Akhir-akhir ini, ramai sekali orang membicarakan Islam Liberal. Sebagian dari
mereka membela mati-matian adanya Islam Liberal, namun sebagian yang lain menolak
dan mengatakan najis, ide Islam Liberal tersebut.
Sebagian mereka yang mati-matian membela adanya ide Islam Liberal, dengan gencarnya
menyebarkan ide-ide tersebut melalui media masa-media masa yang ada, baik media
cetak maupun media elektronik. Maklum, ide ini adalah ide yang bisa dikatakan
baru. Sementara mereka yang menolak ide Islam Liberal juga tidak kalah gencarnya
menolak menyebarnya ide tersebut.
Islam Liberal; adalah satu Istilah yang mengandung makna bahwa di dalam Islam
itu ada terdapat unsur-unsur Liberal, yang keduanya tidak perlu diposisikan
berseberangan, bertentangan, apalagi dipertentangkan. Justru Islam Liberal menjawab
tantangan jaman, bahwa Islam tetap sesuai di tengah kehidupan Liberalime.
Pada kesempatan yang baik ini, baiklah kita kaji secara historis maupun muatan
ide dasar dari ide-ide tersebut di atas, baik Islam sendiri, maupun Liberalisme.
ISLAM
Islam adalah Agama (Ad Dien) yang diturunkan oleh Allah swt, sang Pencipta,
kepada utusan terakhirNya Muhammad SAW. Agama ini berisikan seluruh ajaran dan
panduan hidup manusia di dunia. Panduan ini bersifat lengkap untuk kesejahteraan
seluruh manusia. Panduan bagaimana manusia berhubungan dengan Penciptanya, yaitu
Allah swt. Panduan, bagaimana manusia harus berhubungan dengan manusia lainnya,
serta panduan bagaimana manusia berhubungan dengan dirinya sendiri.
Seluruh panduan dalam Islam berasal dari Allah swt, yang mutlak kebenarannya.
Berisi perintah dan anjuran, begitu pula larangan dan cegahan, serta pilihan
yang diserahkan kepada manusia untuk bebas memilihnya.
Secara garis besar, Islam berisikan tentang Aqidah dan Syariat. Aqidah merupakan
panduan berupa keyakinan-keyakinan yang harus diimani oleh manusia. Sedangkan
Syariat adalah panduan hukum yang berkenaan dengan perbuatan manusia.
Beberapa hal tentang aqidah serta Syar’iat bisa dijelaskan dalam pembahasan
ini adalah sebagai berikut:
- Inti aqidah Islam adalah Laa ilaaha illallah, muhammadun rasuulullaah.
Artinya, tiada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah swt, dan Muhammad
saw, adalah utusan Allah.
- Aqidah Islam meyakini bahwa pencipta alam seisinya adalah Allah swt. Manusia
hidup di dunia ini adalah untuk menjalankan perintah Allah swt. Setelah mati,
manusia akan mempertanggungjawabkan seluruh amal perbuatannya di Akhirat,
di hadapan Allah swt. Untuk kemudian diganjar ataupun disiksa sesuai dengan
perbuatannya di dunia.
- Aqidah Islam adalah aqidah yang membawa konsekuensi kepada manusia untuk
terikat dengan Syariat Allah swt. Syari’at tersebut melingkupi segenap
aspek kehidupan manusia. Jadi di dalan Islam, tidak ada satu pun aspek dalam
kehidupan manusia ini yang lepas dari aturan Syari’at Allah. Oleh karena
itu, Islam mempunyai kekhasan hukum tersendiri dibandingkan dengan syari’at
lain manapun. Syari’at Islam (syari’at Allah swt) meliputi hukum-hukum
yang menyangkut antara lain : Aqidah, Ibadah, Akhlaq, Muamalah (politik, ekonomi,
peradilan, pendidikan dll)
- Dari Aqidah Islam inilah terpancarkan satu sistem kehidupan yang meliputi
sistem politik Islami, sistem ekonomi Islami, sistem pergaulan yang Islami
, sistem pendidikan Islami, sistem peradilan Islami dan sistem-sistem lainnya
yang Islami.
- Aqidah Islam bukanlah aqidah sekular, yang memisahkan agama dari kehidupan.
Aqidah Islam adalah Aqidah ruhiyah sekaligus aqidah siyasiyyah. Aqidah ruhiyyah
adalah aqidah yang terpancar darinya keyakinana-keyakinan tentang akhirat,
sedang aqidah siyasiyyah adalah aqidah yang terpancar darinya aturan-aturan
kehidupan di dunia.
LIBERALISME.
