| Didunia ini, pasti tidak sembarang orang dapat bertemu dengan orang-
orang penting. Betemu dengan raja/ratu, kepala Negara, para pejabat
tinggi, konglomerat, bilyuner atau trilyuner, dll. Selain mereka
sangat sibuk, lagi pula sangat banyak orang yang memerlukan dan
berkepentingan dengan mereka. Mereka harus memilih siapa saja orang-
orang yang dapat bertemu dengan mereka. Seberapa penting dan besar
manfaatnya bagi mereka/negara jika memang harus menemui orang-orang
tersebut.
Bayangkan jika tiba-tiba kita mendapat undangan untuk bertemu
presiden Indonesia, pasti banyak sekali waktu yang kita sisihkan
untuk bersiap-siap. Mulai urusan pakaian, bahan pembicaraan yang
akan disampaikan, sampai urusan dandanan pun kita perhatikan.
Persiapannya bisa berminggu-minggu jika undangan tersebut tidak
datang mendadak. Apalagi jika diundang raja/ratu atau orang-orang
penting dari negara lain, mungkin kita harus kursus bahasa mereka
dahulu berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Walaupun biasanya
didampingi penterjemah.
Lalu bagaimana pertemuan kita dengan Allah swt. ? Sang Pencipta,
Raja dari semua Raja. Apakah terlintas bahwa kita dapat bertemu
dengan Allah swt.
Siapa yang banyak mendapat pertolongan dari Allah swt, biasanya ia
rindu untuk bertemu denganNya. Rasa ingin tahu dan rasa sayang
kepada Allah juga membuat kita ingin sekali bertemu denganNya.
Seperti apa DIA?
Dia yang mengatur seluruh urusan dibumi, langit dan seluruh jagat
raya ini, sehingga semua berjalan pada posisinya. Dia yang
menciptakan manusia, hewan, tumbuhan, langit, bumi, bulan,tata
surya, malam dan siang, malaikat dan iblis. Dia yang menghidupkan
dan mematikan kita. Allah swt lebih sibuk dari siapapun dimuka bumi
ini.
Allah swt adalah Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Rasanya Allah
tidak memiliki kepentingan atas siapa orang-orang atau hamba-
hambaNya yang pantas bertemu denganNya kelak di hari akhir. Malah,
jika kita mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Allah swt,
hasilnya adalah untuk kita sendiri.
"Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah
ia mengerjakan amal shaleh dan janganlah ia mempersekutukan
seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya." [18:110]
Amal shaleh, kebaikan yang kita lakukan didunia, sujud dan patuh
kepada Allah swt, semua bermanfaat bagi diri kita sendiri. Hasilnya
bahkan bisa lebih dari hidup yang bahagia, hati yang lapang dan
tenang, keluarga yang sakinah,rezeki yang selalu cukup, dll.
Apabila persiapan kita untuk bertemu dengan orang-orang terpenting
dimuka bumi ini membutuhkan waktu berminggu-minggu. Maka, bertemu
Allah swt, Tuhan, Sang Pencipta pasti membutuhkan waktu yang tidak
sedikit. Bertahun-tahun, bahkan sejak didalam kandungan, atau lebih
dari itu.
Bagaimana ibadah yang Allah swt perintahkan, bagaimana agar tidak
menyekutukan/menduakan Allah swt, bagaimana agar Allah menyayangi
kita.., dll. Semua ada di Al-quran. Nabi Muhammad saw (dan juga nabi-
nabi sebelumnya) telah Allah utus untuk mencontohkannya yang
kemudian dikumpulkan dalam hadis shahih. Sebenarnya semua sudah
dimudahkan oleh Allah swt untuk persiapan bertemu denganNya.
Namun, tidak semua orang dapat bertemu dengan Allah swt.
"Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud;
maka mereka tidak kuasa, dalam keadaan pandangan tunduk ke bawah
lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu
(didunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera"
[68:42-43]
Hanya orang-orang mau dipanggil untuk sujud (patuh) kepada Allah
selama didunia yang dapat sujud dihadapan Allah swt dihari akhir.
Insya Allah.
-----------
vivinalvina@yahoo.com
|