Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
""Berhentilah makan sebelum kenyang..." demikian sabda Rasulullah SAW. Segala sesuatu telah diatur Allah baik kadar, takaran, dan kemampuan seseorang, maka apabila kita berlebihan dari takaran dan kemampuan yang telah diberikan Allah kepada kita, ujung-ujungnya adalah kesengsaraan dan kedzoliman diri yang kita terima." (Aa Gym)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Artikel Islami
15 Juni 2008 - 17:05
Yaa Rozzaq, Engkaulah Sebaik-baik Pemberi Rezeki       
Oleh : Bu Tita
 
Setelah melahirkan saya memutuskan tidak bekerja.  Kondisi di rumah tidak memungkinkan untuk memiliki pengasuh.  Lagipula saya sangat ingin merawat sendiri putri kami bernama Sariyya-yang sekarang sudah berusia 3 tahun.  Saya tidak mau kehilangan momen berharga perkembangan Sariyya yang tidak bisa diulang.  Saya juga ingat pesan almarhumah ibu saya agar saya merawat sendiri anak-anak saya. 

 

Waktu berjalan, hari-hari melelahkan mengasuh, memberi makan, menemani main putri kami saya nikmati.  Saya merasa, pekerjaan di kantor dulu yang menguras otak tidak ada apa-apanya dibandingkan merawat seorang titipan Allah.  Saya bersyukur meninggalkan pekerjaan.  Secara materi kehidupan saya sedikit berubah.  Saya tidak mampu membeli pakaian atau tas-tas yang bagus seperti dulu.  Tapi rasa kebahagiaan berbaju bagus tidak ada nilainya dengan kegembiraan saya melihat putri saya makan dengan lahap, menyanyi dengan lucu atau loncat-loncat di tempat tidur.   Saya menikmati kehidupan baru sebagai ibu rumah tangga. 

Tiba-tiba saja suami saya terkena PHK.  Tapi saya menghadapi dengan santai.  Saya yakin rezeki untuk kami tidak akan putus. Karena bukan perusahaan suami saya yang memberi kami makan.  Allah-lah yang memberi kami rezeki.  Saya memang sedikit bingung.  Tabungan menipis.  Mertua menyuruh saya kembali bekerja.  Saya menolak.  Suami melarang.  Saya katakan kepada suami, mari kita berdoa, minta rezeki kepada Allah. 

Pada keadaan ekomomi morat marit saya ingat pesan Prof. Ahmad Mansyur Suryanegara. Menurut beliau, kalau kita sedang bingung menghadapi masalah yang masih tanda tanya besar, banyak-banyaklah membaca Yaa Sin.  Bukan Surat Yaa Sin.  Tapi zikir membaca Qur'an.  Hanya satu ayat saja.  Yaa Siin.  Yaa Sin adalah sebuah ayat yang menyimpan rahasia.  Begitu pula dengan rahasia kehidupan kita.  Itu sebabnya saya laksanakan zikir Yaa Sin, sebanyak-banyaknya.

Setelah membaca Yaa Sin, saya juga teringat guru saya, DR. Nana Sumarna, yang mengatakan, mintalah semua yang kita inginkan kepada Allah yang memiliki 99 sifat.  Jika butuh rezeki, panggilah Allah dengan sifat-Nya Yang Memberi Rezeki (Yaa Rozzaq).  Jika butuh jodoh, panggilah Allah dengan sifat-Nya yang Maha Pengasih (Yaa Rohman), sandingkan dengan jodohnya (Yaa Rohiim).  Zikir Yaa Rohman Yaa Rohiim adalah yang saya baca ba'da sholat subuh ketika saya masih belum menemukan jodoh.  Saya mengikuti nasihat Prof. Mansyur dan Pak Nana.  Keduanya mengingatkan, bukankah Allah sendiri yang menganjurkan kita untuk berbuat demikian.  "... Serulah Allah atau serulah Ar Rohman, dengan nama-nama yang mana saja kamu seru.  Dia mempunyai al asmaul husna..." (QS:17, ayat 110).

Saya laksanakan zikir Yaa Rozzaq setelah bertahajjud.  Pertama kali melakukannya, entah kenapa, saya membacanya sebanyak 2000 kali.  Yaa Rozzaq! Demikian mulut saya terus menyebut nama-Nya.  Besoknya saya lakukan hal yang sama. Perasaan saya sangat yakin.  Allah akan mendengar panggilan saya.  Beberapa waktu kemudian, seorang teman yang bekerja di sebuah penerbit buku terkenal di Bandung menelpon saya.  Dia meminta saya untuk menulis sebuah buku.  Saya terperanjat.  Oh, inilah rezeki untuk saya.  Katanya, "Tapi kamu kerja di rumah aja ya...!" Alhamdulillah, lagi-lagi saya bersyukur dalam hati.  Saya diberi pekerjaan, tapi tidak harus meninggalkan putri saya yang sedang lucu-lucunya.  Itulah yang saya harapkan, itulah yang saya ucapkan dalam doa-doa saya.  Allah mengabulkan semuanya.         

Seminggu kemudian saya dipanggil ke kantornya untuk menandatangani Surat Perjanjian Kerja.  Saya datang bersama suami dan anak saya. Ketika teman saya menyodorkan surat tersebut, saya terperanjat membaca angka rupiah yang tertera dengan jelas.  Rp2.000.000,-.  Itu honornya.  "Ini kan baru permulaan", kata teman saya.  Ingatan saya tiba-tiba melayang kepada zikir Yaa Rozzaq yang pernah saya lakukan.  Saya membaca 2000 kali nama-Nya. Allah memberi saya 2 juta rupiah.  Apakah ini hanya kebetulan belaka?  Selesai menulis buku tersebut, tampaknya teman saya merasa puas.  Ia langsung menugaskan saya menulis satu buku lagi.  Kembali saya diberi upah 2 juta rupiah-nilai yang kecil mungkin untuk seorang penulis, tapi bagi saya terasa luar biasa nikmat.  Begitulah, saya yakin, honor 2 juta rupiah berturut-turut dari hasil saya menulis buku ada hubungannya dengan zikir Yaa Rozzaq 2000 kali berturut-turut yang saya lakukan.  Itu sebabnya saya semangat untuk berzikir lagi.  Saya ingin membuktikan bahwa Allah tidak pernah mengecewakan hamba-Nya.  Zikir Yaa Rozzaq saya tambah.  Lebih dari 2000 kali. 

Beberapa waktu kemudian.  Saya dihubungi penerbit tersebut dan diberi kenaikan honor, pas seperti jumlah zikir saya. Nilainya... rahasia doong!  Alhamdulillah!  Sekarang saya ditugaskan lagi menulis buku baru. Begitulah, kalau yang kita minta tolong adalah Allah, hasilnya memang sangat menakjubkan.  Dia tidak pernah mengecewakan.  Dia memenuhi janji-Nya.  Terimakasih Yaa Rozzaq.  Engkaulah Sebaik-baik Pemberi Rezeki. 

 
 
(Dibaca: 63243 kali | Dikirim: 37 kali | Print: 0 kali | Nilai: 0.14/7 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2014, Dudung Abdussomad Toha