Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
"Seorang hamba justru bisa menjadi sangat sibuk merasakan kasih sayang-Nya, saat ia menghadapi penderitaan yang berat. Dia berpikir seperti itu karena yakin bahwa itu adalah pilihan terbaik yang ditetapkan Allah kepadanya." (Ibnul Qayyim)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Buletin Gaul Islam
20 September 2002 - 19:22
Kalo Seleb Bertingkah…       
 

Nafa Urbach tampil ala Britney Spears saat mendendangkan lagu Lebih Baik Putus. Liukan tubuh dan dandanannya yang.. ah, nggak usah diterusin. Hasilnya, sebagian dari kita ada yang bengong, juga ada yang matanya nggak merem-merem, alias melotot terus. Nggak sedikit juga yang merem-melek, dan tentunya banyak juga yang malah memaling­kan wajah sambil nggerutu, Sebel!

Apa komentar wong Magelang itu ketika mendapat kritik pemirsanya? “Aku sempat down. Untung orang-orang di sekitarku tetep ngedukung. Mereka bilang, ‘kritikan itu justru bagus untuk kemajuan kamu’,” kata seleb kelahiran 15 Juni 1980 ini.

Hmm.. ngibul. Terang aja maju terus pantang mundur, abis para pembisiknya orang dekat beliau yang setuju dengan karir doi. Coba kalo kita-kita, huh, udah mencak-mencak kali ye. Sayangnya, kita bukan orang dekatnya. Jadinya ya, cuma bisa ngomong dalam ati, atau sekadar nulis di buletin ini. Lagian kalo ngomong langsung bisa disepak duluan sama pengawal­nya. Tapi kita ‘cerewet kayak begini bukan ber­arti iri lho, justru kita merasa kasihan sama doi. Ya, itung-itung ngasih masukan. Tul nggak?

Memang pusing seribu keliling kalo mikirin tingkahnya kaum seleb. Kayaknya neh, mereka sih udah nggak mikir apakah perbuatannya ba­kalan dicontek ama penggemarnya apa kagak, nyang penting bagi doi, adalah tenar bin ngetop. Maka, jangan heran kalo Nafa Urbach tetap easy going aja meski menuai banyak kritik atas aksinya yang ‘mengundang’. Gerimis Mengun­dang maksudnya? Ya, kamu coba terjemahin sendiri deh!

Hasil ‘mission muke tebel’-nya itu, album Nafa tersebut terjual hingga 400 ribu kopi. Berarti bener kata pembisik Nafa? Yup, tapi apa artinya banyak materi kalo nggak dapet ridho Allah Swt. Tul nggak?

Dan rupanya, tampil seksi di panggung or di depan kamera udah jadi tren buat para seleb cewek di negeri ini. Lihat aja gimana ‘liarnya’ tingkah Mbak Shanty di video klip Hanya Memuji bareng tandemnya, Marcel. Aduh, maaf-maaf aja ya.., kita nggak tega kalo harus nyeritain gimana isi video klip itu. Kayaknya kamu juga udah pada ngeh duluan kan? Hih, ‘aset’ ber­harga kok diobral, Neng!

Oya, cewek kelahiran 30 Desember 1978 yang punya nama lengkap Annisa Nurul Shanty Kusuma Wardhani Heryadie ini kemaruk profesi, lho. Buktinya, selain jadi VJ MTV, doi juga aktif sebagai penyanyi, model, dan MC. Cuma satu yang belum disandangnya; ustadzah, he..he..he.

