari segala kekurangan yang mungkin ada dalam acara pernikahan mereka, ada pelajaran yang menarik yang dapat diambil, yaitu tentang MAHAR yang diberikan oleh Tuan Erik Meijer kepada istrinya tercinta. Ia memberikan mahar berupa uang tunai 23.901 Gulden (sekitar Rp. 96 juta rupiah) dan seperangkat perhiasan, anting dan kalung emas bertatahkan berlian. Masya Allah!

Semoga saudara kita, Erik Meijer diberikan ketetapan iman Islam, dan mampu membangun keluarga yang Islami. Amiin.

Sungguh, Tuan Erik Meijer, telah mengikuti sunnah Rasulullah SAW, dengan memberikan MAHAR yang bernilai kepada istrinya. Ini berbeda dengan kebanyakan masyarakat kita sekarang ini, yang "Gemar" memberikan mahar berupa "Al-Qur'an dan seperangkat Alat Sholat". Saya tidak meragukan, bahwa Al-Qur'an adalah Kitab Suci yang mulia. Namun saya yakin, bahwa kebanyakan mempelai wanita tentu sudah memiliki Al-Qur'an & Alat Sholat (jika ia bukan mualaf).

Saya belum pernah membaca kisah para sahabat yang memberikan mahar sebagaimana Trend yang berkembang di tengah masyarakat kita sekarang ini. Yang ada adalah di zaman sahabat adalah, jika ia miskin, maka ia berikan harta yang terbaik yang dimilikinya. Atau jika ia benar-benar tidak punya harta, maka ia boleh memberikan "Hafalan Al-Qur'an" sebagai maharnya.

Mari kita renungkan ayat berikut:
Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati, maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya. -QS:An-Nisaa' (4):4

Orang yang mampu menurut kemampuannya dan orang yang miskin menurut kemampuannya (pula), yaitu pemberian menurut yang patut. Yang demikian itu merupakan ketentuan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. - QS:Al-Baqarah(2):236.

Mari kita renung pula kenyataan yang ada di masyarakat. Berapa banyak pasang suami-istri yang membaca Al-Qur'an setiap hari? Atau berapa sering sang suami sholat bersama sang istri dengan Perangkat Sholat yang diberikannya?

Al-Qur'an dan Seperangkat Alat Sholat dijadikan simbol kesholehan saat pernikahan. Namun setelah itu, tak jarang Al-Qur'an hanya disimpan rapi dalam lemari, jarang disentuh, apalagi dibaca, dihayati dan diamalkan. Alangkah ironis!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Dalam Islam, permintaan dan pemberian MAHAR sangat berbeda dengan sifat materialis dan kepalsuan. Ini adalah ajaran Islam yang penuh hikmah, yang bertujuan untuk melindungi dan memuliakan wanita, serta memperkokoh keluarga. Sebagaimana kata-kata bijak berikut ini:
"Sebaik-baiknya laki-laki adalah yang memberikan mahar yang banyak, dan sebaik-baiknya wanita adalah yang tidak meminta mahar yang banyak".

Sang laki-laki berusaha maksimal, sang wanita tak banyak menuntut. Alangkah indahnya ....

Sebagai penutup perlu saya sampaikan, bahwa MAHAR yang tinggi akan menghambat pernikahan, sebagaimana yang terjadi di beberapa Negara Teluk Persia sekarang ini. Sampai-sampai pemerintahnya turun tangan memberikan Subsidi untuk Bujangan yang ingin menikah, agar dapat segera menikah.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat, minimal untuk saudara-saudara kita yang belum menikah. Dan mohon maaf, kalau ada kata-kata yang kurang berkenan di hati.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki, dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." - QS:An-Nuur (24):32


 

 
 
(Dibaca: 26377 kali | Dikirim: 44 kali | Print: 264 kali | Nilai: 8.33/3 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2014, Dudung Abdussomad Toha