| Ngomong-ngomong soal iklan, saat ini lagi gonjang-ganjing tentang VCD casting
iklan sabun mandi yang heboh diobrolin masyarakat. Korbannya sudah jelas anak
puteri. Kenapa heboh? Konon kabarnya calon model yang katanya untuk iklan sabun
mandi itu melaporkan kepada polisi, bahwa mereka udah ditipu pihak production
house (rumah produksi). Tadinya mereka berpikir bahwa casting (pemilihan) tersebut
adalah untuk jadi calon bintang iklan sabun mandi, eh, ndak tahunya ternyata
malah rekaman adegan "buka-bukaan" tubuh mereka digandakan dan dijual
bebas dalam bentuk VCD. Bisa didapatkan di pedagang kaki lima lagi. Ya, mirip-mirip
kasus Bandung Lautan Asmara yang dulu sempat bikin heboh juga. Walah?
Kasus VCD porno casting iklan sabun mandi ini kian hari kian runyam. Bahkan
VCD itu konon banyak dicari. Tapi semoga saja pembahasan ini bukan untuk semakin
membuat penasaran kamu, untuk kemudian bela-belain nyari VCD-nya. Wah, jangan
sampe deh. Maksud kita hanya ingin mengingatkan, jangan sampe kasus seperti
ini terus dan terus terulang. Kita benci juga sama para model tersebut karena
mereka rela nyari duit dengan cara yang haram, termasuk kepada pemilik rumah
produksi, dan juga pengganda VCD tersebut, sekaligus menyayangkan masyarakat
yang beli VCD yang bersangkutan. Pokoknya, benci tulen deh!
Sekadar tahu saja, VCD yang memamerkan 9 calon model lokal yang tengah melenggak-lenggok
memamerkan tubuhnya yang-maaf-tanpa busana itu, oleh pihak berwajib dianggap
sebagai salah satu bentuk VCD porno, meski konon kabarnya di dalamnya tidak
ada satupun di antara model tersebut yang beradegan sedang-maaf-bergelut dengan
seorang pria. Ih, jijay deh!
Lucunya, berdasarkan laporan dari situs kafegaul.com, dari 9 model tersebut,
beberapa di antaranya pernah membintangi sejumlah iklan dan sinetron. Bahkan
ada juga yang pernah menjadi gadis sampul sebuah majalah remaja. Mereka yang
disebut-sebut terlibat dalam casting itu di antaranya Cut Nadira (18),
siswi SMU Jakarta, Susi Widaningsih (14) siswi SLTP Jakarta, Helen
(20), mahasiswi universitas swasta, Jakarta. Gadis ini mengaku pula sebagai
model dan bintang sinetron. Lalu, Melvy Noviza (20), tamatan SMA yang
mengaku sempat pula menjadi gadis sampul sebuah majalah tahun 1996, sempat membintangi
beberapa sinetron, dan iklan. Reski Novita (19), yang pernah menjadi
foto model kalender dan gadis sampul majalah tahun 1999, juga pernah membintangi
beberapa sinetron. Kemudian Gerhana (22), seorang model, Marita (25),
bintang iklan, serta Nadia (19), model dan bintang iklan produk Nature,
juga sempat menjadi gadis sampul majalah.
Melvy Novita Z (20) adalah salah satu di antara sembilan orang model
yang di-casting untuk iklan sabun. Ia pernah menjadi figuran di beberapa sinetron,
di antaranya FTV Cinta Tak Semanis Gula dan sebuah miniseri dengan judul
Duda. Ia juga pernah membintangi beberapa iklan di antaranya Biore Scrub.
"Saya ini merasa sangat dirugikan dan merasa sangat terpukul. Saya tidak
pernah mau menjual tubuh saya. Benar-benar ini saya tidak tahu," ungkap
Melvy dengan pandangan mata berkaca-kaca. Ia merasa harga dirinya hancur karena
ada gambarnya dalam video tersebut. (tabloid-citra.com)
Coba, masih muda, enerjik, dan tentunya punya tampang yang menjual dong. Sebab,
kalo yang tampangnya kartu mati atawa PPD alias Pas-Pasan Deh, kayaknya cocok
untuk iklan kaos. T-Shirt maksudnya? Bukan, tapi iklan kaos lampu! He..he..he..,
sori sobat.
Sobat muda muslim, atas kejadian ini kita prihatin. Bukan karena mereka dijebak
or ditipeng habis-habisan sama agennya. Tapi kita prihatin kenapa masih ada
remaja yang mau mencari rezeki dari pekerjaan yang haram. Pun kita juga kecewa
dan geram kepada para agen model, kenapa mereka masih nyari duit dengan cara
yang haram. Astaghfirallah!
Siapa yang disalahkan?
Sobat muda muslim, jangan sampe kita salah memberi hukuman. Mentang-mentang
para model tersebut dirugikan, lalu kita secara tanpa sadar belain mereka. Dengan
alasan kasihan atau karena hak asasi manusia. Wah, itu namanya dukungan yang
nggak proporsional, alias nggak pada tempatnya. Bahaya kawan.
Dalam kasus ini, semuanya bisa ditunjuk hidung. Paling nggak yang pertama adalah
para model tersebut. Mengapa mereka mau menjalani profesi yang bertabur maksiat?
Berikutnya adalah pemilik rumah produksi, karena mereka telah memberi peluang
orang untuk berbuat maksiat. Termasuk bisa jadi masyarakat juga disalahkan.
Kenapa? Karena mereka malah menjual dan membeli VCD tersebut. Padahal seharusnya
ikut andil dalam memberantas peredarannya. Bukan malah menikmatinya juga. Wah,
benar-benar kacau semuanya nih. Itu sebabnya, yang pantas disalahkan jadi banyak,
bukan cuma pemilik rumah produksi.
Celakanya, nggak sedikit orang yang "membela" para model. Dengan
alasan mereka dilanggar privasinya. Lho, apa nggak kebalik nih? Dengan mereka
ikut mendaftar jadi calon model iklan tersebut berarti mereka udah rela diapain
aja dong, termasuk disuruh pamer aurat.
Tapi anehnya, sikap kecewa, geram, dan dongkol dari 9 calon model yang ikutan
casting iklan sabun mandi itu, adalah karena adegan "buka-bukaan"
yang dilakukannya 'disalahgunakan' pihak rumah produksinya, yakni digandakan
dan dijual bebas dalam bentuk VCD. Apalagi pihak kepolisian kemudian menggolongkan
ke dalam VCD porno. Nah lho, kok bisa?
Barangkali akan lain ceritanya kalo benar-benar casting tersebut dibuat untuk
iklan sabun mandi, apalagi merek terkenal. Rasanya mereka nggak bakalan protes
tuh. Yakin deh, walaupun pada akhirnya tubuh mereka sama-sama 'dinikmati' banyak
pemirsa televisi misalnya. Padahal, itu kan sama-sama jual tubuh. Iya nggak?
Wah, ini logikanya gimana sih? Kasiaan deh. Jadi apa bedanya? Keduanya sama-sama
bejat. Dan seharusnya mereka juga udah paham risikonya dong. Bahwa yang namanya
casting untuk model iklan sabun mandi pastinya kudu melakukan adegan "buka-bukaan"
pakaian. Berarti kan udah rela untuk diapain aja. Iya nggak? Mengapa musti protes?
Cuma mungkin lebih 'sopan' kali ye, karena bisa tampil mengiklankan produk sabun
mandi merek terkenal, ketimbang dijajakan di VCD porno. Logikanya kok aneh ya?
Tambah ribet lagi karena kita saat ini hidup dalam sistem kehidupan kapitalisme.
Dalam sistem kehidupan ini, kita dididik dengan gaya hidup yang permisif (serba
boleh) dan hedonis (memuja kenikmatan jasmani dan materi belaka). Dua gaya hidup
ini paling nggak sudah mendarah-daging dalam kehidupan kita. Dengan demikian,
yang patut disalahkan adalah negara, masyarakat dan terakhir individu. Untuk
mengubah kondisi ini, juga dibutuhkan pembenahan dari ketiga komponen tersebut.
Dan itu hanya bisa diubah dengan syariat Islam. Jadi mulai sekarang kita dukung
dan perjuangkan tegaknya syariat Islam secara menyeluruh.
Mengapa jadi model?
Kayaknya kalo diajukan pertanyaan macam begini, nyaris bisa dipastikan jawabannya
seragam; yakni untuk nyari popularitas, dan tentunya tujuan akhirnya mengeruk
banyak duit. Siapa tahu berawal dari model, tawaran untuk jadi bintang iklan
dan sinetron bejibun. Jadi, siapa yang nggak mau hidup enak kayak begitu? Dan
siapa pula yang nggak tergiur dengan dunia yang kerlap-kerlip seperti itu? Banyak
kasus memang. Dessy Ratnasari misalnya, bisa tenar jadi bintang sinetron berangkat
dari dunia model. Dulu, Teh Dessy ini pernah jadi gadis sampul di majalah GADIS.
Dari situ tawaran iklan dan main film antri. Banyak duit dong? Betul, ya ngetop,
ya tajir.
Tapi nggak semua orang beruntung, lho mengadu nasib di dunia model. Maklum
banyak saingan. Ketatnya persaingan acapkali membuat sebagian besar calon model
rela diapain aja. Celakanya kalo sampe 'dikerjain' pihak pencari bakatnya (agen).
Bisa berabe kan? Tapi bagi yang masih berpikir waras demi menjaga kehormatan
barangkali nyesel dan gondok banget. Tapi bagi remaja puteri yang cuek dan punya
prinsip "Biar tekor asal kesohor", kayaknya enjoy aja tuh. Biarin
nggak dipajang sebagai sampul majalah, dipasang jadi sampul rapot or sampul
"Surat Yasin" yang dibagiin pas 40 hari wafat pun mau. Lho?
