| Nonton film misteri, kayaknya sekarang nggak mesti berhubungan dengan rasa
takut. Buktinya, film-film misteri amat digandrungi penontonnya. Seperti yang
terkenal MGI (Misteri Gunung Merapi), Misteri Nini Pelet, Dendan Nyi Pelet,
Gerhana, Tuyul dan Mbak Yul, Jin dan Jun, Jinny oh Jinny dan juga cerita-cerita
horor di KISMIS alias Kisah Misteri. Mungkin ada juga sih yang masih merasa
takut kalo nonton film begituan, tapi rupanya sekarang mulai dikalahkan oleh
rasa penasaran. Atau bisa juga, karena kemasan filmnya yang dibikin nggak ngeri
bin serem lagi, misalnya diselipin adegan bodoran (ini khusus film or sinetron
Indonesia), meski adakalanya juga jadi konyol banget. Contohnya aja film-film
misteri jaman dulu, macam Sundel Bolong, Nyi Blorong, Malam Jumat Kliwon dan
sejenisnya. Nah, film-film di masa kejayaan Mbak Suzanna itu kerap kali menghadirkan
adegan konyol Bang Dorman Borisman atawa Bang Bokir. Bukan menghibur jadinya,
tapi malah membodohi penonton. Gimana nggak, bagi kamu yang pernah menonton
film-film tersebut pasti ketawa tertahan dan mungkin ada juga yang muak banget.
Abisnya, banyak adegan konyol yang mungkin tadinya bertujuan mengendurkan ketegangan,
tapi nyatanya malah bikin kesel yang nonton. Tepatnya, kita dianggap bodoh gitu
lho. Misalnya, adegan ngegodain "hantu" wanita. Kan aneh ya? Bukannya
takut, kok malah ngegodain.
Sinetron Jin dan Jun atawa Tuyul dan Mbak Yul, yang katanya konsumsi untuk
anak-anak, acapkali menghadirkan adegan konyol nan menyebalkan. Pokoknya nggak
kelas deh. Oke, mungkin sinetron atawa film begituan ada yang bilang nggak kelas
untuk ditonton. Tapi tetep berbahaya, lho. Kenapa? Sebab punya potensi untuk
meracuni akidah penontonnya. Apalagi faktanya ternyata banyak penonton cilik,
ya, adik-adik kita itu.
Sobat muda muslim, emang di tengah kondisi kehidupan yang kian parah ini; ekonomi
morat-marit, politik makin berbelit-belit, dan seabrek persoalan lainnya yang
nggak pernah bisa diselesaikan, menjadikan masyarakat mulai melirik hal-hal
lain, khususnya masalah mistik ini. Wah, wah, wah.
Hmm, kamu suka nonton acara KISMIS? Konon kabarnya, cerita itu dibuat berdasarkan
kejadian yang sebenarnya, lho. Misalnya, misteri setelah kejadian kebakaran
Yogya Dept.Store di Kalimalang saat kerusuhan Mei 1998 lalu. Atau tragedi Semanggi
yang menewaskan banyak pengunjuk rasa. Wuah, pokoknya bikin serem, tapi sekaligus
memunculkan juga rasa penasaran yang amat sangat. Nggak percaya? Mungkin bisa
tanya aja sama Mbak Caroline Zachrie yang presenter program KISMIS itu. Soalnya,
Mbak Caroline ini juga suka wawancara dengan orang-orang yang punya pengalaman
misteri itu. Coba, gimana nggak ciut kalo langsung berhadapan dengan orangnya.
Nah, lho. Jangan nonton sendirian! Eh, kok malah nyaranin sih? Nggak lha yauw…
Emang sih, nonton tayangan misteri nggak kayak nonton film India di
Megabollywood-nya Indosiar. Itu sih, bertabur bintang cakeup, cantik, en yang gimanaaaa..
gitu. Pokoknya bikin jantung berdetak dua kali lebih kenceng. Dan itu deg-degan
yang menyenangkan. Kalo kisah misteri kan deg-degannya lain. Ya, serem gitu
lho. Kalo di film India kita bisa"menikmati" wajah gantengnya
Govinda. Eh, tapi jangan salah, di kisah misteri kita juga bisa menemukan sosok
Gopinda. Lho, kok nulisnya beda? Iya, soalnya ini mah kependekan dari Gondok
Pipinya Doang! Hih, bayangin aja kalo ada sosok makhluk kayak begitu, pas lagi
nonton cerita misteri lagi. Bahkan kalo ketemu pun, kita bakalan langsung
menggunakan ilmu mustika, alias mustika… buurrr!
Kenapa digemari?
