Risalah ini kami tulis untuk menyikapi fenomena ancaman dan intimidasi terhadap
beberapa aktivis muslimah yang terjadi belakangan ini, meski tak bisa dipungkiri
dimasa sekarang ini sangat jarang terdengar jeritan muslimah sejati yang seandainya
membentur gunung pastilah dindingnya akan tergetar, namun yang sering terdengar
hanyalah jeritan histeris para wanita ketika melihat aksi idolanya diatas panggung
hiburan dan membentangkan poster cinta pada sang idola. Lalu kepada barisan
singa dari rimba ( baca : kelompok) mana saja berasal, dimanakah kini keperkasaan
dan kecemburuan diri kalian hingga bila terdengar jeritan muslimah teraniaya
di belantara kita sendiri, kita hanya menyembunyikan dan mengurung diri dalam
keremangan dan kegelapan goa, tanpa ada terdengar auman menggelegar.
MAKNA JERITAN MUSLIMAH
Jika anda seorang lelaki, maka bukalah telinga anda lebar-lebar agar dapat
mendengar jeritan wanita yang meminta tolong atau jika anda seorang wanit ayang
teraniaya maka bersuaralah dengan lebar agar dapat terdengar oleh para penolong.
Namun sebenarnya yang terlebih penting bagi kita semua adalah agar senantiasa
membuka hati lebar-lebar, sehingga telinga seorang pemuda muslimin menjadi tajam
untuk menangkap dan mendengar jeritan hamba yang teraniaya dan teriakan seorang
pemudi muslimah menjadi berbekas dan bermakna di telinga, hingga mampu menggerakkan
jiwa para hamba yang bertakwa !! Sesungguhnya sebuah jeritan yang diteriakkan
seorang wanita muslimah, dapat menyebabkan sekian telinga terbuka dan sekian
jantung yang berdetak tersentak hingga menyebabkan aliran darah bergejolak dan
menumbuhkan hasrat, serta membakar semangat dari jiwa rijal sejati untuk bangkit
mengadakan pembelaan bagi kehormatan muslimah dimanapun ia berada. Inilah makna
jeritan muslimah yang wajib didengar oleh barisan pemuda Islam !!
JERITAN DI MASA KITA LEMAH
Suatu penghormatan dari Allah Swt kepada kaum wanita, bahwa dari merekalah
darah perjuangan ummat ini pertamakali tertumpah. Adalah Sumayyah, seorang budak
yang merupakan wanita kedua yang berIslam (Ia berIslam bersama keluarganya yakni
Yasir suaminya dan kedua anaknya Amar dan Ubaid. Sementara wanita pertama yang
masuk Islam adalah Siti Khadijzh, istri Rasulullah SAW). Karena keIslamannya,
akhirnya Sumayyah disiksa sedemikian rupa oleh musyrikin Quraisy, berupa cambukan,
lemparan batu hingga dijemur di terik matahari, meskipun demikian ternyata dari
mulutnya hanya terdengar jeritan Ahad ! Ahad ! sebagai hakekat dari keteguhan
imannya.
Maka kaum musyrikin yang dikepalai Abu Jahal semakin kesal melihatnya, lalu
mereka bakar sepotong besi hingga memerah warnanya, lantas ditusukkan kedalam
kehormatan Sumayyah, walyaidzubillah ! Maka syahidahlah sang wanita mulia, yang
menjelang ajalnya ia berkata, Beruntung demi Rabb yang mengurus Ka'bah. Saat
itu memang belum ada pembelaan secara fisik oleh kaum muslimin terhadap jeritan
Sumayyah, dikarenakan jumlah mereka yang masih sedikit, sementara itu dikhawatirkan
para penyeru dakwah akan habis apabila mereka mengadakan perlawanan secara frontal.