Liberalisme adalah sebuah ajaran tentang kebebasan. Isme ini lahir seiring
dengan lahirnya aqidah sekularisme. Jadi Liberalisme adalah anak kandung Sekularisme.Ia
bersaudara dengan Kapitalisme dan Demokrasi. Ia mengajarkan akan kebebasan manusia
dalam hal apa saja. Kebebasan beragama, kebebasan berpendapat, kebebasan berperilaku
dan kebebasan kepemilikan. Dari liberalisme ini muncullah gerakan-gerakan baru
yang mengatas namakan gerakan memperjuangkan HAM, Hak Asasi Manusia.
Liberalisme, yang sekarang ini dianut oleh negara-negara Barat dan seluruh
pengikutnya, berawal dari adanya kompromi yang terjadi antara pihak agamawan
(gereja Eropa) dan golongan Ilmuwan (scientist) Eropa yang tidak puas dengan
adanya aturan-aturan yang diberlakukan pihak gereja dalam masyarakat.. Kesepakatan
itu isinya adalah pemisahan antara urusan akhirat yang diberikan wewenangnya
kepada pihak agamawan, sedangkan urusan dunia diserahkan sepenuhnya kepada pihak
masyarakat pada umumnya. Pemisahan agama dari kehidupan inilah yang menjadi
awal lahirnya sekularisme.
Beberapa hal tentang Aqidah sekuler yang bisa dijelaskan secara singkat dalam
pembahasan sini adalah sebagai berikut :
- Urusan agama adalah wewenang pihak gereja, sedangkan urusan kehidupan dunia
adalah wewenang masyarakat pada umumnya. Agama adalah urusan individu yang
tidak boleh dibawa-bawa dalam urusan publik dan kenegaraan.
- Tuhan telah menciptakan manusia, adapun hukum-hukum yang mengatur kehidupan
manusia diserahkan sepenuhnya kepada manusia untuk membuatnya.
- Dari aqidah sekular ini terpancarlah aturan-aturan dan system kehidupan.
Terpancarlah darinya sistem ekonomi (Kapitalis), sistem Pergaulan Kehidupan
yang bebas dan permissive (Liberalis) dan sistem politik pemerintahan (Demokrasi)
- Liberalisme, lebih lanjut mengajarkan adanya kebebasan dalam hal :
a. Beragama
b. Berpendapat
c. Berperilaku
d. Kepemilikan
PERBANDINGAN ANTARA ISLAM DAN LIBERALISME :
Mari kita simak perbandingan singkat berikut ini:
- Aqidah :
Liberalisme beraqidah sekular, sedangkan Islam tidak beraqidah sekular
- Sistem kehidupan yang terpancar darinya :
Islam menuntun kehidupan dengan sistem-sistem yang lahir dari Agama Islam
itu sendiri. Aturan Islam datang dari Allah swt. Liberalisme melahirkan aturan-aturan
yang tidak berlandaskan agama sama sekali.
- Tentang kebebasan beragama:
Islam mengajarkan bahwa agama di sisi Allah hanyalah Islam. Liberalisme mengajarkan
bahwa agama tidak perlu dipersoalkan. Agama adalah urusan individu. Setiap
Individu bebas memilih agama apapun.
- Tentang kebebasan berpendapat:
Tidak ada kebebasan berpendapat dalam Islam, kecuali dalam hal-hal yang mubah.
Oleh karena itu Musyawarah dalam Islam hanya dalam persoalan mubah. Hal ini
berbeda sama sekali dengan Liberalisme. Liberalisme membebaskan berpendapat
apa saja dalam seluruh persoalan, karena setiap individu dijamin bebas berpendapat.
- Tentang kebebasan berperilaku
Syari’at Islam mengikat setiap perbuatan manusia. Setiap perbuatan manusia
harus terikat dengan hukum Syari’at. Hal ini beda sama sekali dengan
Liberalisme, dimana ia membebaskan setiap Individu untuk berbuat apa saja
asalkan tidak merugikan hak individu lain.
Kesimpulan :
Dari paparan ide dasar baik Islam maupun Liberalisme tersebut di atas, jelas
sekali bahwa antara Islam dan Liberalisme, tidak ada kaitannya sama sekali,
dan tidak perlu dikait-kaitkan. Mengaitkan dua hal yang bertentangan adalah
tindakan yang bodoh. Apalagi hasil kaitan yang di reka-reka tersebut disebar
luaskan untuk bisa diikuti umat. Jelas ini merupakan aktivitas yang membodohi
umat. Perlu diwaspadai gerakan-gerakan yang mengatasnamakan Islam, pembaharuan
Islam, akan tetapi sesungguhnya adalah penghancuran terhadap Islam dari dalam.
Nauudzu billaahi min dzaalik tsumma na’uudzu billaahi.