Ada yang lain? Masih ada Non. Setelah cabut dari AB Three, Lusy Rahmawati kian caur aja kelakuannya. Cewek yang main di sinetron Gadis Penakluk ini sering tampil seksi. Selain pakaiannya yang ‘begitu-begitu’ itu, aksinya juga kerap bikin para cowok yang ngelihat aksinya pada blingsatan kagak karu-karuan. Bagaimana dengan Mbak KD? Wah, kayaknya beliau biangnya dalam urusan penam­pilan menor. Penyanyi paling nge­top pilihan pe­mirsa di ajang SCTV Awards tahun ini, ternyata sudah mulai kelihatan ‘nyablak’ gaulnya sejak dapet juara di ajang Asia Bagus. Dan ke sininya, order nyanyinya kian kenceng aja. Bukan cuma nyanyi yang melambungkan namanya, iklan dan dunia mo­del juga ikut nyumbang untuk kemajuan karirnya. Sekarang, nyonya Anang ini kelihatan makin susah dikontrol gaya hidupnya. Utamanya dalam urusan dandan dan aksi panggung or di depan kamera. Duh, kasihan sekaleee..

Sobat muda muslim, itu baru empat seleb yang kita kenal banget. Maklum, nyaris saban hari mereka ‘ngedatengin’ kita lewat layar kaca. Entah lewat sinetron, tayangan mu­sik, or iklan yang diperaninya. Mbak-mbak tadi neh, udah bikin kepala kita pusing kayak ketiban dinding runtuh. Puyeng mikirin tingkahnya itu yang seperti nggak kenal kata malu. Celaka!

Cara jitu nyari perhatian?

Boleh jadi. Sebab, di tengah maraknya persaingan nyari duit di jalur itu, cara yang efektif adalah tampil sensasional. Artinya, sebisa mungkin tampil aneh-aneh, bila perlu norak sekalipun. Pokoknya, berani tampil beda. Dengan begitu, bisa nyedot perhatian pemirsa. Andhien yang tadinya masih ‘kalem’ seka­rang mulai berani dandan menor dan pakaiannya kian irit bahan. Jadinya, penyanyi jazz ini nggak ada bedanya dengan para seniornya. Aduh!

Sensasi memang senjata ampuh. Itu sebabnya banyak orang mau ngelakuin itu dengan tujuan 'mulia' untuk mendapat perha­tian. Itu sebabnya, boleh jadi ada teman kamu yang nyari perhatian dengan tampilan ambu­radul. Pakaian nggak disetrika. Rambut dibiarin acak-acakan. Bahkan kalo sekolah aja Cuma bawa buku satu. Udah gitu dilipet dan dimasuk­kin ke saku celana bagian belakang.

Sebenarnya teman yang model begitu lagi nyari perhatian lingkungan sekitar. Sayangnya, doi memilih tampil begitu. Ya, barangkali mau tampil perlente nggak ada yang bisa dibang­gakan. Pengen pinter? Otak aja udah turun ke dengkul. Gimana mau bersaing dalam urusan itu. Iya nggak? Jadinya, nyoba-nyoba tampil acak adul begitu. Siapa tahu ada yang menaruh perhatian sama tingkahnya.

Nah, seleb juga sama, mereka suka bikin sensasi. Kamu tahu adiknya Vety Vera? Yup, Alam pun perlu tampil sensasional membawakan lagu Mbah Dukun-nya. Pokoknya dibuat seunik mungkin. Hasilnya? cowok asal Tasikmalaya ini meraih gelar penda­tang baru paling favorit di ajang AMI SHARP. Terus terang, aksinya emang bikin orang fokus mer­hatiin doi. Sampe-sampe saat mau nerima hadiah di ajang Anugerah Musik Indonesia itu, Alam bergaya ‘robot’ saat menaiki panggung. Dasar!

Benar, sensasi itu cara efektif menarik perhatian. Tahun 70-an Ahmad Albar tam­pil dengan rambut kribo. Puguh aja, lang­sung men­dapat perhatian penggemarnya di negeri ini. Sampe-sampe model rambut begitu jadi tren. Seleb jaman kiwari pun udah membuk­tikan, be­tapa sensasional itu bikin melam­bungkan nama­nya. Jadi jangan heran kalo Limp Bizkit, Linkin Park, System of a Down, Cold, atau Blink 182 kian jadi favorit anak muda seantero jagat ini. Sebab mereka menawarkan sesuatu yang baru dan ‘radikal’. Pokoknya, menggemparkan!