Maka ketika melihat penyiksaan terhadap Sumayyah dan keluarganya, Rasulullah
Saw hanya berkata : Sabar wahai keluarga Yasir, tempat yang telah dijanjikan
bagi kalian adalah Jannah. Beliau tak bisa berbuat banyak saat itu, karena tidak
memiliki kekuatan yang bisa diandalkan untuk melepaskan Sumayyah dari derita
aniaya, inilah jeritan pertama seorang wanita muslimah di masa ummat Islam masih
sangat lemah.
JERITAN DIMASA KITA KUAT
Berawal dari seorang wanita muslimah yang membawa perhiasannya untuk diperbaiki
kepada seorang tukang sepuh Yahudi dari Kabilah Bani Qainuqa, kemudian di saat
ia duduk menunggu, mendekatlah beberapa orang Yahudi menggodanya agar membuka
tutup wajahnya, tapi ia tolak.
Maka secara diam-diam si tukang sepuh mengikatkan ujung pakaian wanita pada
sebilah kayu, dan tatkala si wanita berdiri, kain itu tersentak hingga koyak
dan terlihatlah aurat badannya. Mereka pun tertawa girang sedang wanita itu
menjerit. Mendengar jeritannya, seorang pemuda muslim yang lewat bergegas mendekat,
dan demi melihat perbuatan kurang ajar itu marahnya tak tertahankan, lalu dengan
berani ia serang lawannya yang lebih banyak, hingga berhasil membunuh si tukang
sepuh. Namun teman-temannya balas mengeroyok lalu membunuh si pemuda, setelah
terlebih dahulu ia mampu melukai beberapa orang dari mereka.
Akibat kejadian tersebut, maka bangkitlah emosi umat Islam yang menyulut peperangan
dengan Bani Qainuqa (bisa dibaca pada Ibnu Hisyam, Sirah Nabawiyah 2/47). Dan
berakhir dengan pengusiran Bani Qainuqa dari Madinah. Maka renungkanlah, betapa
dari jeritan seorang wanita, sebuah medan pertempuran pun bisa tergelarkan.
JERITAN MELAHIRKAN SIKAP KSATRIA
Pada masa khilafah ummat Islam dipegang oleh Al Mu'tashim (Salah seorang Khalifah
pada masa Daulah Abasiyah), ada seorang wanita muslimah yang ditahan oleh sebuah
negara kafir dan dianiaya kehormatannya hingga ia menjerit..Wa mu'tashima (Tolonglah
hai Mu'tashim !).
Ketika berita ini terdengar oleh Al Mu'tashim, maka tersentaklah hatinya oleh
jeritan itu, lalu ia segera mengirimkan pasukan menuju tempat teriakan itu bergema,
guna membuat perhitungan terhadap musuh hingga tuntas permasalahan. Dalam riwayat
lain disebutkan bahwa Mu'tashim telah memberi peringatan dengan ancaman. Jika
Wanita itu tidak segera dibebaskan, maka aku akan mengirimkan pasukan yang pangkalnya
ada di negara anda dan ujungnya di negeri kami !. Karena ketakutan, maka negera
kafir tersebut segera membebaskan si wanita, Allahu Akbar !! (Peristiwa ini
juga menunjukkan kepada kita betapa Islam akan memiliki Izzah dihadapan lawan,
jika mampu merealisasikan institusi kekhalifahan yang kuat di muka bumi.
Maka dari jeritan seorang wanita muslimah, niscaya ia akan mampu membangkitkan
jiwa ksatria para rijal sejati guna membela kehormatan dirinya, lantas bagaimana
dengan kondisi sekarang, dimana tidak hanya satu tapi beratus bahkan beribu
muslimah yang malang, menjerit meronta hingga parau suaranya, namun tak pernah
jua datang para ksatria pembela ??
