| Nafa Urbach tampil ala Britney Spears saat mendendangkan lagu Lebih Baik Putus.
Liukan tubuh dan dandanannya yang.. ah, nggak usah diterusin. Hasilnya, sebagian
dari kita ada yang bengong, juga ada yang matanya nggak merem-merem, alias melotot
terus. Nggak sedikit juga yang merem-melek, dan tentunya banyak juga yang malah
memalingkan wajah sambil nggerutu, Sebel!
Apa komentar wong Magelang itu ketika mendapat kritik pemirsanya? “Aku
sempat down. Untung orang-orang di sekitarku tetep ngedukung. Mereka bilang,
‘kritikan itu justru bagus untuk kemajuan kamu’,” kata seleb
kelahiran 15 Juni 1980 ini.
Hmm.. ngibul. Terang aja maju terus pantang mundur, abis para pembisiknya orang
dekat beliau yang setuju dengan karir doi. Coba kalo kita-kita, huh, udah mencak-mencak
kali ye. Sayangnya, kita bukan orang dekatnya. Jadinya ya, cuma bisa ngomong
dalam ati, atau sekadar nulis di buletin ini. Lagian kalo ngomong langsung bisa
disepak duluan sama pengawalnya. Tapi kita ‘cerewet kayak begini bukan
berarti iri lho, justru kita merasa kasihan sama doi. Ya, itung-itung ngasih
masukan. Tul nggak?
Memang pusing seribu keliling kalo mikirin tingkahnya kaum seleb. Kayaknya
neh, mereka sih udah nggak mikir apakah perbuatannya bakalan dicontek ama
penggemarnya apa kagak, nyang penting bagi doi, adalah tenar bin ngetop. Maka,
jangan heran kalo Nafa Urbach tetap easy going aja meski menuai banyak kritik
atas aksinya yang ‘mengundang’. Gerimis Mengundang maksudnya?
Ya, kamu coba terjemahin sendiri deh!
Hasil ‘mission muke tebel’-nya itu, album Nafa tersebut terjual hingga
400 ribu kopi. Berarti bener kata pembisik Nafa? Yup, tapi apa artinya banyak
materi kalo nggak dapet ridho Allah Swt. Tul nggak?
Dan rupanya, tampil seksi di panggung or di depan kamera udah jadi tren buat
para seleb cewek di negeri ini. Lihat aja gimana ‘liarnya’ tingkah
Mbak Shanty di video klip Hanya Memuji bareng tandemnya, Marcel. Aduh, maaf-maaf
aja ya.., kita nggak tega kalo harus nyeritain gimana isi video klip itu. Kayaknya
kamu juga udah pada ngeh duluan kan? Hih, ‘aset’ berharga kok
diobral, Neng!
Oya, cewek kelahiran 30 Desember 1978 yang punya nama lengkap Annisa Nurul
Shanty Kusuma Wardhani Heryadie ini kemaruk profesi, lho. Buktinya, selain jadi
VJ MTV, doi juga aktif sebagai penyanyi, model, dan MC. Cuma satu yang belum
disandangnya; ustadzah, he..he..he.
Ada yang lain? Masih ada Non. Setelah cabut dari AB Three, Lusy Rahmawati kian
caur aja kelakuannya. Cewek yang main di sinetron Gadis Penakluk ini sering
tampil seksi. Selain pakaiannya yang ‘begitu-begitu’ itu, aksinya
juga kerap bikin para cowok yang ngelihat aksinya pada blingsatan kagak karu-karuan.
Bagaimana dengan Mbak KD? Wah, kayaknya beliau biangnya dalam urusan penampilan
menor. Penyanyi paling ngetop pilihan pemirsa di ajang SCTV Awards
tahun ini, ternyata sudah mulai kelihatan ‘nyablak’ gaulnya sejak
dapet juara di ajang Asia Bagus. Dan ke sininya, order nyanyinya kian kenceng
aja. Bukan cuma nyanyi yang melambungkan namanya, iklan dan dunia model
juga ikut nyumbang untuk kemajuan karirnya. Sekarang, nyonya Anang ini kelihatan
makin susah dikontrol gaya hidupnya. Utamanya dalam urusan dandan dan aksi panggung
or di depan kamera. Duh, kasihan sekaleee..
Sobat muda muslim, itu baru empat seleb yang kita kenal banget. Maklum, nyaris
saban hari mereka ‘ngedatengin’ kita lewat layar kaca. Entah lewat
sinetron, tayangan musik, or iklan yang diperaninya. Mbak-mbak tadi neh,
udah bikin kepala kita pusing kayak ketiban dinding runtuh. Puyeng mikirin tingkahnya
itu yang seperti nggak kenal kata malu. Celaka!
Cara jitu nyari perhatian?
Boleh jadi. Sebab, di tengah maraknya persaingan nyari duit di jalur itu, cara
yang efektif adalah tampil sensasional. Artinya, sebisa mungkin tampil aneh-aneh,
bila perlu norak sekalipun. Pokoknya, berani tampil beda. Dengan begitu, bisa
nyedot perhatian pemirsa.
