Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
"Jangan memandang kecilnya suatu kemaksiatan, tapi lihatlah kepada kebesaran zat yang engkau lakukan kemaksiatan terhadap-Nya." (Bilal bin Rabbah ra)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
19 Agustus 2010 - 12:15
Forum DUDUNG.NET sudah bisa digunakan kembali, silahkan buka di http://forum.dudung.net

24 Juni 2010 - 01:06
Assalamu'alaikum Wr. Wb. Alquran Online sudah bisa dibaca kembali. Semoga Bermanfaat :)

18 Juni 2010 - 14:55
Mohon maaf untuk Al Quran Online belum bisa diakses karena sedang dalam perbaikan. Terima kasih :)

dudung_at@yahoo.com

 
 
Pencarian  
 

WAWANCARA DENGAN MEDIA INDONESIA
Senin, 2 Mei 2005 halaman 23 Kolom 'Inspirasi'

Meraih Sukses tanpa Harus Jadi Orang Kantoran

Mereka yang menempuh jenjang pendidikan tinggi tanpa gelar ternyata lebih siap pakai dan gampang meraih sukses ketimbang mereka yang bergelar. Mereka yang tak bergelar bahkan bisa lebih mandiri, punya penghasilan sendiri tanpa harus bekerja sebagai orang kantoran.

Satu di antara orang-orang seperti itu adalah Dudung Abdussomad Toha. Lelaki ini lulusan Politeknik negeri Bandung (Poltek ITB) jurusan Teknologi Jaringan Informasi.

Profesinya sekarang ini adalah webmaster . Belajar. Ya, inilah kunci sukses Dudung tentang keahlian yang kini ditekuninya itu. Dia belajar mendesain situs dengan cara otodidak.

Berkat ketekunannya belajar, dia pernah dipercaya menggarap proyek web Bank Indonesia, Perusahaan Listrik Negara dan PT Suveyor Indonesia . Untuk jasa yang dijualnya itu, Dudung mematok harga beragam, mulai dari Rp 500.000 untuk situs statis, hingga Rp 30 juta untuk situs yang tingkat kompleksitasnya tinggi.

Sehari-hari dia tinggal di Bandung . Namun berkat keahliannya itu, Dudung kerap ke Jakarta untuk menggarap proyek website. Pulang tentu membawa uang yang jumlahnya lumayan.

Bagaimana Dudung memasarkan keahliannya sebagai webmaster ? "Yang penting kita harus jeli, tekun dan pantang menyerah," kata laki-laki berusia 29 tahun ini.

Selain itu, katanya, "kita harus bisa mempromosikan diri." Menurut dia, promosi bisa dilakukan melalui website pribadi, mengikuti perlombaan desain situs, mengikuti seminar, dan bergabung dalam forum tentang web maupun mailing list.

"Awalnya memang terasa sulit. Namun seiring dengan makin banyaknya proyek yang kita garap, portofolio kita semakin lengkap. Inilah yang menjadi modal utama dalam mendapatkan klien," ungkap Dudung di Jakarta pekan lalu.

Sebagai webmaster, yang dikerjakan Dudung adalah mendesain, memprogram dan memelihara suatu situs agar bisa diakses dengan baik oleh publik. Yang mengasyikan, pekerjaan ini bisa dilakukan di rumah sebagaimana diungkapkan Henky Prihatna, webmaster lain. "Yang enak, saya bisa bekerja di mana saja dan kapan saja," ujar laki-laki berusia 26 tahun ini.

Memiliki keahlian di bidang teknologi informasi, Henky sering diundang sebagai pembicara dalam berbagai seminar tentang desain web. Jika honor sekali bicara Rp 1.000.000 - Rp 2.000.000, hitung saja berapa penghasilan Henky jika dalam sebulan dia berbicara empat atau lima kali.

Menurut sarjana teknik industri ini, usaha di bidang teknologi informasi tidak pernah sepi order. Hampir semua perusahaan memerlukan situs, baik sekedar berisi company profile, perangkat pemasaran, katalog roduk, maupun e-commerce (transaksi jual beli melalui internet).

Henky menjelaskan dunia usaha sekarang ini berkecenderungan untuk mengarah pada pengguanaan aplikasi program berbasis web. Aplikasi tersebut, menurut dia, memungkinkan seorang karyawan mengerjakan pekerjaan kantor dari tempat lain, tidak harus datang dan duduk di depan komputer kantor.

Selain perusahaan, minat pembuatan situs pribadi oleh tokoh publik juga cukup tinggi. Sementara itu perusahaan-perusahaan cenderung menyerahkan proyek pembuatan website kepada webmaster. Pasalnya, dari hitungan biaya jauh lebih murah dibandingkan jika perusahaan bersangkutan membentuk divisi khusus untuk menangani pembuatan situs. "Pembuatan situs memang lumayan mahal, tapi cukup dilakukan satu kali. Sesudahnya, yang diperlukan paling-paling sebatas pemeliharaan. Kalaupun ada pembaruan biasanya setahun sekali. Jadi, perusahaan akan rugi jika harus membuat divisi tersendiri untuk membuat situs," jelas Henky.

Apa yang dilakukan Dudung dan Henky adalah bukti bahwa peluang ada di mana-mana. Meraih sukses tidak mesti harus menjadi orang kantoran. (Nik/S-1)

 

  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha