Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
"Manusia sejati adalah manusia yang selalu menyadari kelemahan dan kerapuhan dirinya sehingga ia selalu berusaha trus menerus memperbaiki diri, sampai ia datang ke hadapan penguasa kehidupan ini dengan penuh ketenangan"(Anonymous)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Buletin Gaul Islam
06 Oktober 2008 - 15:02
Makin Takwa Setelah Ramadhan    
gaulislam edisi 049/tahun I (29 Ramadhan 1429 H/29 September 2008)
 

Bro, hanya dalam hitungan jam dari sekarang, saat buletin kesayangan kamu ini diterbitkan pada 29 Ramadhan, kita akan meninggalkan Ramadhan dengan segala kenangan dan keindahan yang kita rasakan. Kalo umur bulan Ramadhan ini 29 hari, berarti insya Allah besok kita merayakan Idul Fithri (bertepatan dengan 30 September 2008). Tetapi kalo nggak terlihat hilal (bulan sabit sebagai penanda awal bulan baru), maka akan digenapkan menjadi 30 hari. Itu artinya insya Allah 1 Syawal 1429 H ini akan masuk pada hari Rabu. Itu bertepatan dengan tanggal 1 Oktober 2008. Tentu saja kita bergembira karena Idul Fithri adalah satu dari dua hari raya umat Islam setelah Idul Adha. Kita berdoa kepada Allah Swt. semoga shaum kita selama Ramadhan ini diterima oleh Allah Ta’ala. Semoga kucuran nikmat, rahmat, dan ampunan dariNya berbuah pahala dan makin bikin kita tambah takwa kepadaNya. Amin.

Oya, sekadar tahu aja bahwa Idul Fithri adalah hari di mana kita kembali berbuka. Setelah selama sebulan penuh kita berpuasa (shaum) di bulan Ramadhan. Dari Abi Hurairah (ia berkata), sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda. “Shaum/puasa itu ialah pada hari kamu berpuasa, dan (Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka. Dan (Idul) Adha (yakni hari raya menyembelih hewan-hewan korban) itu ialah pada hari kamu menyembelih hewan.”

Dan dalam lafadz Imam Ibnu Majah (artinya): “(Idul) Fithri itu ialah pada hari kamu berbuka, dan (Idul) Adha pada hari kamu menyembelih hewan.” (Ibnu Majah, hadis no. 1660)

 Dan dalam lafadz Imam Abu Dawud (artinya): “Dan (Idul) Fithri kamu itu ialah pada hari kamu (semuanya) berbuka, sedangkan (Idul) Adha ialah pada hari kamu (semuanya) menyembelih hewan.” (Abu Dawud, hadis no. 2324)

Aduh, jangankan kita berbuka seterusnya, sebab ketika berbuka setelah puasa seharian aja senengnya bukan main. Bahkan seneng banget meskipun hanya berbuka dengan seteguk air dan sebutir kurma (apalagi kalo ditambah seporsi nasi goreng lengkap dengan lauk dan daging, hehehe..). Jadi, kalo diminta berbuka selama 11 bulan itu namanya seneng banget. Maklum, shaum yang wajib kan hanya di bulan Ramadhan. Selain itu adalah shaum-shaum sunnah saja.

Oya, biar mantep ngadepin Idul Fithri ada beberapa yang perlu kita perhatikan. Di antaranya:

Jangan gila belanja
Hah, belanja ada gilanya ya? Iya, maksudnya kamu kayak orang kesetanan aja belanja untuk kebutuhan Idul Fithri. Mentang-mentang banyak uang hasil dikasih bonus dari ortu dan keluarga besar lainnya, atau karena dapat THR kalo kamu udah kerja, akhirnya kamu beli apa aja yang kamu suka dan pengen dipamerin saat Idul Fithri. Baju baru, sendal baru, kopiah baru, sarung baru, hape baru, pokoknya segala baru. Nggak hanya soal pakaian, tapi belanja makanan juga nyaris nggak terkontrol. Apa aja dibeli. Duh, meskipun hari raya dan boleh berbahagia, tapi tentu bukan dengan cara seperti itu kita merayakannya. Iya nggak sih?

