Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Pada saat detik2 terakhir kehidupannya, Rosulullah ditanya oleh para istri beliau, ''Siapa di antara kami yang pertama kali akan menemui Anda kelak?''. Dengan suara yang menggetarkan hati, Nabi menjawab, ''Tangan siapa di antara kalian yang paling panjang, itulah yang lebih dulu menemuiku.'' Mereka lalu mengulurkan tangan masing-masing dan membandingkannya satu sama lain. Dugaan mereka, tangan Saudah yang paling panjang. Dialah istri Nabi yang paling tinggi dan besar. Sekitar 10 tahun setelah Rasulullah wafat, ternyata Zainab yang lebih dulu menyusul beliau. Dialah istri Nabi yang perawakannya paling kecil dan dijuluki ''ibu kaum miskin'' yang pemurah hati.
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Buletin Gaul Islam
09 Oktober 2003 - 21:14
Jangan Tinggalkan Islam!       
Edisi 166/Tahun ke-4 (13 Oktober 2003)
 

Kalangan seleb kembali bikin geger. Salah satunya apa yang dilakukan Nafa Urbach, artis sinetron kondang negeri ini yang pindah agama. Iya, doi yang selama ini memeluk Islam, ternyata lebih memilih murtad alias keluar dari Islam. Ciloko!

Seperti diakui Nafa, keputusan itu tidak seperti membalik telapak tangan. Ada beberapa hal yang membuat dia memutuskan mengubah keyakinan. “Pertama panggilan jiwa, kedua keikhlasan hati, dan ketiga karena saya sudah mantap,” katanya seperti dikutip koran Duta Masyarakat .

Pada awalnya, Nafa menuturkan, sejak Februari silam, jiwanya dilanda gelisah. Sang ibu yang menyaksikan putrinya mengalami kegelisahan jiwa lalu menyuruh Nafa untuk membaca Alkitab. Dari sini, Nafa mengaku mulai mendapatkan pencerahan jiwa hingga akhirnya memutuskan pindah agama. Dan sang ibu yang mendengar keputusan Nafa mengaku senang. (hidayatullah.com, 1 Oktober 2003)

Ditanya tentang dampak keputusannya yang bisa membuat penggemar mence-moohnya, Nafa mengaku siap. “Saya nggak pernah takut akan sesuatu hal yang terjadi dalam hidup saya,” kata bekas pacar Primus Yustisio ini. Pasalnya, penyanyi bermata bulat ini percaya, “Semua masalah pasti ada jalan keluarnya.” (sctv.co.id, 30 September 2003)

Kenapa wanita kelahiran Magelang, 15 Juni 1980 ini pindah agama? Apa karena pacar barunya bernama Zack Lee? Hmm... Nafa menolak anggapan bahwa dia pindah agama gara-gara ingin mengikuti keyakinan sang kekasih, Zack Lee. Dia mengungkapkan, keinginan berpindah agama sudah ada sejak menjalani operasi di Singapura. Pasalnya, Nafa mendapat semacam wangsit untuk pindah agama. Waduh!

Selain itu, alasan utama mengapa dia pindah agama, karena dilatarbelakangi oleh keyakinan bahwa semua agama pada hakikatnya sama. Nafa berpendapat, yang berbeda hanya cara penganutnya menyembah Tuhan, Sang Pencipta. Hmm.. Mbak Nafa pasti nggak ngeh soal ini. Kasihan banget tuh!

“Buat saya, semua agama sama saja. Yang membuat beda adalah cara penyembahan yang dilakukan oleh penganut tiap-tiap agama,” ujar pemain sinetron Kalau Cinta Sudah Bicara 2 itu. Dan salah satu alasan yang membuat dia bimbang terhadap Islam adalah karena belakangan ini agama itu sering dikait-kaitkan dengan aksi teroris yang tak bertanggung jawab. Tindakan brutal para teroris yang tak mengenal sesama itulah yang membimbang-kannya (tvri.co.id, 2 Oktober 2003)

Kabar ini tentu saja bikin kita gerah. Apalagi posisi Mbak Nafa sebagai seleb memungkinkan untuk terus jadi sorotan, juga ‘panduan' hidup bagi penggemar beratnya. Sangat boleh jadi lho, walau kita nggak menginginkan sama sekali, ada penggemar beratnya yang kemudian mengikuti jejak langkah doi. Celaka banget kan? Atau minimal sang penggemar kemudian berpikiran bahwa semua agama sama seperti komentar doi. Ini juga bikin berabe euy!

Itu sebabnya, kita coba bahas masalah ini. Tujuannya tentu agar kamu juga ngeh bahwa nggak ada tempat dalam Islam bagi orang yang cuma menganggap bahwa agama tak lebih dari sebuah simbol atau mungkin status pelengkap aja dalam kehidupan, biar kita bisa diterima dalam komunitas tertentu. Walah, gaswat euy!

