Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
''Sesungguhnya Allah SWT memiliki 100 rahmat kasih sayang. Sebanyak 99 Ia simpan untuk hamba-hamba-Nya nanti di akhirat, sedangkan satunya Ia turunkan kepada umat manusia. Dengan hanya satu rahmat inilah, manusia satu dengan yang lainnya saling mencintai.'' (HR Bukhari-Muslim).
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Buletin Gaul Islam
30 Januari 2003 - 13:31
“Tamiya” Yang Menggoda       
 

Demam Tamiya melanda Indonesia. Bukan hanya anak-anak SD dan SMP yang getol berkumpul di mal-mal untuk berlomba Tamiya. Ternyata anak SMU dan juga bapak-bapak betah berlama-lama ngulik mainan mobil balap ini. Permainan ini bukan hanya dinikmati warga kota, di ndeso pun banyak yang doyan. Buktinya, Ibu Nina Armando dalam tulisannya di Tabloid Fikri, mengungkapkan bahwa ia melihat dalam tayangan sebuah features di TransTV tentang kehidupan orang pedalaman Papua. Dalam tayangan itu, seorang Papua dewasa (memakai baju lengkap), dikelilingi beberapa kerabatnya yang masih memakai koteka, terekam sedang merakit Tamiya.

Mobil rakitan ini bisa dijumpai di mana aja. Di hypermarket, supermarket, pasar tradisional, bahkan yang menjajakan secara langsung di KRL Jabotabek dan di bis-bis. Harganya, tentu murah dong, soalnya bukan Tamiya asli. Tamiya yang asli, harganya mencapai ratusan ribu rupiah. Belum lagi aksesoris lainnya untuk memodifikasi mini-4 WD tersebut.

Sebab, sebenarnya Tamiya itu nama merek untuk jenis mobil-mobilan yang dirakit. Nama permainan ini sebetulnya adalah mini four wheel drive, disingkat Mini-4 WD. Nah, kebetulan aja Mini-4 WD yang muncul pertama kali dan menjadi penguasa pasar adalah merek Tamiya. Persis nama Aqua untuk air mineral. Karena yang pertama kali muncul merek air mineral adalah Aqua dan sampe sekarang masih memimpin pasar. Lucunya, orang selalu bilang Aqua untuk semua jenis air mineral, padahal jelas-jelas mereknya beda. Kira-kira begitu deh. Jadinya, daripada ribet nyebut Mini-4 WD, orang ngambil mudahnya aja, yakni nyebutin nama merek. Begitu sobat.

Nah, merek mobil-mobilan yang dirakit itu, yang rame dimainkan dan dilombakan, tentu bukan Tamiya, tapi tiruannya dengan merek-merek yang nggak terkenal. Soalnya, murah!

Maraknya permainan ini juga dipicu dengan diputarnya film animasi Jepang yang berkisah tentang adu balap mobil-mobilan jenis ini. Film serial yang ditayangkan RCTI tiap Ahad itu adalah Let’s & Go. Film ini berkisah tentang dua saudara, Retsu dan Go. Nah, Go, adalah pemilik mini-4 WD yang diberi nama Magnum, dan selalu menjadi juara di arena balapan. Sementara Retsu adalah kakaknya Go, yang selalu mendampingi dan menjadi penasihat adiknya itu.

Karuan aja, anak-anak yang getol nonton film animasi itu jadi terinspirasi untuk ikutan main mini-4 WD. Sebab, di film itu, juga diceritakan gimana kiat Go dalam modifikasi Magnum. Konon kabarnya, Magnum ini bukan mini-4 WD biasa. Tapi, ia rakitan khusus Prof. Tsuchiya, mbahnya pembuat mini-4 WD. Magnum bisa berlari kencang dengan memanfaatkan udara. Siapa yang nggak tergoda dengan mainan ini? Kali aja kamu jadi lihai merakit mini-4 WD. Apalagi ada lombanya segala. Kalo menang, selain ngetop juga dapet duit. Wajar dong kalo mainan ini digandrungi.

