Perempuan itu kini tidak mengharapkan apa pun. Tidak juga sekadar bermimpi. Bukanlah kepesimisan yang pelan-pelan, kemudian bertambah cepat, sedang membunuh jiwanya. Tapi, dia hanya berusaha menyesuaikan dirinya pada realitas yang ada.
Tidak lagi ia sanggup bermimpi. Bermimpi membangun rumah tangga....