Jadi muslim adalah anugerah terindah

Sobat muda muslim, banyak orang kafir masuk Islam setelah mengetahui betapa Islam begitu agung dan layak untuk dijadikan pegangan hidup. Di masa awal-awal Islam, banyak kerabat dan tetangga Rasulullah yang menyatakan dirinya masuk Islam. Kamu juga pastinya apal banget dengan Bilal bin Rabbah kan? Yup, pelayannya Umayyah ini memilih masuk Islam meski harus menjalani siksaan yang pedih dan berat dari majikannya itu. Karena Bilal yakin bahwa menjadi muslim adalah anugerah terindah dalam hidup ini.

Salman al-Farisi juga rela meninggalkan keyakinannya sebagai penyembah api. Ia bangga menjadi muslim. Serta ribuan sahabat lainnya yang masuk Islam dengan senang hati. Bahkan di masa Khalifah Ali bin Abi Thalib, ada seorang Yahudi yang masuk Islam hanya karena melihat keadilan yang ditegakkan oleh pemerintahan Islam saat itu.

Ceritanya, orang Yahudi tersebut mencuri baju besi milik Khalifah Ali bin Abi Thalib. Kasusnya kemudian sampe ke pengadilan. Qadhi (hakim) Syuraih yang pastinya lebih tegas dari Judge Bao ini memenangkan si Yahudi itu karena Khalifah Ali nggak bisa menunjukkan saksi. Dengan lapang dada, sang kepala negara Islam ini keluar dari pengadilan tanpa protes. Namun, sebelum meninggalkan ruang sidang, si Yahudi tadi memburunya dan langsung menyatakan keislamannya begitu melihat keadilan yang ditegakkan negara Islam. Subhanallah .

Seiring dengan berputarnya waktu, banyak orang yang kemudian memeluk Islam dengan sukarela. Kamu tahu Cat Stevens alias Stephen Demetre Georgiou? Yup, penyanyi asal Inggris yang beragama Katolik ini memutuskan untuk memeluk Islam dan berganti nama menjadi Yusuf Islam. Sekarang beliau bahagia ber-sama Islam.

Masih ada? Banyak euy. Di tengah sorotan seba-gian masyara-kat Barat terha-dap Islam, juara dunia snooker 2001 asal Inggris, Ronnie O'Sullivan, memilih men-jadi seorang muslim. Keyakinannya itu banyak dibantu oleh petinju nyentrik Prince Naseem Hamed. Bahkan menurut ibundanya, O'Sullivan berubah lebih baik setelah menjadi muslim.

Mantan penyanyi cilik, Chicha Koeswoyo juga akhirnya memeluk Islam setelah ia sering mendengarkan kumandang adzan maghrib dari chanel TVRI Jakarta. Nggak hanya beliau, ternyata adiknya yang bernama Hellen juga ngikut, bahkan sepupunya, Sari Yok Koeswoyo.

Mbak Tamara Bleszynski juga masuk Islam. Terlahir dengan nama lengkap Tamara Nathalia Christina Mayawati Bleszynski, memutuskan masuk Islam setelah melihat pemandangan di langit; bulan sabit dan bintang berdekatan waktu doi di Australia. Setelah merenung ia ingat bahwa lambang itu sering dilihatnya nggak jauh dari rumahnya. Itu ada di kubah masjid. Hidayah Allah datang, Tamara pun masuk Islam.

Lebih heboh lagi pascatragedi WTC 11 September 2001 lalu, di Amerika justru banyak warganya yang penasaran dengan Islam. Bahkan ada di antara mereka yang setelah mempelajari Islam, memutuskan untuk memeluk agama yang dibawa Muhammad saw. ini.

Harian The New York Times (22/10/2001) melaporkan ada sekitar 25 ribu orang Amerika yang kini telah beralih memeluk Islam sejak kasus 11 September. Jumlah yang cukup besar, karena pada saat normal hanya seperempat dari jumlah itu. Columbia News Service (22/3/2001), menulis ada sekitar 15 ribu orang keturunan Amerika Latin beralih dari Katolik dan memeluk Islam di AS. Mereka menyebar di berbagai kota meliputi Newark, Miami, Los Angeles dan New York.

Benar adanya firman Allah Swt.:

“Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS an-Nashr [110]: 1-3)

Yup, tapi sayangnya banyak seleb setelah masuk Islam masih tetep amburadul gaya hidupnya. Oke deh itu masih bisa diubah. Toh juga banyak orang biasa yang ngakunya Islam, tapi sholat aja kagak pernah. Tapi dibanding yang keluar dari Islam, barangkali masih mending.

Jadi , mari kita perbaiki kualitas amal kita. Sebab, jadi muslim adalah anugerah terindah yang kita miliki. Sayang banget kalo Islam cuma dijadikan sebatas simbol aja. Betul?