Untuk sekadar ada makanan di rumah buat ngejamu tamu dan keluarga yang sowan ke rumah boleh-boleh aja. Asal jangan berlebihan dengan niat pengen ngebuktiin bahwa kita tuh dianggap mampu dan berpunya karena bisa beli barang dan makanan yang mahal harganya. Ya, kalo gitu jadi nggak ikhlas dong ya. Sayang banget tuh jadinya nggak dapat nilai pahala. Biasa saja lah. Jangan pengen ada poin di hadapan manusia, tapi yang utama adalah poin plus dari Allah Swt. karena kita ingin mendapat ridhoNya.

Bro, sebaiknya menjelang dan di hari Idul Fithri kita bisa empati kepada saudara-saudara kita yang kekurangan secara ekonomi. Mungkin kalo nggak bisa sepanjang hari selama setahun, momen Idul Fithri bisa kita pake untuk melakukan kebaikan-kebaikan itu. Di hari-hari biasa kita sibuk dengan urusan kita masing-masing, paling nggak saat Idul Fithri kita bisa silaturahim dengan kerabat dekat, dan bisa menjalin ukhuwah dengan kaum muslimin lainnya, mulai dari tetangga dekat sampai dengan kaum muslimin di tempat lain yang kita kenal tapi jarang komunikasi dengannya meski kita punya nomor kontaknya. Sekarang kan udah jamannya teknologi komunikasi yang canggih, kirim aja SMS atau telepon, bisa ngucapin selamat dan minta maaf. Ini insya Allah lebih bermakna ketimbang kita gila belanja atau menghamburkan uang untuk kebutuhan yang tak terlalu perlu.

Banyak berdoa dan berdzikir
Sobat muda muslim, Islam ngajarin kita untuk disunnahkan memperbanyak dzikir berupa takbir, tahmid, tasbih dan tahlil di malam Idul Fithri. Itu sebagai bentuk rasa syukur kita kepada Allah Ta’ala karena senantiasa mendapatkan berbagai nikmat, hingga bisa merayakan Idul Fithri dan berharap puasa kita diterima olehNya. Allah Swt. berfirman:

“…dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjukNya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.” (QS al-Baqarah [2]: 185)

Allah Swt. juga menyampaikan firmanNya (artinya): “Dialah Allah Yang tiada Tuhan selain Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan Keamanan, Yang Maha Memelihara, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa, Yang Memiliki segala Keagungan, Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.” (QS al-Hasyr [59]: 23)

Dalam ayat lain, Allah ‘Azza wa Jalla juga berfirman:
“maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (QS an-Nashr [110]: 3)

Yup, betul banget kalo di malam Idul Fithri kita diminta untuk lebih banyak berdzikir dan berdoa. Mengumandangkan takbir, tahmid, tasbih, dan tahlil sepanjang malam juga sepanjang hari di 1 Syawal tersebut. Ini untuk nunjukkin bahwa kita nggak ada apa-apanya di hadapan Allah Swt. Kalo saja nikmat sehat dicabut, kita bisa sakit. Nikmatnya makanan nggak bakalan terasa, bahkan kita berbaring tak berdaya, ada juga di antara kita sampai koma berhari-hari di rumah sakit. So, kalo kita masih bisa menghirup nafas kita dengan gratis tanpa bantuan alat, kalo kita masih diberi umur panjang hingga bisa merayakan Idul Fithri, itu artinya Allah Ta’ala sayang sama kita. Maka, sebagai wujud rasa syukur atas segala nikmat yang diberikan kepada kita, kita udah sepantasnya kalo memanjatkan doa tanda syukur dan senantiasa mengagungkan nama Allah. Semoga kita termasuk orang-orang yang senantisa bersyukur dan selalu mencari ridho Allah Swt. dalam kehidupan di dunia fana ini. Supaya ketika kembali kepadaNya kita sudah bisa berbangga dengan banyaknya amal shalih yang kita kerjakan sambil berharap rahmat Allah atas kita. Amin.