Blink 182, malah parah banget. Lagunya What my age again? layak dihujani protes. Sebab, video klip lagu itu menampilkan adegan personel grup band asal Amrik ini sedang berlari-lari di tengah kota tanpa sehelai benang pun menutup tubuhnya. Gokil!

Sobat muda muslim, ya, boleh dibilang, bikin sensasi memang cara jitu mengundang perhatian banyak orang. Logis saja. Orang bia­sanya tertarik atau langsung tertarik dengan sesuatu yang mencolok. Jadi kalo kamu ke sekolah pake kolor doang, pasti jadi perhatian banyak orang. Apalagi kalo udah pake kaca mata item, rambut klimis, pake jas, dasi, eh, kelupaan pake celana….J

Free thinker

Wackss? Pemikir bebas? Betul. Udah banyak seleb kita yang begitu rupa. Jelas dong, pernyataan bahwa perbuatan seseorang adalah bergantung kepada pemahamannya itu benar. Coba, kaum seleb yang nekat tampil los-polos itu, karena doi memahami bahwa hal itu bukan perbuatan yang asusila. Dan sah-sah aja menurut penilaiannya. Jadi intinya memang bebas nilai tuh. Asal!

Maka jangan heran kalo seleb sekelas Dian Sastro aja udah nekat tampil sensual di cover majalah remaja pria terkenal di negeri ini. Juga jangan kaget kalo seleb yang masih ‘imut-imut’ kayak Dhea Ananda udah berani ‘meng­angkat’ roknya tinggi-tinggi. Mantan personel Trio Kwek Kwek ini mulai beranjak dewasa. Dan itu artinya udah merasa boleh melakukan hal yang dulu dianggap tabu ketika masih cuilik.

Natalie Portman misalkan, yang main di sekuel Star Wars: The Pantom Menace pernah melakukan adegan telanjang dalam film Any­where but Here. Padahal menurut sang sutra­dara ia masih berumur 16 tahun saat itu dan belum pantas melakukan adegan telanjang. Namun sebuah protes dilayangkan oleh Liv Tyler ketika dalam film "Onegin" dengan Ralph Fiennes ia diminta untuk beradegan telanjang dengan alasan ia belum genap berumur 21 ta­hun. “Jadi kadang-kadang ada aktris yang ber­sedia melakukan adegan telanjang untuk menun­jukkan bahwa ia bukan anak kecil lagi,” kata Hosoda penulis buku Fakta-Fakta Ketelan­jangan. Hih, dasar free thinker.

Terus, kenapa pula Britney Spears nekat memakai pakaian minimnya? ''Saya hanya me­ngenakan pakaian yang bagian atasnya pendek, sebab pakaian lain membuat saya berkeringat ketika saya menari,'' ujar penyanyi cewek ini seperti dikutip majalah Jerman, InStyle.

Menurutnya, dia tidak pernah berke­inginan menampilkan kesan seksi. ''Saya tidak pernah berharap tampil seksi,'' ujar penyanyi yang cukup laris dengan 'Baby One More Time' dan kerap tampil di berbagai situs internet itu. Ah, masak iya sih?

Sobat muda muslim, memang rada sulit diarahkan kalo orang udah punya prinsip bebas nilai. Baginya, segala perbuatan bergantung kepada selera hatinya. Rasa suka or benci diukur dari mood dalam dirinya. Nggak pake patokan. Nyang penting enak untuk dilakukan dan mendatangkan manfaat. Tentunya ngikutin ukuran yang dibuatnya dong. Bahaya!