Mainan modern ini tentunya menggeser peran perakit mobil-mobilan tradisional dan juga mainan tersebut. Kalo jaman kakak or bapak kamu kecil, mereka lihai juga merakit mobil-mobilan dari kulit jeruk bali. Asyik juga lho. Murah meriah lagi. Cuma ya, nggak tahan lama, tiga or empat hari udah membusuk. ?

Kreatif, atau bikin malas?
Soal main dan permainan, memang bikin senang ati. Sebab beragam mainan dibuat dengan tujuan untuk menghibur hati pemakainya. Iya dong, masak ada mainan yang bikin puyeng dan cemas pemakainya? Ada tuh, memainkan anak beruang! Huahahaa..

Model permainan sekarang makin modern dan canggih. Utamanya yang berbasis komputer. Lihat aja, mesin fantasi macam PS, SEGA, NINTENDO laku bak kacang goreng. Walhasil, permainan tradisional macam petak umpet, gobak sodor, kelereng, sekarang udah digantikan dengan mainan serba komputer. Teknologi memang membawa perubahan besar dalam pola hidup manusia saat ini. Sebagai contoh, kalo dulu kita mau makan kudu nanak nasi dulu, sekarang udah ada nasi instan. Coba, gimana nggak mengubah pola makan kita. dengan begitu, pasti akan berdampak juga pada pola hidup kita saat ini. Bener lho.

Maka tak heran bila mainan sekelas video gim lebih banyak digandrungi anak-anak, remaja, bahkan dewasa. Selain kualitas gambarnya yang bikin kita terbengong-bengong, juga jalinan ceritanya nyaris kayak di film. Coba, siapa yang nggak betah berjam-jam di depan televisi sambil tangan menggengam joystik. Kalo tivinya belum meledug, kayaknya joss terus deh.
Sobat muda muslim, memang yang namanya permainan itu bagai pisau bermata dua. Selain bisa tambah kreatif, juga bisa bikin malas. Kalo kita udah ngutak-ngatik memodifikasi mainan mini-4 WD, boleh jadi keterampilan kita dalam merakit mainan itu jadi lihai. Tentunya memang bisa memancing kreativitas dan imajinasi. Tapi sebetulnya, bukan hanya permainan modern lho yang bisa memancing kreativitas, permainan sederhana juga bisa digunakan, seperti merakit mobil-mobilan dari kulit jeruk atau menerbangkan layang-layang.

Nah, ini dari sisi bikin kreatif. Tapi, nggak sedikit lho permainan yang justru bikin malas. Boleh jadi mini-4 WD dari satu sisi memancing kreativitas, tapi ingat bahwa permainan itu ibarat dua sisi mata uang. Artinya masih menyimpan ancaman untuk bikin malas. Nggak percaya? Sekarang kamu perhatiin deh, gimana asyiknya anak-anak yang main tamiya. Berjejal di pinggir trek tempat balapan mobil itu di mal atau pusat pertokoan. Kadang-kadang masih ada yang mengenakan seragam sekolah. Sibuk ngulik mobil balapannya, dan nongkrong seharian di situ. Mungkin lupa makan, lupa sholat, dan barangkali lupa diri. Boleh jadi kan? Namanya juga permainan, makin banyak tantangannya, makin bernafsu kita untuk menaklukannya.

Jika itu kenyataannya, kita khawatir betul bahwa permainan tersebut justru lebih banyak menimbulkan sisi negatif ketimbang segi positifnya. Kita ketar-ketir kalo kemudian banyak para tamiya-mania ini jadi malas. Karena, perhatiannya tersedot abis bagaimana ngulik mini-4 WD tersebut. Asyik memang. Jadi bukan mustahil kan kalo kemudian jadi malas? Itu sebabnya, kata Bung Emha Aninun Najib, keasyikan itu level tertentu dari kemalasan. Nah lho.