Perhatikan makanan dan minumanmu
Sobat muda muslim, meski pada Idul Fithri kita dibolehkan makan dan minum sambil bergembira-ria karena sudah selesai shaum full sebulan, tapi bukan berarti sepuasnya dan sesukanya dalam menggares (mengkonsumsi makanan-minuman). Tetep ada aturan mainnya dong. Jangan sampe berlebihan apalagi mengkonsumsi makanan dan minuman yang haram. Pernah lho ada kejadian, pas lebaran ada juga sekelompok remaja muslim di kampung saya yang merayakannya dengan minum-minuman keras. Waduh, itu sih namanya berpesta dengan kemaksiatan. Semoga kita semua terhindar dari perbuatan maksiat tersebut dan maksiat lainnya.

Kenapa perlu memperhatikan makan dan minuman yang bakal masuk ke tubuh kita saat Idul Fithri? Yup, sebab biasanya sih alat pencernaan kita ‘merasa kaget’, karena selama bulan Ramadhan tuh ritmenya teratur hanya ‘bekerja berat’ pada pagi dan sore hari saja. Tapi pas Idul Fithri bisa jadi malah nonstop seharian kerja berat mengolah makanan. Mau yang enak di lidah atau pahit di lidah, alat pencernaan kita nggak pernah pilih-pilih, tapi risiko ditanggung sendiri. Kalo sampe kejadian menwa alias mencret wae (baca: always mencret) itu bukan salah alat pencernaan kita, tapi salah kita karena masukkin benda-benda yang berpotensi bikin teler alat pencernaan kita. Opor ayam, ketupat, rendang, rujak kangkung, bakwan, ikan asin, sirup, soft drink, bir pletok (baca: bandrek), bajigur, en apa aja masuk. Nyaris sepanjang hari. Gimana nggak kolaps tuh usus dan lambung kita. So, jaga diri ya. Jangan sampe mentang-mentang dikasih kesempatan berbuka di hari raya, eh kita malah lupa diri. Ngumpanin mulut dan lidah kita dengan yang enak-enak tanpa memikirkan bagian pencernaan. Nggak seru banget kan kamu masuk rumah sakit gara-gara nggak ngontrol makanan dan minuman saat Idul Fithri?

Takwanya meningkat dong ya
Brur en Sis, Allah Swt. mewajibkan shaum (puasa) di bulan Ramadhan selama sebulan penuh targetnya adalah supaya kita menjadi orang-orang yang bertakwa. Tentu nggak semua orang bisa melakukannya, bahkan Allah Swt. pun hanya memerintahkan kepada orang-orang yang beriman saja. Itulah sebabnya kadang kita masih melihat banyak kaum muslimin yang masih tidak berpuasa di bulan Ramadhan padahal nggak ada udzur syar’i yang membolehkannya tidak berpuasa. Seorang muslim, yakni orang Islam, belum tentu beriman (mukmin) dengan penuh kepada Allah Swt. Tapi, seorang mukmin, insya Allah ia sudah sekaligus muslim. Semoga saja kita termasuk orang-orang yang bukan hanya sebagai muslim, tapi sekaligus mukmin.

Sehingga perintah shaum Ramadhan kepada kaum mukminin ini berbuah takwa sebagaimana firmanNya:
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,” (QS al-Baqarah [2]: 183)

Betul sekali, sungguh nikmat banget kalo shaum kita membekas dalam perilaku kita. Membekas dalam ibadah kita, membekas dalam pengamalan syariat Allah dan RasulNya. Insya Allah kita menjadi jawara sejati setelah Idul Fihtri, makin takwa setelah Ramadhan. Itu artinya Ramadhan benar-benar sudah menjadi tempat penempaan diri untuk melatih kesabaran kita, rasa syukur kita, keimanan kita, dan keyakinan akan ampunan Allah Swt. jika kita mau bertobat atas segala dosa.

Selama bulan Ramadhan ini kita udah terbiasa hidup teratur dan memiliki rasa takut yang cukup tinggi kepada Allah Swt. Kita rela menahan untuk tidak makan dan minum di siang hari semata karena kita taat kepada Allah Swt. dan menjaga puasa kita agar tidak batal. Betapa kita rela mati-matian istiqamah dalam menjalankan perintah Allah ini. Subhanallah.