Jadi jangan heran sobat dengan kelakuan para pengagum free thinker ini. Mereka berbuat sesuai dengan apa yang dipahaminya tentang perbuatan tersebut. Celakanya, mereka kok mendapat tempat ya? Maksudnya kok tetep jadi bahan omongan, bahkan mungkin rujukan? Nggak usah bingung. Mereka yang senewen kayak gitu bisa mendapat tem­pat, karena yang ngasih tempatnya juga sama senewennya.

Lihat saja faktanya. Banyak banget kan yang caur? Malah mereka masih bisa leluasa bertingkah saenake udhele dhewek, udah gitu mendapat ekspos dari media massa (baca: didukung). Baik cetak maupun elektronik. Ban­dingkan dengan kita kalo ngadain kegiatan keislaman. Boro-boro jadi ngetop, karena media aja males ngedatengin kita.

Why? Karena kita bukan sumber berita, sedangkan kaum seleb adalah sumber sekaligus bahan berita. Media massa mana sih yang kagak butuh berita? Justru itu bahan bakarnya biar tetep eksis. Kalo tabloid, koran or maja­lahnya ditinggal pembaca gara-gara nggak me­muat dan mendukung aksi seleb, alamat bisnis gulung tiker. Jadi, apa pun risikonya, tetep memuat mereka sebagai berita. Itu sebabnya KISS, Kabar-Kabari, Cek and Ricek, Bibir Plus, Otista, dan program sejenis di layar kaca tetap memberitakan kaum seleb, dan tentunya mendulang duit banyak. Kenapa? Banyak penon­ton berarti banyak iklan yang dipajang di situ. Di sinilah hukum pasar berlaku. Hmm...ck..ck..ck..

Jangan biarkan kami berdosa...

Benar. Tolong jangan berikan teladan yang nggak benar kepada kami. Apa iya mbak-mbak dan mas-mas mau menanggung dosa, gara-gara kami nyontoh kelakuan mbak-mbak dan mas-mas? Maklum dong, sebagai selebriti, biasanya akan dicontoh oleh penggemarnya. Nah, kalo perbuatan jelek Anda yang dicontoh? Wuih, alamat Anda dicap sebagai teladan dalam perbuatan dosa. Dan tentunya berdosa dong?

Rasulullah saw. bersabda: "Siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang baik kemu­dian beramal dengannya, maka ia mendapat balasannya (pahala) dan balasan serupa dari orang yang beramal dengannya tanpa mengu­rangi pahala mereka sedikitpun. Dan siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang buruk kemudian ia berbuat dengannya, maka ia mendapat balasannya dan balasan orang yang mengikutinya tanpa mengurangi balasan mereka sedikitpun," (HR. Ibnu Majah).

Sobat muda muslim, itu sebabnya kita khawatir banget dengan kondisi sekarang ini. Kaum seleb makin banyak tingkah. Dan teman remaja juga suka ikutan yang nggak benernya dari mereka. Udah gitu, masyarakat kayaknya nggak mau ambil pusing. Celakanya lagi, pemerintah nyuekkin aja kasus model beginian. Aduh, merana deh. Jadi, untuk para seleb segera sadar deh. Buat temen-temen, jangan mudah tergoda dan jangan membebek kelakuan buruk mereka. Banyak belajar deh. So, mari sama-sama kita memahami, bahwa kaum seleb bukanlah ‘nabi’ yang kudu diikuti sabdanya. Catet ya…!

_______________________________________
Edisi 115/Tahun ke-3 (16 September 2002)
Untuk berlangganan Offline kirim email ke studia@dudung.net
Atau telpon ke 08129565470 ( Oleh Sholihin )
Milis : buletin-studia@yahoogroups.com

 
 
(Dibaca: 12278 kali | Dikirim: 2 kali | Print: 353 kali | Nilai: 8.50/2 votes )
 

Baca juga :
 
Untuk berlangganan Buletin GAUL ISLAM edisi cetak atau ingin konsultasi dan kirim komentar silahkan hubungi 0812-8841181 (Redaksi).
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2018, Dudung Abdussomad Toha