Harus jelas tujuannya
Seorang muslim, ketika hendak melakukan suatu perbuatan, ia harus tahu dulu tujuan yang ingin dicapainya. Bila perlu disiapkan dengan matang. Harapannya, bahwa perbuatan yang bakal dijalaninya nggak sia-sia dan tentu meraih poin penuh. Nggak boleh asal-asalan. Sebab, terlalu sayang kalo kita melakukan suatu perbuatan tanpa tujuan, apalagi cuma sekadar iseng doang.

Seperti halnya kita bersekolah, tentu dengan tujuan bahwa kita harus mendapatkan ilmu dan pengalaman, yang bakal kita gunakan untuk menuntun dan mengarahkan dengan benar jalan bagi kehidupan kita. Maka bersekolah akan kita jalani dengan serius. Pokoknya tak ada istilah “main-main”. Sebab kita udah tahu konsekuensinya. Kalo madol, maka bakal gagal. Jadi wajib ada tujuan yang hendak kita raih. Begitu sobat.

Bagaimana dengan main gim? Nah, main gim juga adalah suatu perbuatan, maka kudu jelas dulu tujuannya. Waktu kita kecil, porsi bermain kita lebih banyak ketimbang belajar. Sebab, saat itu kita belum bisa untuk serius, bermain adalah dunia para balita. Lihat aja anak-anak TK, pasti nggak bakalan diberikan materi pelajaran yang berat-berat seperti menghitung, membaca, apalagi disuruh menurunkan rumus relativitasnya Einstein. Itu mah, jangankan anak TK, kita aja suka tekor kalo disuruh menurunkan rumus itu mah. Anak TK justru dibiarkan untuk berkreasi saat menikmati berbagai fasilitas bermain. Tujuannya tentu, supaya mereka lebih kreatif dan inovatif dalam mengembangkan kemampuan yang dimilikinya. Sebab permainan adakalanya menciptakan imajinasi yang kuat.

Jadi kalo ditanya, “kamu main tamiya tujuannya apa?” Terus kamu jawab, “Ah, iseng aja tuh.” Wah, itu namanya nggak bertanggung jawab. Padahal, barangkali, kamu bisa jawab, untuk melatih kreativitas dan daya imajinatif saya dalam merakit dan modifikasi mini-4 WD itu. Juga, dengan alasan yang bisa dipertanggungjawabkan, kamu sekaligus akan mampu untuk berlatih bagaimana mengendalikan emosimu agar nggak ‘kecanduan’. Permainan memang mubah, tapi kalo kecanduan dan bikin malas, gaswat juga kan?

Sobat muda muslim, dalam kehidupan manusia, permainan adalah aktivitas yang nggak mungkin bisa dihilangkan. Sebab, manusia memang memerlukan keseimbangan dalam hidupnya. Kalo kita digeber terus dengan jenis pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi dan keseriusan, maka kita akan dengan mudah lelah dan jenuh. Itu sebabnya, permainan bisa memberikan suasana baru dalam kehidupan kita.

Di saat kepala kita terasa “berasap”, maka perlu mengendurkan otot-otot kita biar nggak tegang. Kalo pikiran kita lagi mumet karena banyak kerjaan yang belum kelar, perlu juga tuh memberikan kesempatan untuk rileks. Nah, permainan adalah alternatif yang bisa kita lakukan. Dengan tujuan, untuk menghilangkan kejenuhan. Jadi tujuannya jelas. Bukan semata-mata iseng doang. Kalo udah rileks, udah “nyantai”, maka tujuannya tercapai. Maka kita bisa kerja lagi dong. Kan udah fresh. Tul nggak? Jadi, dalam setiap amal yang kita lakukan, pastikan punya tujuan yang benar dan jelas. Itu namanya bertanggung jawab.