Siang dan malam hari jadi giat beribadah seolah hari esok maut menjemput kita. Semarak shalat tarawih berjamaah memberikan suasana kebersamaan yang tinggi, tilawah al-Quran bergema hebat dari mulut kita. Juz demi juz kita lalui dengan penuh semangat dan keikhlasan sehingga begitu Ramadhan selesai, al-Quran khatam dibaca. Semoga amalan kita diterima Allah Swt. Jerih payah beribadah siang dan malam semoga menambah nilai takwa kita di hari-hari ke depanya. Jangan sampe deh, ibadah yang rajin dan taat menjalankan perintah Allah Swt. hanya terjadi di bulan Ramadhan saja. Sayang banget.

Maka, agar kita tetap bisa menjalankan ibadah di luar Ramadhan dan makin kuat ketakwaan kita, nggak ada salahnya kita ciptakan suasana yang sama dengan saat Ramadhan. Agar kita senantiasa merasa dekat dengan Allah Swt. dan dihindarkan dari perbuatan dosa. Kamu pernah dengar kan lagunya Opick yang berjudul Tombo Ati? Isinya pasti kamu pada hapal deh. Yup, obat hati itu ada lima perkara. Pertama, membaca al-Quran (meresapi makna untuk mencerahkan akal dan jiwa). Kedua, shalat malam (agar bisa meraih disiplin orang-orang shalih). Ketiga, bergaul dengan orang-orang shalih (untuk mendapatkan ilmu dan nasihatnya). Keempat, shiyam, yakni puasa (agar lapar kita berbuah sadar). Kelima, dizkir malam (membiasakan dzikir di malam hari di saat banyak manusia terlelap dalam tidurnya).

Nah, semoga saja ini bisa membuat kita senantiasa menumbuhkan ketakwaan meski Ramadhan sudah berlalu meninggalkan kita. Artinya, ada hasilnya gitu lho. Shaum Ramadhan berbuah takwa, bukan cuma dapetin lapar dan haus doang.

Terakhir, ada hadis qudsiy yang oke banget untuk memotivasi agar kita senantiasa dekat dengan Allah untuk meraih takwa kepadaNya:
 “Jika seorang hamba mendekat kepadaKu sejengkal, Aku akan mendekatinya sehasta; jika ia mendekatiKu sehasta, aku akan mendekatinya sedepa; jika ia datang kepadaKu dengan berjalan, Aku akan mendekatinya dengan berlari” (Shahih Bukhari, XI/199)

Oke Bro, Ramadhan udah di akhir perjalanannya. Idul Fithri menjelang. Entah, harus bergembira atau bersedih. Sebab, di satu sisi kita bergembira dengan datangnya Idul Fithri, tapi kita juga pantas bersedih ketika hendak meninggalkan Ramadhan. Bulan yang telah ‘mempermak’ kita menjadi orang yang taat dan gemar beramal shalih demi meraih ridho Allah Swt. Khawatir kalo tahun depan kita nggak bertemu lagi dengan Ramadhan. Tapi, semoga kita bisa jumpa lagi dengan Ramadhan di tahun depan. Kalo pun nggak, semoga kita bisa reuni di surgaNya kelak.

Nah, saya dan seluruh kru Buletin Remaja gaulislam, yang selama hampir setahun ini menemani kamu semua berbagi ilmu dan mengenal Islam, mohon maaf lahir-bathin jika ada banyak salah dan selamat hari raya Idul Fithri 1429 H. Taqabalallahu minna wa minkum. Semoga kita kian bertakwa kepada Allah Swt. Amin. [solihin: osolihin@gaulislam.com]

 
 
(Dibaca: 6536 kali | Dikirim: 0 kali | Print: 0 kali | Nilai: 0.00/0 votes )
 

Baca juga :
 
Untuk berlangganan Buletin GAUL ISLAM edisi cetak atau ingin konsultasi dan kirim komentar silahkan hubungi 0812-8841181 (Redaksi).
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha