Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Musuh yang memusuhimi dengan terang-terangan adalah lebih baik daripada kawanmu yang palsu. (Arif bijak)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Buletin Gaul Islam
29 September 2008 - 06:09
Obama dan Oma Irama    
gaulislam edisi 046/tahun I (8 Ramadhan 1429 H/8 September 2008)
 

Di Amrik sono, rakyatnya sedang mengharu-biru. Tengah tampil calon pemimpin yang ditunggu-tunggu banget oleh mereka; Barack Obama. Meski pemilu di Amrik belum dimulai, tapi banyak orang dan banyak media massa di Amrik yang udah kepincut ama Barack Obama. Masih muda, cerdas, jago pidato, dan — yang paling disuka rakyat AS — anti-perang. Beda banget dengan apa yang dilakukan pendahulunya, George Bush Jr. dari Partai Republik.

Tampil beda
Kehebatan Obama udah dimulai dengan terlebih dahulu mengalahkan kandidat capres sesama Partai Demokrat. Nggak tanggung-tanggung, yang dibikin keok adalah mantan first lady – ibu negara – Amerika Serikat; Hillary Clinton. Tapi Obama sukses merebut banyak suara dari para pendukung Partai Demokrat untuk menjadi satu-satunya capres mereka di ajang pemilu nanti.

Sekarang, Obama udah dijagokan bakal mengalahkan kandidat capres dari Partai Republik, McCain. Dalam konvensi Partai Demokrat yang baru berakhir minggu lalu, pidato Barack Obama dipuji banyak orang. Sejumlah orang terharu dan menangis. Dan tiap menit khalayak melakukan standing ovation dan bertepuk tangan.

Konvensi Partai Demokrat di AS, menyedot banyak rakyat Amrik yang antusias. Sekitar 84 ribu orang datang menyongsong Obama. Stasiun televisi CNN menayangkan acara tersebut, yang diisi pidato tokoh-tokoh Demokrat, mantan Presiden AS Bill Clinton, John Kerry, cawapres Joe Biden dan pastinya capres Obama, tanpa jeda. Ada yang bilang itu berarti acara ini lebih ‘hebat’ ketimbang American Idol dan Anugerah Oscar. Ya iyyalah!

Kenapa Barack Obama segitu memesona banyak orang di Amrik? Pertama, jelas peran tim suksesnya yang sukses jual kecap kehebatan Obama. Sering diceritain kalo Barack Obama ini rajin mengunjungi dan membela rakyat miskin, ngajarin pentingnya politik kepada kaum muda, dsb.

Kedua, Obama masih muda dan enerjik. Sementara lawannya McCain udah tua. Banyak warga AS yang menaruh harapan pada Obama yang muda, yang dipercayai bisa bikin perubahan. Maka banyak yang menyamakan Obama sama presiden J.F. Kennedy yang jadi presiden termuda di AS. Kebetulan keduanya dari Partai Demokrat.

Tapi kan Obama berkulit hitam? Itu memang sempat meragukan banyak kalangan. Soalnya dalam sejarah, belum ada satupun presiden AS yang berkulit hitam. Bahkan dulunya warga kulit putih AS giat memperbudak warga kulit hitam. Dan sampe hari ini, warga kulit hitam masih belum sepenuhnya lho setara dengan warga kulit putih. Nah, Obama diharapkan jadi terobosan baru di Amrik. Bahwa orang kulit hitam juga bisa jadi presiden.

Ketiga, Obama tampil di saat rakyat Amerika udah kesel banget sama pemimpin mereka dari Partai Republik, George Bush Jr. Itu orang gemar banget menebar perang atas nama ‘melawan terorisme’. Setelah serangan terhadap gedung WTC 11 September 2001, pemerintah Bush melancarkan banyak ancaman perang buat siapa saja dan negara mana saja yang dituduh mendukung terorisme (maksudnya melawan kepentingan Amrik).

So, atas nama demokrasi dan anti-terorisme, Afghanistan dan Irak diterjang. Hasilnya? Jutaan rakyat Irak yang tak bersalah – termasuk anak-anak, wanita dan orang tua – tewas disambar rudal dan peluru tentara koalisi pimpinan AS. Sebelumnya, sekitar 3 juta rakyat Irak sudah mati duluan karena embargo ekonomi oleh PBB. Alasannya Irak dicurigai punya senjata pemusnah massal berupa nuklir dan senjata biologis serta kimia. Semua kebijakan pembunuhan itu pastinya atas usulan Amrik, dong!

Di Indonesia, tekanan Amerika Serikat juga kerasa banget. Penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir adalah buah tekanan AS kepada pemerintah di sini. Begitupula pembentukan satuan keamanan antiteror Densus 88 adalah atas prakarsa dan bantuan Amrik.

Nah, akibat kelewat getol menekan bangsa-bangsa lain, ekonomi Amerika hancur lebur. Kemiskinan dan pengangguran meningkat dibanding era kepresidenan Bill Clinton. Selain itu, banyak orang tua di AS yang benci kepada Bush karena anak-anaknya yang menjadi tentara mati sia-sia di medan perang Irak dan Afghanistan. Apalagi sampai hari ini Bush ngotot untuk tidak menarik pasukan AS dari dua negara itu.

Makanya, Obama yang punya program beda jadi harapan baru rakyat AS. Obama berjanji bakal menarik pasukan AS dari Irak, mengurangi pajak untuk para pekerja AS, membangun sekolah-sekolah yang berkualitas dan menciptakan lapangan kerja.

Kenapa ikut-ikutan?
Ternyata, pesona Obama itu nggak cuma ada di Amrik sono, tapi banyak orang Indonesia yang juga kesengsem. Ada lho orang Indonesia ngefans sama Obama sampai-sampai bikin fans club-nya, bahkan ikutan ngedukung Obama jadi capres Amerika. Mereka juga ngajak-ngajak orang Indonesia untuk ngedukung capres keling alias berkulit hitam itu.

Malah, pesona Obama juga menular ke kalangan politisi muslim. Dalam sebuah acara dialog di sebuah stasiun televisi swasta, ada serombongan anak muda dari parpol Islam yang terinspirasi ama Obama. Ngaku sama-sama pengen punya pemimpin usia muda dan cinta perubahan. Pokoke, Obama jadi inspirator, weleh-weleh apa kekurangan idola muslim, akhi?

Orang Indonesia yang juga kesengsem ama Obama juga karena berharap pemerintah Amerika Serikat berubah sikap. Nggak melulu menekan dunia ketiga dan lebih friendly. Bahkan mereka berharap agar pemerintah AS nggak menyerang umat Islam, dan mau menciptakan perdamaian di Timur Tengah.

Selain itu, dukungan sebagian orang Indonesia pada Obama karena dia pernah besar tinggal di Jakarta. Yoi, Obama beberapa tahun pernah jadi amen alias anak Menteng. Gara-gara itu ada orang Indonesia yang pro-Obama. Aih-aih, nasionalis banget!

Sayang, orang-orang yang kepincut ama Obama nggak tahu atau lupa, bahwa sebenarnya Partai Demokrat dan Partai Republik setali tiga uang. Nggak ada bedanya. Malah, dalam soal sosial-budaya, Partai Demokrat itu lebih berbahaya. Dalam pidatonya di konvensi Partai Demokrat, Obama berjanji akan mendukung kaum homoseks. Ia juga akan mencabut larangan kaum gay menjadi tentara.

Antara Partai Demokrat dan Partai Republik emang ada sejumlah perbedaan. Partai Republik dikuasai oleh kaum fanatik Kristen. Malah keluarga Bush adalah pengikut aliran Evangelis yang terkenal fundamentalis. Kebijakan Partai Republik terkenal pro-agama, seperti anti aborsi dan homoseksual.
Oya, Partai Demokrat diisi oleh kaum liberal. Selain mendukung kaum gay, mereka juga mendukung praktik aborsi. Hal itu ternyata juga ada dalam kebijakan Barack Obama.