Jangan keterusan!
Lupa itu biasa. Tapi lupa diri, lupa waktu, itu yang ‘luar biasa’. Nah, meski kita boleh bermain dengan berbagai jenis permainan yang ada, namun kita nggak boleh keterusan. Tepatnya jangan sampe lupa diri dan lupa waktu.
Nah, main mini-4 WD dan jenis permainan lainnya dikategorikan sebagai permainan atau lahwun dalam bahasa Arab. Kata lahwun diartikan dalam bahasa Indonesia dengan hiburan dan permainan. Al-Quran dan as-Sunnah telah menggunakan kata lahwun. Rasulullah saw. bersabda: “Hendaklah kalian senantiasa berlatih memanah, karena ia sebaik-baik lahwun”. (HR. Al Bazzar dan Ath Thabarani dari Sa’ad). Arti lahwun di sini adalah permainan.

Rasulullah saw. dan para sahabat selalu bermain dengan permainan yang ada manfaatnya, seperti memanah, berkuda, melontar tombak, gulat, berenang, dan kegiatan lainnya yang manfaatnya lebih banyak.
Arti yang mencakup seluruh makna lahwun di dalam al-Quran dan al-Hadis adalah: Menyibukkan diri dalam mengerjakan sesuatu yang dilarang (haram/makruh) atau melakukan permainan yang mubah yang mengakibatkan seseorang menjauh dari aktivitas melakukan perkara yang wajib dan sunnah.

Sementara itu Imam asy-Syathibi menyatakan: “Hiburan, permainan, dan bersantai adalah mubah atau boleh asal tidak terdapat suatu hal yang terlarang.” Selanjutnya beliau menambahkan, “Namun demikian hal tersebut tercela dan tidak disukai oleh para ulama. Bahkan mereka tidak menyukai seorang lelaki yang dipandang tidak berusaha untuk memperbaiki kehidupannya di dunia dan tempat kembalinya di akhirat kelak, karena ia telah menghabiskan waktunya dengan berbagai macam kegiatan yang tidak mendatangkan suatu hasil duniawi dan ukhrawi.”

Sebagaimana sabda Rasulullah saw. dalam suatu hadis yang diriwayatkan oleh al-Hakim dengan sanad shahih: Setiap permainan di dunia ini adalah bathil, kecuali tiga hal; memanah, menjinakkan kuda, dan bermain dengan istri... Yang dimaksud bathil di sini adalah sia-sia atau yang semisalnya, yang tidak berguna dan serta tidak menghasilkan buah yang dapat dipetik (Al Muwâfaqât, Jilid I, hlm. 84).

Jadi boleh-boleh aja tuh main tamiya alias mini-4 WD, asal jangan keterusan dan melupakan berbagai kewajiban dalam agama kita. Lagian, sayang banget kalo hidup ini cuma diisi dengan main-main. Nggak seru. Padahal, banyak kewajiban yang kudu kita laksanakan; sholat, puasa ramadhan, zakat, belajar (menuntut ilmu), berdakwah, dan jenis kewajiban lainnya.
Jadi mulai sekarang, berikan waktu luang yang lebih banyak untuk belajar tentang Islam, ketimbang untuk permainan. Syukur-syukur bisa mengurangi banget permainan. Siiplah…?

____________________________________________
Edisi 129/Tahun ke-4 (27 Januari 2003)
Untuk berlangganan Offline kirim email ke studia@dudung.net
Atau telpon ke 08129565470 ( Oleh Sholihin )
Milis : buletin-studia@yahoogroups.com

 
 
(Dibaca: 14895 kali | Dikirim: 6 kali | Print: 346 kali | Nilai: 7.00/2 votes )
 

Baca juga :
 
Untuk berlangganan Buletin GAUL ISLAM edisi cetak atau ingin konsultasi dan kirim komentar silahkan hubungi 0812-8841181 (Redaksi).
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2018, Dudung Abdussomad Toha