Hukuman bagi yang murtad

Sobat muda muslim, kenapa kami sepertinya cerewet hingga kudu membahas masalah ini? Sebab, kami peduli sama kamu semua, syukur-syukur kalo Mbak Nafa dan juga kalangan seleb baca tulisan ini. Ini semacam nasihat buat semuanya. Bukan berarti kita-kita di sini udah suci. Nggak lha yauw. Kami cuma mengamalkan perintah Allah, bahwa sesama muslim itu wajib saling mengingatkan dalam kebenaran. Tul nggak?

Tapi sayangnya, sekarang ini seringkali orang yang ingin berbuat baik disalahtafsirkan (baca: dicurigai). Apalagi dengan tameng HAM, mereka jadi merasa legal berbuat apa pun asal tidak mengganggu orang lain. Akibatnya, banyak yang nggak suka dengan mereka yang mencoba mengusik ketenangannya. Padahal, kita juga paham kok, kalo emang itu masalah pribadi banget ngapain diungkit-ungkit, iya nggak? Tapi jika itu masalahnya adalah persoalan yang berkaitan dengan urusan orang banyak dan penegakan hukum, kagak ada ceritanya untuk didiemin.

Nah, kasus Nafa yang pindah agama dari Islam ke agama lain justru jadi persoalan euy. Karena dalam Islam, ketika seseorang udah menyatakan diri masuk Islam, maka ia kudu menjadikan Islam sebagai pegangan hidup, dan wajib meninggalkan keyakinan sebelumnya. Perlu kamu tahu, bahwa kita kaum muslimin, nggak pernah memaksa orang untuk masuk Islam. Allah Swt berfirman:

“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat.” (QS al-Baqarah [2]: 256)

Kalo ada yang tersentuh tanpa paksaan untuk memeluk Islam, alhamdulillah. But , kalo udah masuk Islam, maka semua yang berkaitan dengan ajaran Islam kudu dipegang kuat-kuat. Kudu taat deh sama perintah Allah dan Rasul-Nya. Nggak boleh satu pun nggak dilaksanakan. Harus semuanya. Harus totalitas euy!

Firman Allah Ta'ala:

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS al-Baqarah [2]: 208)

Nah, termasuk dalam pandangan Islam, seorang muslim nggak layak untuk keluar dari Islam alias pindah agama. Karena itu merupakan bentuk pelanggaran besar.

Imam Bukhâri meriwayatkan dari ‘Ikrimah yang berkata, “Dihadapkan kepada Amirul Muk-minin ‘Alî ra orang-orang zindiq, kemudian beliau ra membakar mereka. Hal ini disampaikan kepada ‘Ibnu ‘Abbâs dan ia berkata, “Seandai-nya aku (yang menghukum), maka aku tidak akan membakarnya karena larangan dari Rasulullah saw. dimana beliau bersabda: “Janganlah kalian mengadzab (menghukum) dengan ‘adzabnya Allah.” Dan aku (Ibnu ‘Abbâs) akan membunuh-nya, berdasarkan sabda Rasulullah saw., “Barangsiapa mengganti agamanya (murtad), maka bunuhlah dia.”

Membunuh laki-laki yang murtad berdasarkan dzahir hadis tersebut. Sedangkan membunuh wanita yang murtad berdasarkan keumuman hadis. Sebab Rasulullah saw. bersabda, “ Barangsiapa meng-ganti (agamanya)”. Sedangkan lafadz “man” termasuk lafadz umum. Juga diriwayatkan oleh Dâruquthniy dan Baihaqiy dari Jâbir, “ Bahwa Ummu Marwan telah murtad. Rasulullah saw. memerintahkan untuk menasihatinya agar ia kembali kepada Islam. Jika ia bertaubat (maka dibiarkan), bila ia tidak, maka dibunuh.” (Abdurrahman al-Maliki, Sistem Sanksi dalam Islam, hlm. 128-129)

Lagian sia-sia aja deh bagi mereka yang pindah agama dari Islam kepada yang lain. Itu sama artinya dari terang menuju gelap. Allah Swt. berfirman:

Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS al-Baqarah [2]:217)

Sobat muda muslim, cukuplah Nafa yang terakhir. Tapi kita tetep berharap moga doi juga kembali sadar. Buat kamu semua, jangan pernah menyia-nyiakan anugerah terindah ini. Hidayah itu mahal harganya. So, mari kita meningkatkan kualitas dan kuantitas amal kita. Terakhir, jangan pernah tinggalkan Islam. Bahkan seharusnya kitalah yang menjaga Islam ini dengan penuh keyakinan dan semangat tinggi. Jadi, ayo kita maju bersama menjadi pejuang dan pembela Islam. [solihin]

 
 
(Dibaca: 33335 kali | Dikirim: 34 kali | Print: 387 kali | Nilai: 6.38/13 votes )
 

Baca juga :
 
Untuk berlangganan Buletin GAUL ISLAM edisi cetak atau ingin konsultasi dan kirim komentar silahkan hubungi 0812-8841181 (Redaksi).
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2019, Dudung Abdussomad Toha