Udah jadi rahasia umum kalo dunia model bisa menjadi jalan pintas untuk tenar
dan sekaligus gampang nyari duit. Remaja puteri yang punya tampang sedikit di
bawah J. Lo (Jennifer Lopez), kayaknya udah bisa lolos jadi model iklan tuh.
Maklum, berdasarkan kesepakatan umum, tampang kayak begitu menjual banget. Maka
kalo udah lulus jadi model, siap-siaplah tenar dan peluang nyari duit semakin
cerah. Bukan apa-apa, tawaran jadi bintang sinetron atawa bintang iklan kian
terbuka lebar. Jadi kian jelas, bahwa tujuan teman-teman remaja puteri yang
terjun sebagai model adalah untuk mencari ketenaran dan uang.
Sobat muda muslim, tapi rasanya sedih banget denger dan baca cerita tentang
teman-teman remaja puteri yang mengadu nasib jadi model iklan atau bintang sinetron.
Bener. Rasanya kok aneh ya, apa yang mereka cari? Kalo kesenangan yang dicari
mengapa harus mengorbankan harga diri? Bukankah itu juga adalah sebuah bentuk
kerugian besar. Aneh memang. Inilah alasn yang nggak bisa kita terima.
Taubatlah
Sobat muda muslim, khususnya bagi teman remaja puteri yang sudah terlanjur meniti
karir jadi model, atau yang akan menjadi model, atau yang bercita-cita jadi
model, sadarlah. Jalan yang sedang kamu tempuh itu banyak peluang untuk berbuat
maksiat. Pekerjaan seperti itu haram ditekuni seorang muslimah.
Bagi yang masih sekadar bercita-cita, urungkan lagi cita-cita kamu dan ubahlah
dengan cita-cita yang baik dan halal. Mumpung belum terlambat. Bagi yang sudah
melangkah ke dunia itu, dan boleh dibilang jadi model, meski kelas amatiran,
segeralah sadar. Nggak usah diterusin menjalani profesi yang dekat dengan kemaksiatan
tersebut. Nggak baik. Masih banyak waktu untuk mencari jenis pekerjaan yang
halal. Kalo pun kamu mau sekolah lagi, itu juga baik. Rajin belajar dan semangat
mencari ilmu, untuk bekal kehidupan di dunia dan di akhirat.
Nah, bagi teman remaja yang sudah kepalang basah, alias udah terlanjur jadi
model, dan ngetop lagi. Ingat, itu nggak jadi jaminan kalo kamu terus kepake
dan banyak disuka. Kamu bakalan tua, kulit keriput, dan nggak laku lagi. Atau
malah sebelum usia kamu bertambah tua, ajal sudah datang duluan menjemput kamu.
Sementara kamu masih bergelimang dalam kemaksiatan. Apa yang mau dibawa sebagai
bekal di akhirat kelak? Aduh, jangan sampe deh.
Sobat muda muslim, masih ada waktu untuk berubah. Tentu, selama kita masih
diberikan hidup oleh Allah Swt. Jadi manfaatkan kesempatan hidup ini. Sebab,
kita juga nggak tahu kapan kematian itu akan menjemput kita. Oke, mulai dari
sekarang benahi kehidupan kita. Jangan ditunda-tunda lagi. Sebab, kalo nggak
dimulai dari kita sendiri, siapa lagi? Allah Swt. menyebutkan dalam firman-Nya:
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (TQS ar-Ra'd
[13]: 11)
Sobat muda muslim, kalo pun kebahagian yang dicari dan didapat oleh teman-teman
remaja puteri yang jadi model, tapi sebenarnya itu adalah kebahagiaan semu semata.
Bagi kita, kaum muslim, makna kebahagiaan adalah tercapainya ridho Allah, bukan
dengan banyaknya harta kekayaan atau popularitas. Sebab percuma aja banyak harta
dan ngetop, tapi Allah nggak ridho karena kita nyari rizki dari jalan yang diharamkan
oleh Allah. Iya nggak?
Oke deh, mulai saat ini, dekati teman kamu yang udah sholehah, terus minta
pengajian kepada mereka secara intensif. Pelajari Islam dengan serius dan benar.
Insya Allah, dengan begitu kamu bisa menjadi generasi muda yang selamat di dunia
dan di akhirat. Kita bukan sok suci lho, tapi ngingetin kamu. Setuju kan?
_______________________________________
Edisi 102/Tahun ke-3 (17 Juni 2002)
Untuk berlangganan Offline kirim email ke redaksi@studia.i-p.com
Atau telpon ke 08129565470 ( Oleh Sholihin )
Milis : buletin-studia@yahoogroups.com
|