JERITAN TAK PANDANG RUPA
Saudaraku fillah..satu hal yang penting dan perlu di garis bawahi adalah hendaknya
kita tidak melihat rupa dan penampilan dari muslimah yang membutuhkan pertolongan
akibat tindakan kezaliman, sebab salah satu penyakit hati yang berbahaya bagi
seorang lelaki atau pemuda adalah ketika dirinya hanya siap dan respek membantu
seorang muslimah dikarenakan kelebihan lahiriyah yang dimilikinya. Padahal bukankah
Allah Swt tidak melihat jasad dan rupa seseorang melainkan bagaimana isi hati
dan niatnya ? Maka demikian pula hendaknya para rijal sejati dalam bersikap
dan bertindak.
Maka tengoklah keteladanan Khalifah Umar bin Abdul Aziz ketika menerima pengaduan
Fartunah, seorang wanita miskin berkulit hitam mengenai gubuknya yang dijebol
dan ayamnya yang dicuri. Atas jeritan pengaduan tertulis ini, beliau segera
mengabarkan kepada si wanita bahwa telah ia kirimkan surat perintah kepada walikota
setempat, Ayub bin Sarhabil yang langsung menemui si wanita guna mengambil tindakan
dan memperbaiki rumahnya sesuai dengan yang telah diperintahkan oleh Khalifah.
JERITAN MUSUH PUN DIDENGAR
Dalam melindungi kaum wanita sebagai makhluk lemah, Islam tidaklah pandang
bulu. Bagi wanita non muslimah yang tidak ikut memerangi Islam maka jeritannya
berhak didengarkan, karena nilai-nilai universal kewanitaannya menyebabkan ia
harus di bela (Adapun kalau mereka secara terang-terangan memerangi kita, maka
memerangi bahkan membunuh mereka adalah tindakan yang dibolehkan oleh Islam)
Maka keteladanan yang mulia ini dapat kiita temukan tatkala Sholahuddin al
Ayyubi menundukkan Baitul Maqdis di tahun 1187 H (Mengenai Sholahuddin al Ayyubi,
bisa di baca pada edisi 03 / 1, tentang berperang dengan Moral dan Kasih Sayang),
saat serombongan kaum wanita kafirin hendak membayar jizyah sebagai dana keamanan,
dengan menghadap Sulatan, maka mereka katakan bahwa diantara mereka terdapat
istri, ibu, dan putri dari tentara Salib yang tertawan atau mati dalam pertempuran.
Mendengar jeritan sedih dan tetesan air mata mereka, maka ibalah Sultan, lalu
beliau izinkan mereka untuk mencari para suaminya diantara tawanan, dan bila
ditemukan langsung dibebaskan. Sementara bagi yang tak menemukan karena sudah
gugur, diberikan bantuan sandang dan pangan sesuai kebutuhan keluarganya.
Pernah pula ketika kemah Sholahuddin al Ayyubi kedatangan seorang wanita Kristiani,
yangmengadukan jeritan hatinya bahwa putranya diculik tentara Islam. Mendengar
hal itu Sultan memerintahkan pasukan untuk mencarinya. Setelah diketemukan ia
perintahkan prajuritnya untuk mengantarkan mereka berdua ke markas pasukan Salib
hingga selamat dengan kadar keperluan.
POSISI WANITA DI MATA SEORANG LELAKI
Dalam sebuah pepatah Arab disebutkan : .Semua wanita adalah saudara ibu.. Maka
Syekh Mustafa al Ghalayani berkomentar : .Salah satu hak seorang lelaki adalah,
dia boleh cemburu kepada semua wanita sebagaimana ia cemburu kepada mahramnya,
karena semua wanita adalah saudara ibunya (bibi) dalam konteks gender maka mereka
seakan-akan menjadi bibinya..
Renungkanlah saudaraku, betapa semua wanita itu ibarat saudara ibu yang kita
harus merasa cemburu bila melihat kewibawaannya di ganggu, maka merendahkan
martabat mereka laksana merendahkan wanita-wanita terdekat kita. Dalam sebuah
riwayat diceritakan perihal pemuda yang mendatangi Nabi Saw untuk meminta izin
berzina, maka Nabi Saw bertanya : .Wahai anak muda, apakah engkau rela bila
hal itu dilakukan kepada ibumu ?. Tentu saja pemuda itu menjawab : .TIDAK !.