Oke, ini persoalan yang gampang-gampang susah untuk dijawab. Kenapa? Sebab,
meski sering ditakuti, tapi juga nggak jarang bikin penasaran. Artinya, meski
serem, tapi masih pengen ngeliat atau ngebaca kisah tersebut. Barangkali, ini
disebabkan karena kita suka penasaran dengan dunia selain tempat kita hidup.
Orang Amrik aja kan ngebet banget pengen tahu kehidupan di luar angkasa sana.
Malah dengan fantasinya mereka mencoba "menciptakan" makhluk semacam
alien, yang mereka sebut sebagai makhluk luar angkasa "musuh" penduduk
bumi. Contohnya kayak di film dengan judul yang sama yang pernah dibintangi
Sigourney Weaver itu.
Belum lagi misteri UFO yang hingga kini belum juga terpecahkan. Ya, emang nggak
begitu jelas alasan mereka menciptakan tokoh khayalan seperti itu, tapi yang
pasti rasa penasaran untuk mengetahui dunia selain tempat tinggal kita menjadi
alasan mengapa orang suka dengan dunia mistik. Namanya juga misteri, berarti
sesuatu yang masih belum jelas. Tapi kok disuka ya? Ya, kembali ke penjelasan
di atas. J
Sama halnya dengan waktu di kampung dulu, kalo ada orang cerita tentang makhluk
jadi-jadian, penulis suka terlibat secara emosi. Tepatnya tekun menyimak, padahal
dalam hati mah bercampur antara perasaan takut dan penasaran. Cerita tentang
Jailangkung misalnya, acapkali bikin jantung kita terasa copot. Sekarang malah
ada juga kan filmnya? Diputer di bioskop twenty one, lagi. Wuah?
BTW (by the way), cerita-cerita misteri sebetulnya udah digandrungi sejak lama.
Pokoknya digemari secara turun temurun. Buktinya? Ya, yang bikin cerita-cerita
itu. Baik di televisi atawa di novel, atau sekadar berbagi pengalaman. Di internet
aja, malah ada situs khusus yang memuat cerita-cerita misteri dari siapa saja
(netter) yang punya pengalaman tentang itu. Wuah, gimana jadinya dunia ini?
Yang pasti bukan tetep asyik, apalagi tambah asyik. Hih, amit-amit deh, ngomongin
dunia "ghaib" sampe lupa dunia nyata kita. Walah?
Bagi sebagian orang, barangkali menelusuri dunia mistis ini boleh dibilang
sebagai obat stres. Abisnya, kondisi kehidupan yang parah ini nggak juga beranjak,
malah tambah kelelep aja. Akhirnya, daripada mikirin dapur nggak ngebul-ngebul,
banyak orang yang tergoda menyelami dunia mistik. Awalnya cuma iseng, lama-lama
malah jadi nyandu alias demen. Ini kan nggak bener. Apalagi bagi orang yang
bablas imane, wuah, dijamin terseret lebih jauh deh. Jangan heran pula kalo
kemudian banyak yang percaya dunia begituan, dan bahkan terlibat di dalamnya.
Tepatnya jadi dukun alias paranormal, atau paling nggak jadi penggemar berat
dunia begituan. Kasihan banget ya?
Jadi emang banyak alasan kenapa masyarakat menggemari cerita misteri ini. Utamanya
yang emang serem banget, alias nggak ada adegan konyolnya. Macam tayangan KISMIS,
film Charmed, Angel, The Imortal dll. Atau cerita dalam novel Harry Potter,
juga cerita-cerita novel garapan Stephen King, macam Thinner (kisah yang bercerita
tentang kutukan orang gipsy, dan pernah difilmkan juga). Hmm.., dijamin ghoosebumps…!
Meracuni Akidah
Sobat muda muslim, maraknya tayangan kisah misteri ini bukan tanpa persoalan.
Yang sudah pasti adalah meracuni akidah penonton-nya. Dalam kadar tertentu,
bahwa kita percaya tentang dunia ghaib itu benar. Tapi kalo sampe kemudian dieksploitir
dan dibumbui dengan beragam kisah misteri yang tujuannya untuk meracuni akidah
umat, itu jadi berbahaya. Kamu bisa lihat deh, setiap tayangan yang berkaitan
dengan kisah misteri, nggak pernah ada penyelesaian yang benar. Meskipun di
setiap kisah suka muncul juga tokoh kyai yang bertarung melawan tokoh ilmu hitam
penyebar kesesatan, tapi itu belum cukup memberikan penyelesaian yang menyeluruh.
Malah bikin bias sebetulnya.