Andhien yang tadinya masih ‘kalem’ sekarang mulai berani dandan
menor dan pakaiannya kian irit bahan. Jadinya, penyanyi jazz ini nggak ada bedanya
dengan para seniornya. Aduh!
Sensasi memang senjata ampuh. Itu sebabnya banyak orang mau ngelakuin itu dengan
tujuan 'mulia' untuk mendapat perhatian. Itu sebabnya, boleh jadi ada teman
kamu yang nyari perhatian dengan tampilan amburadul. Pakaian nggak disetrika.
Rambut dibiarin acak-acakan. Bahkan kalo sekolah aja Cuma bawa buku satu. Udah
gitu dilipet dan dimasukkin ke saku celana bagian belakang.
Sebenarnya teman yang model begitu lagi nyari perhatian lingkungan sekitar.
Sayangnya, doi memilih tampil begitu. Ya, barangkali mau tampil perlente nggak
ada yang bisa dibanggakan. Pengen pinter? Otak aja udah turun ke dengkul.
Gimana mau bersaing dalam urusan itu. Iya nggak? Jadinya, nyoba-nyoba tampil
acak adul begitu. Siapa tahu ada yang menaruh perhatian sama tingkahnya.
Nah, seleb juga sama, mereka suka bikin sensasi. Kamu tahu adiknya Vety Vera?
Yup, Alam pun perlu tampil sensasional membawakan lagu Mbah Dukun-nya.
Pokoknya dibuat seunik mungkin. Hasilnya? cowok asal Tasikmalaya ini meraih
gelar pendatang baru paling favorit di ajang AMI SHARP. Terus terang, aksinya
emang bikin orang fokus merhatiin doi. Sampe-sampe saat mau nerima hadiah
di ajang Anugerah Musik Indonesia itu, Alam bergaya ‘robot’ saat menaiki
panggung. Dasar!
Benar, sensasi itu cara efektif menarik perhatian. Tahun 70-an Ahmad Albar
tampil dengan rambut kribo. Puguh aja, langsung mendapat perhatian
penggemarnya di negeri ini. Sampe-sampe model rambut begitu jadi tren. Seleb
jaman kiwari pun udah membuktikan, betapa sensasional itu bikin melambungkan
namanya. Jadi jangan heran kalo Limp Bizkit, Linkin Park, System of a Down,
Cold, atau Blink 182 kian jadi favorit anak muda seantero jagat ini. Sebab mereka
menawarkan sesuatu yang baru dan ‘radikal’. Pokoknya, menggemparkan!
Blink 182, malah parah banget. Lagunya What my age again? layak dihujani
protes. Sebab, video klip lagu itu menampilkan adegan personel grup band asal
Amrik ini sedang berlari-lari di tengah kota tanpa sehelai benang pun menutup
tubuhnya. Gokil!
Sobat muda muslim, ya, boleh dibilang, bikin sensasi memang cara jitu mengundang
perhatian banyak orang. Logis saja. Orang biasanya tertarik atau langsung
tertarik dengan sesuatu yang mencolok. Jadi kalo kamu ke sekolah pake kolor
doang, pasti jadi perhatian banyak orang. Apalagi kalo udah pake kaca mata item,
rambut klimis, pake jas, dasi, eh, kelupaan pake celana….J
Free thinker
Wackss? Pemikir bebas? Betul. Udah banyak seleb kita yang begitu rupa. Jelas
dong, pernyataan bahwa perbuatan seseorang adalah bergantung kepada pemahamannya
itu benar. Coba, kaum seleb yang nekat tampil los-polos itu, karena doi memahami
bahwa hal itu bukan perbuatan yang asusila. Dan sah-sah aja menurut penilaiannya.
Jadi intinya memang bebas nilai tuh. Asal!
Maka jangan heran kalo seleb sekelas Dian Sastro aja udah nekat tampil sensual
di cover majalah remaja pria terkenal di negeri ini. Juga jangan kaget kalo
seleb yang masih ‘imut-imut’ kayak Dhea Ananda udah berani ‘mengangkat’
roknya tinggi-tinggi. Mantan personel Trio Kwek Kwek ini mulai beranjak dewasa.
Dan itu artinya udah merasa boleh melakukan hal yang dulu dianggap tabu ketika
masih cuilik.
Natalie Portman misalkan, yang main di sekuel Star Wars: The Pantom Menace
pernah melakukan adegan telanjang dalam film Anywhere but Here. Padahal
menurut sang sutradara ia masih berumur 16 tahun saat itu dan belum pantas
melakukan adegan telanjang.
Namun sebuah protes dilayangkan oleh Liv Tyler ketika dalam film "Onegin"
dengan Ralph Fiennes ia diminta untuk beradegan telanjang dengan alasan ia belum
genap berumur 21 tahun. “Jadi kadang-kadang ada aktris yang bersedia
melakukan adegan telanjang untuk menunjukkan bahwa ia bukan anak kecil
lagi,” kata Hosoda penulis buku Fakta-Fakta Ketelanjangan. Hih, dasar
free thinker.
Terus, kenapa pula Britney Spears nekat memakai pakaian minimnya? ''Saya hanya
mengenakan pakaian yang bagian atasnya pendek, sebab pakaian lain membuat
saya berkeringat ketika saya menari,'' ujar penyanyi cewek ini seperti dikutip
majalah Jerman, InStyle.
Menurutnya, dia tidak pernah berkeinginan menampilkan kesan seksi. ''Saya
tidak pernah berharap tampil seksi,'' ujar penyanyi yang cukup laris dengan
'Baby One More Time' dan kerap tampil di berbagai situs internet itu. Ah, masak
iya sih?
Sobat muda muslim, memang rada sulit diarahkan kalo orang udah punya prinsip
bebas nilai. Baginya, segala perbuatan bergantung kepada selera hatinya. Rasa
suka or benci diukur dari mood dalam dirinya. Nggak pake patokan. Nyang penting
enak untuk dilakukan dan mendatangkan manfaat. Tentunya ngikutin ukuran yang
dibuatnya dong. Bahaya!
Jadi jangan heran sobat dengan kelakuan para pengagum free thinker ini. Mereka
berbuat sesuai dengan apa yang dipahaminya tentang perbuatan tersebut. Celakanya,
mereka kok mendapat tempat ya? Maksudnya kok tetep jadi bahan omongan, bahkan
mungkin rujukan? Nggak usah bingung. Mereka yang senewen kayak gitu bisa mendapat
tempat, karena yang ngasih tempatnya juga sama senewennya.
Lihat saja faktanya. Banyak banget kan yang caur? Malah mereka masih bisa leluasa
bertingkah saenake udhele dhewek, udah gitu mendapat ekspos dari media massa
(baca: didukung). Baik cetak maupun elektronik. Bandingkan dengan kita
kalo ngadain kegiatan keislaman. Boro-boro jadi ngetop, karena media aja males
ngedatengin kita.
Why? Karena kita bukan sumber berita, sedangkan kaum seleb adalah sumber sekaligus
bahan berita. Media massa mana sih yang kagak butuh berita? Justru itu bahan
bakarnya biar tetep eksis. Kalo tabloid, koran or majalahnya ditinggal
pembaca gara-gara nggak memuat dan mendukung aksi seleb, alamat bisnis
gulung tiker. Jadi, apa pun risikonya, tetep memuat mereka sebagai berita. Itu
sebabnya KISS, Kabar-Kabari, Cek and Ricek, Bibir Plus, Otista, dan program
sejenis di layar kaca tetap memberitakan kaum seleb, dan tentunya mendulang
duit banyak. Kenapa? Banyak penonton berarti banyak iklan yang dipajang
di situ. Di sinilah hukum pasar berlaku. Hmm...ck..ck..ck..
Jangan biarkan kami berdosa...
Benar. Tolong jangan berikan teladan yang nggak benar kepada kami. Apa iya
mbak-mbak dan mas-mas mau menanggung dosa, gara-gara kami nyontoh kelakuan mbak-mbak
dan mas-mas? Maklum dong, sebagai selebriti, biasanya akan dicontoh oleh penggemarnya.
Nah, kalo perbuatan jelek Anda yang dicontoh? Wuih, alamat Anda dicap sebagai
teladan dalam perbuatan dosa. Dan tentunya berdosa dong?
Rasulullah saw. bersabda: "Siapa saja yang mencontohkan perbuatan
yang baik kemudian beramal dengannya, maka ia mendapat balasannya (pahala)
dan balasan serupa dari orang yang beramal dengannya tanpa mengurangi pahala
mereka sedikitpun. Dan siapa saja yang mencontohkan perbuatan yang buruk kemudian
ia berbuat dengannya, maka ia mendapat balasannya dan balasan orang yang mengikutinya
tanpa mengurangi balasan mereka sedikitpun," (HR. Ibnu Majah).
Sobat muda muslim, itu sebabnya kita khawatir banget dengan kondisi
sekarang ini. Kaum seleb makin banyak tingkah. Dan teman remaja juga suka ikutan
yang nggak benernya dari mereka. Udah gitu, masyarakat kayaknya nggak mau ambil
pusing. Celakanya lagi, pemerintah nyuekkin aja kasus model beginian. Aduh,
merana deh. Jadi, untuk para seleb segera sadar deh. Buat temen-temen, jangan
mudah tergoda dan jangan membebek kelakuan buruk mereka. Banyak belajar deh.
So, mari sama-sama kita memahami, bahwa kaum seleb bukanlah ‘nabi’
yang kudu diikuti sabdanya. Catet ya…!
_______________________________________
Edisi 115/Tahun ke-3 (16 September 2002)
Untuk berlangganan Offline kirim email ke studia@dudung.net
Atau telpon ke 08129565470 ( Oleh Sholihin )
Milis : buletin-studia@yahoogroups.com |