Lalu Nabi Saw bersabda : .Engkau benar, karena setiap orang juga tidak akan
senang bila hal itu dilakukan pada ibunya. Lalu apakah engkau senang bila hal
itu dilakukan pada anak wanitamu ?. Lantas berturut-turut Nabi Saw menanyakan,
bagaiman jika wanita itu adalah bibi dari bapaknya, lalu bibi dari ibunya, yang
semuanya dijawab .TIDAK. oleh si pemuda. Akhirnya Nabi Saw meletakkan tangan
di dadanya, seraya berdo.a : . Ya Allah ..sucikanlah hatinya, peliharalah kemaluannya,
ampunilah dosanya. Maka sejak saat itu, pemuda itu tak pernah lagi memikirkan
untuk melakukan zina (Al Hadits Dari Abu Umamah ra.).
Wahai saudaraku.. jika demikian semestinya posisi kaum wanita dimata seorang
lelaki, maka sudah seharusnya kehormatan mereka itu harus dijaga dari tindakan
semena-mena. Apalagi jika ia adalah wanita muslimah sholehah tentu lebih layak
bagi mereka untuk mendapatkan perlindungan dan pembelaan.
MAHALNYA KEHORMATAN MUSLIMAH
.Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang
yang lemah baik lelaki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo.a
: .Ya Robb kami, keluarkan kami dari negeri ini (Makkah) yang zalim penduduknya
dan berilah kami pelindung dari sisiMu, dan berilah kami penolong dari sisiMu.
(Qs. An Nisaa : 75). Betapa mahalnya harga kehormatan wanita muslimah itu sesungguhnya
telah disadari oleh kader-kader musuh Islam. Begitu ngeri dan takutnya mereka
terhadap muslimah sholehah yang terlatih dan terdidik untuk mengandung dan melahirkan
serta mengkader buah hatinya demi mencapai keridhoan Illahi. Dan kelak tanpa
ragu akan ia persembahkan sang buah hati kesayangannya menjadi seorang yang
disegani di lapangan dakwah atau menjelma menjadi singa Allah yang ditakuti
di medan jihad Fii Sabilillah.
Seperti keteladanan dari Ummu Haritsah ra. saat mengetahui putra tersayang
gugur terkena panah lawan di sebuah medan pertempuran, maka ia menemui Rasulullah
Saw, dan bertanya, .Ya Rasulullah beritahukan kepadaku tentang anakku, apakah
ia mati syahid ? Kalau ia mati syahid aku akan bergembira sekali dan memasrahkannya
kepada Rabbku, tapi kalau tidak sungguh betapa aku sedih dan aku akan terus
menangisinya..
Maka Beliau kabarkan kepada wanita mulia ini, bila putranya kini di Jannah
kelas utama. ( HR. Bukhari).. Subhanallah.. Luar biasa yaa.. saudaraku.. Inilah
penyebab mengapa kehoramatan wanita muslimah yang sholehah lebih mahal harganya,
dan perlu diketahui bahwa semakin baik kehidupan ruhani seorang wanita maka
menyebabkan pancaran unsur kewanitaannya semakin jelas. Hingga pada diri mereka
akan terlihatlah perbedaan yang terang dengan kaum lelaki, laksana perbedaan
malam dan siang. Maka darinya, kita akan menemukan sosok kelembutan insan yang
secara fitrah memang harus dijaga, dikawal dan dibela keberadaannya dari segala
gangguan mulut dan jamahan tangan-tangan kotor syaiton yang berwujud manusia.
Dan seorang wanita muslimah akan merasakan kemuliaan nilai-nilai kewanitaanya
dengan terjaganya kehormatan dirinya, melalui perlindungan saudara-saudaranya
yang terdekat dari suami, anak, orang tua, saudara kandung, saudara lain yang
semahram, sampai dengan seluruh saudaranya seIman diseluruh penjuru alam.