Bukannya kita nggak percaya dengan alam ghaib lho. Kita percaya kok bahwa yang
namanya setan bin iblis itu ada, meski nggak keliatan. Tapi yang jadi persoalan
adalah, jangan sampe kemudian kita tergoda dengan segala hal yang begituan dan
turunannya. Misalnya, menganggap bahwa orang yang udah mati hidup kembali. Apalagi
kalo yang kondisi matinya nggak wajar, seperti kebakar, tenggelam, dibunuh orang
atawa bunuh diri. Menurut sebagian besar kepercayaan masyarakat, bahwa orang
yang mati model begitu, bakal jadi arwah penasaran. Lalu mengganggu, menakut-nakuti,
sampai mencelakakan orang yang masih hidup. Ini kan jelas tahayul. Padahal,
nggak mungkinlah, orang mati bisa gangguin orang yang masih hidup. Segala hubungan
dengan alam dunia udah terputus. Dan itu berarti nggak bakalan bisa berkomunikasi.
Yakinlah, itu hanya perbuatan setan untuk meracuni akidah manusia yang masih
hidup.
Lagian kita nggak bisa mengetahui secara pasti tentang ruh. Yang kita tahu
bahwa ruh (dalam arti nyawa) ketika sudah meninggalkan badan makhluk hidup ini,
maka akan kembali kepada Allah. Itu saja. Selebihnya urusan Allah. Firman Allah
Swt.:
Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakan:
"Ruh itu urusan Tuhanku; dan kamu tidak diberikan ilmu pengetahuan melainkan
sedikit sahaja". (TQS al-Isrâ [17]: 85)
Kalo kita perhatiin, yang ada di cerita misteri yang berhubungan dengan mistik
kan modelnya nggak jauh dari yang serem-serem. Misalnya, orang ketemu makhluk
tak berwajah, ketemu sundel bolong, ketemu.. wah, segala yang serem-serem deh.
Lagian, biasanya cerita itu berkembang jadi lebar kemana-mana, tentu setelah
ditambah bumbu-bumbu. Nha lho, merinding deh bulu kudukmu. Yeey.. tak usah lha
yauw…!
Sobat muda muslim, sekali lagi, kita percaya kok bahwa "lelembut"
itu ada. Tapi bukan berarti kemudian takut menghadapinya. Nggak, kita memohon
kepada Allah supaya terhindar dari godaan dan gangguan mereka. Naudzubillah
min dzalik!
Jangan percaya deh!
Setan emang ada di mana-mana. Dan akan senantiasa menggoda manusia supaya ikut
menjadi kadernya. Itu sebabnya pula, sekarang banyak orang berbuat maksiat.
Tapi ada yang aneh memang, kita suka kebalik-balik. Dengan cerita yang belum
tentu kebenarannya kita takut en ngeri, tapi dengan godaan setan yang jelas
tampak nyata manusia banyak yang nggak takut. Di diskotik ada setan, buktinya
banyak yang ngeboat, mungkin juga ada yang main perempuan, serta beragam perbuatan
bejat bin maksiat lainnya. Mereka nggak merasa takut, mungkin karena emang ikut
jadi "setan" J J
Firman Allah Swt.: Iblis berkata: "Karena Engkau
(wahai Tuhan) menyebabkan aku tersesat, (maka) sesung-guhnya aku akan mengambil
tempat untuk menghalangi mereka (dari menjalani) jalanMu yang lurus;
(TQS al-A'râf [7]: 16)
Media penyebar mistik ini akan terus menjamur kalo masyarakat dan negara mendiamkan,
apalagi ikut larut dengan tren yang diciptakannya. Dan bisa-bisa malah jadi
petaka bagi pembaca or penontonnya. Dampaknya akan muncul ketakutan yang nggak
beralasan, terus percaya banget kepada kejadian tersebut. Tapi ironinya, keimanan
kepada Allah Swt. justru malah berkurang, kalo nggak mau dikatakan nol. Untuk
menghindari yang katanya arwah gentayangan, ada yang minta tolong sama paranormal
or dukun. Ya, itu sih temen-temennya setan dong. Jadi deh, kita ikutan berbuat
dosa. Rugi banget tuh.
Harusnya kan minta tolong hanya kepada Allah Swt. Bukan kepada makhluk-Nya.
Tul nggak? Dan yang pasti kita kudu menghimbau kepada bapak-bapak pejabat kita
supaya menertibkan tayangan begituan. Terus jangan lupa, syiarkan ajaran Islam
kapanpun dan di manapun. Jangan dipersulit. Begitu, kawan.
___________________________
Buletin Studia Bogor Edisi 082/Tahun ke-3
|