Soal menghadapi Islam, Obama nggak jauh beda ama Bush. Dalam kunjungannya ke Israel, ia udah menyatakan dukungannya terhadap keberadaan negara Yahudi itu. Nah, lu, apa yang begini mau jadi idola politisi muslim? Mikir, man!

Bangsa yang keok
Bro en Sis, kalo sekarang umat Islam – khususnya yang di Indonesia – begitu berharap pada seorang Barack Obama, itu adalah tanda-tanda bangsa yang keok en terjajah. Sampai-sampai harapan perubahan di negeri mereka aja digantungkan pada pemilihan kepala negara lain. Nggak pede amat, sih.

Sejatinya kita emang masih bangsa terjajah. Pengaruh dan kekuasaan Barat masih bercokol di tanah air. Kenaikan harga BBM dan kebijakan konversi minyak tanah ke gas, dan kenaikan harga gas yang gila-gilaan ternyata atas tekanan dari IMF (International Monetery Fund) (Kompas, 31/12). Udah begitu, sejak lama gas alam di negeri ini diobral murah kayak kacang goreng oleh pemerintah Megawati kepada bangsa Cina. Eh, bangsa ini manut aja kayak bebek kepada bangsa asing. Gawat!

Setiap kali pemilihan presiden di Amerika, semua mata tertuju ke sana. Itu adalah tanda Amerika dianggap sebagai pemimpin dunia. Karena, pergantian kepemimpinan di Amrik, dipercayai bakal mengubah arah dunia. Begitupula dengan pemilu presiden Amerika nanti. Dan Obama, salah satu kandidat presiden kuat yang diyakini sejumlah kalangan bakal memajukan Amerika – dan dunia.

Kasihan betul umat Islam, mereka seperti tidak punya pilihan. Mereka kudu menggantungkan harapan perubahan kepada bangsa lain, bahkan kepada seorang Obama. Padahal ada 1 miliar lebih orang beragama Islam di dunia ini. Masa’ sih nggak ada yang bisa mengubah nasib dunia Islam? Renungkanlah sobat!

Sebabnya ini terjadi karena lemahnya mental umat Islam. Lemahnya mental karena lemahnya iman. Tidak percaya bahwa seorang mukmin itu lebih mulia ketimbang siapapun. Firman Allah:”Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (TQS. Ali Imran [3]: 139)

Allah juga mengingatkan kita semua agar jangan tunduk kepada umat-umat lain, karena bakal menyesengsarakan diri sendiri. FirmanNya:“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman.” (TQS. Ali Imran [3]: 100)

So, wake up & rise! Bangun deh umat Islam. Jangan kebanyakan bobok! Saatnya mandiri, jangan bergantung kepada bangsa lain. Yakin deh Allah Ta’ala bakal ngasih bantuan dan pertolongan kalo kita percaya diri, dan pastinya percaya pada pertolongan Allah. Buktiin bahwa kita bisa mengulangi kejayaan yang udah dirintis oleh Rasulullah saw., para sahabat dan generasi terdahulu. Dulu dunia berada dalam genggaman kita, semua bangsa tunduk kepada kita. Sekarang kita kudu bangkit untuk mengambil kejayaan tersebut. Allah Swt. udah berjanji pada kita:”Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhaiNya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahKu dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”(TQS. an-Nur [24]: 55)

Gimana caranya? Bang Haji Rhoma Irama udah pernah ngasih nasihat pada kita; berjuang dan berkorban. “Pengorbanan takkan terelakkan/dalam setiap perjuangan.” Bener banget, Bang! Yuk, kita mulai deh cintai Islam, pahami ajarannya, dan amalkan dalam kehidupan. So, berjuang dan rela berkorban! [iwan januar]

 
 
(Dibaca: 6860 kali | Dikirim: 0 kali | Print: 0 kali | Nilai: 0.00/0 votes )
 

Baca juga :
 
Untuk berlangganan Buletin GAUL ISLAM edisi cetak atau ingin konsultasi dan kirim komentar silahkan hubungi 0812-8841181 (Redaksi).
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2018, Dudung Abdussomad Toha