DISEBABKAN IMAN KITA BERSAUDARA
.Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara. (Qs. Al Hujuraat : 10) Saudaraku,
karena iman kita dipersaudarakan Allah Swt dan salah satu bentuk persaudaraan
dapat diwujudkan dengan adanya perwalian dan kecintaan satu sama lain diantara
ummat Islam, maka disaat ada yang sakit.. maka seluruh bagian yang lain akan
turut merasakan penderitaan.
.Perumpamaan orang-orang mukmin dalam kecintaan, kasih sayang dan kelembutan
bagaikan satu jasad. Manakala suatu anggota tubuhnya kesakitan, maka sekujur
tubuh menanggungnya, tidak tidur malam dan demam. (HR. Bukhari dan Muslim) Karena
itu bagaimana seorang yang mengaku muslim hatinya bisa tenang dan merasakan
manisnya iman, sementara itu di tempat lain dan waktu yang bersamaan para muslimah
di aniaya bahkan diperkosa musuh yang kejam ? .Bagaimana tetap tinggal diam
dan bagaimana hati seorang muslim tetap tenang sedang kaum muslimah bersama
musuh kejam ?. (Salah satu bagian dari isi surat yang ditulis Syeikh Abdullah
bin Mubarak kepada Syeikh Fudhail bin Iyadl) Saudaraku.. cukupkah bila kita
mengucapkan .Inna lillahi wa inna ilaihi Rooji.un., sambil mengangkat jari telunjuk
kita ke langit atau membuka kedua telapak tangan kita dari kejauhan tanpa ada
terbetik di dalam hati kita untuk mengadakan pembelaan terhadap nasib para muslimah
dari tindakan kezaliman lawan ? Lantas bagaimana jika penganiayaan itu justru
terjadi di depan mata dan batang hidung kita, maka dimanakah kepedulian itu
kini menghilang ? .Barang siapa yang tidak perduli urusan kaum muslimin, maka
dia bukan dari golongan mereka..
SEBAB BERSAUDARA, SALING MENOLONGLAH !
.Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan wanita sebahagian mereka menjadi
penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh yang ma.ruf mencegah dari
yang mungkar, mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat, dan mereka ta.at kepada
Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah, sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Qs. At Taubah : 71)
Tolong menolong adalah salah satu perkara yang tak akan terelakkan bagi mereka
yang bersaudara. Dan karena sesama muslim itu bersaudara, sudah sepantasnya
bila kita saling menolong terutama kepada mereka yang memang layak dan perlu
segera ditolong, tanpa perduli aktivitasnya dari kelompok manapun. Jika kebiasaan
ini senantiasa diterapkan, niscaya akan menjadi teladan baik yang akan ditiru
oleh seluruh jajaran aktivis lain, sehingga jiwa tolong menolong akan tersebar,
yang akhirnya dapat membentuk kesatuan hati, pikiran dan kasih sayang antar
sesama aktivis tanpa dibatasi sekat-sekat tertentu. Saudaraku..jika kita berbuat
baik kepada sesama kita tanpa memperdulikan latar belakang aktivis masing-masing,
maka berarti kita telah menanamkan disetiap hati para aktivis muslim sebuah
kecintaan bersama-sama yang akan senantiasa hidup selama roda perjuangan penegakan
Islam ini masih berputar dan berjalan.
Sadarilah walau berbeda wadah, namun karena kesamaan lokalitas dan komunitas,
maka akan menyebabkan setiap individu memerlukan bantuan yang lain. Dan apabila
sesama individu telah saling tolong menolong dari yang kuat terhadap yang lemah,
niscaya akan terhindarlah kita dari kekalahan yang berkepanjangan dan kehinaan
yang tak berkesudahan akibat mengabaikan sebuah pilar persaudaraan muslim yang
kokoh, yaitu kebutuhan salingmenolong dan melindungi.
KETIKA BARISAN SINGA MENJADI DOMBA
Namun wahai saudaraku.. Mengapa hari ini kebanyakan kaum Muslimin telah melupakan
kewajiban saling menolong dan melindungi dengan hanya mendiamkan dan acuh tak
acuh terhadap intimidasi dan gangguan yang mengancam para muslimah kita ? apakah
sifat pengecut telah memalingkan para rijal sejati dari teladan keberanian generasi
salaf ummat ini ? Saudaraku.. sesungguhnya sifat pengecut pada jiwa manusia
adalah sifat yang sangat rendah dan amat dekat dengan kehinaan bahkan kematian,
serta begitu jauhnya ia dari cahaya Kehidupan. Dan jika sifatini telah merasuk
di kepala dan meresap di dalam dada suatu kaum, hasilnya sudah dapat ditebak,
yakni kehinaan dan kerendahan, yang pada akhirnya akan menggiring kaum tersebut
secara cepat atau lambat pada kematian. Maka jika kawanan singa Islam kini telah
berubah menjadi kumpulan domba penakut, maka inilah kebinasaan yang menjerat
leher kaum muslimin yang dapat memisahkan kepada dari badan.
DIMANA KINI BARISAN SINGA BERADA ?
Kini sayup-sayup terdengar jeritan muslimah yang menggema, sayangnya ia hanya
membentur dinding-dinding batu lalu menghilang begitu saja bagai angin lalu,
karena para lelaki yang dipanggil hatinya telah membeku bahkan lebih keras daripada
batu, telah menciut nyali kejantanannya, mengkerut menjadi pengecut. Jeritan
muslimah diberbagai belahan bumi menggema tanpa ada yang perduli. Telah terkubur
kejayaan generasi pertama ummat ini, kini tiada lagi para singa Islam yang terkamanannya
ditakuti dan digentari para lawan. .Tidur dalam kehinaan telah berkepanjangan,
dimanakah gerangan barisan singa itu kini ??. Saudaraku.. Dimanakah gerangan
barisan singa Islam yang siap menjaga dan membela kehormatan muslimah yang teraniaya,
kini sembunyi dan berada ?
SERUAN.. BAGI MUJAHID MUDA !!
Kuawali seruan kepada para Muslimah, agar senantiasa mengkoreksi diri didalam
kehidupan bermasyarakat. Bersikap selektif itu tidak mesti eksklusif, sehingga
menyebabkan antipati masyarakat di sekitar kita. Waspadailah masalah ini, sebab
apabila masyarakat awam telah kehilangan simpat, maka jika datang gangguan nisacaya
mereka hanya membiarkan, atau bahkan sebagian mereka yang justru melakukannya
dan bukan dari kelompok penentang Islam yang sesungguhnya. Sedang untuk para
Singa Islam..Menjadi tugas kalian untuk menjaga kehormatan wanita muslimah dari
gangguan dan penghinaan pihak-pihak yang tak suka dengan maraknya dakwah dan
tingginya Izzah Islam, maka ketika para muslimah memerlukan pertolongan, ulurkanlah
segera kedua tangan kalian dengan kaki ringan !
Maka barisan Singa.. Bangunlah dari tidur panjang yang melenakan, sudah terlalu
lama kita mendengkur di empuknya ranjang kehinaan. Bangkitlah dengan kesdaran
tinggi, karena kini tikus-tikus kecil telah menjelma manjadi babi-babi liar
yang merajalela diladang kita. Ketika musuh Islam telah berani mengancam dan
mendzalimi muslimah di bumi kita sendiri, masihkah akan kita biarkan dengan
berdiam diri ?
Wahai kawanan Singa. Selamatkanlah para saudara wanita kalian, karena mereka
ibaratkan saudara ibu kita, siapakah yang ingin saudara ibunya mendapat kesusahan
akibat ancaman dan gangguan ?? Maka saling menolonglah kita secara lahir dan
bathin, sungguh Allah Swt sangat mencintai hambaNya yang suka tolong menolong.
Semoga kita segera terbangun dan tersadar wahai barisan Singa !!