Mengintip Kendaraan Yang Hilang
22 Maret 2005 - 19:23
 

BANYAK faktor yang dapat mendorong lahirnya sebuah teknologi. Misalnya faktor keinginan mendapatkan rasa aman dan perlindungan properti pribadi. Kedua hal itulah yang agaknya mendasari munculnya sebuah teknologi pelacakan barang bergerak, seperti kendaraan pribadi.

Semuanya itu bisa tercapai dengan bantuan teknologi satelit, yang akan memberitahukan posisi kendaraan kita ada di mana. Namun, karena peranti yang bisa mengirimkan sinyal lewat satelit itu mahal, maka diperlukan suatu alat penghubung. Maka, lahirlah suatu perpaduan teknologi Global Positioning System (GPS) melalui satelit dengan teknologi Global System for Mobile Communication (GSM). Sinyal GPS ini dipancarkan melalui satelit, sedangkan sinyal GSM itu dipancarkan melalui menara pemancar seluler. Fungsi dari menara pemancar seluler ini adalah sebagai sarana penghubung antara satelit dan objek yang akan dipantau.

Saat ini, akurasi ketepatan lokasi yang dipantau dengan teknologi GPS bisa mencapai 1-300 meter. Semuanya itu, tergantung dari peranti lunak yang dipergunakan. Saat ini, di Jakarta setidaknya ada dua operator yang menjual jasa untuk pemantauan kendaraan, yaitu InfoTrack (PT Infoasia Teknologi Global Tbk) dan Vi-Track (PT Garansindo Inter Global).

Vi-Track yang merupakan singkatan dari Vehicle Interactive Tracking System ini merupakan sebuah sistem berbasiskan teknologi GSM dan GPS untuk pelacakan kendaraan.

Namum, Vi-Track berfungsi sebagai pelacak (tracking), bukan navigasi. Jadi, bentuknya bukan berupa peta dengan alasan peta bisa mengganggu konsentrasi pengemudi. Tiap mobil yang memasangnya hanya dilengkapi sebuah tombol untuk menghubungi operator Vi-Track.

Menurut Turia Fitriani Helmi, General Manager Vi-Track, teknologi produknya mencakup empat kategori fungsi yaitu pemantauan, keamanan, komunikasi, dan layanan. Masing-masing fungsi diberi nama seperti Vi-Track Vision (memantau posisi dan kecepatan kendaraan), Vi-Track Secure (melacak dan mematikan mesin kendaraan dari jarak jauh), dan Vi-Track Phone (telepon genggam dalam mobil).

Selain itu, ada Vi-Track Directory (informasi fasilitas umum dan sosial), Vi-Track Lock Control (pembuka kunci pintu mobil dari jarak jauh), dan Vi-Track Geo-Fencing (pembatasan wilayah tertentu yang bisa dimasuki kendaraan). Penggunaan Vi-Track GTS (GPS Tracking Set) ini juga didukung pelayanan terpadu VIA (Vi-Track Interactive Assistant) 24 jam nonstop.

Helmi mencontohkan pemakaian Vi-Track untuk fungsi pemantauan yaitu pengemudi tinggal menelepon ke operator lewat Vi-Track Phone jika ingin mengetahui sebuah lokasi. Operator lalu membimbing secara online hingga tiba di lokasi. Komunikasi ini tidak terbatas hanya bagi pengguna kartu IM3, tapi juga dapat dilakukan lewat kartu seluler lain dan telepon tetap.

Sedangkan fungsi keamanan diberikan lewat pemasangan tombol darurat (panic button). Tombol yang terhubung ke operator ini tidak akan berbunyi jika ditekan. Kegunaannya misalnya jika pengemudi dirampok karena tombol itu bisa membuat operator segera menghubungi polisi tanpa diketahui pelaku kejahatan.

Vi-Track juga mengamankan kendaraan dalam bentuk lain. Jika mobil hilang karena dicuri, pemiliknya tinggal menghubungi operator supaya mesin mobil dimatikan. Mobil mogok ini tidak dapat dinyalakan lagi sehingga kemungkinan besar segera ditinggalkan pencurinya. Selanjutnya, lewat peta digital, operator dapat memberi tahu lokasi terakhir mobil kepada pemiliknya.

Sedangkan fungsi membuka pintu berguna jika pengguna Vi-Track mengalami masalah seperti kunci kendaraan tertinggal di dalam atau hilang. Supaya yakin bahwa yang menghubungi operator benar-benar pemilik kendaraan yang sah, ada password yang harus diberikan.

"Operator juga bisa mengetahui posisi dan menghubungi pengemudi lewat speaker. Panduan arah jalan hingga lokasi pom bensin, polisi diberikan dari speaker tersebut," kata Helmi.

Penggunaan sinyal satelit

Fungsi-fungsi tadi bisa dilakukan antara lain karena memanfaatkan sinyal satelit GPS dan teknologi GSM. Di setiap perangkatnya memang disediakan kartu yang terhubung ke Indosat M3 sebagai penyedia operator selulernya.

Sama seperti alarm mobil, perangkat Vi-Track diletakkan dalam kendaraan secara tersembunyi. Tujuannya tentu supaya penjahat tidak bisa memutuskan alur kabel perangkat. Pemasangannya hanya bisa dilakukan teknisi Vi-Track dalam waktu sekitar satu jam.

Sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, produk Vi-Track sendiri sudah diteliti sejak 1999. Pada 2002 hingga sekarang perangkatnya telah dipergunakan beberapa perusahaan lokal seperti perusahaan minyak, alat pengangkutan, dan jasa kurir. Garansindo menargetkan bisa menjual hingga 50 ribu unit perangkat untuk tahun 2003 ini.

Untuk menjadi pelanggan Vi-Track, orang harus membeli satu set Vi-Track GTS seharga Rp2.727.000 ditambah iuran tahunan sebesar Rp1.086.800. Tapi, biaya tersebut tidak termasuk penggunaan fasilitas telepon GSM IM3 yang ada di dalamnya.

Media beserta dua wartawan lain sempat diajak pihak Garansindo mencoba kendaraan yang sudah dipasangi Vi-Track. Saat menghubungi operator Vi-Track, mereka bisa mengetahui secara tepat lokasi kendaraan yang sedang meluncur di kawasan Mega Kuningan.

Beberapa perintah juga dilakukan operator seperti membuka kunci pintu kendaraan dan mematikan mesin dari jarak jauh. Saat mesin mati, mobil tidak bisa dinyalakan lagi dan harus menunggu pengaktifan dari operator.

Masalah jangkauan GSM

Pengamat multimedia Roy Suryo yang hadir dalam peluncuran Vi-Track pekan lalu, di Jakarta, menilai perangkat model ini memang sudah lama ditunggu mengingat banyaknya pencurian mobil terjadi. Harganya juga tidak seberapa jika melihat ada yang bisa memasang sistem audio mobil berharga ratusan juta.

Namun Roy mengkritisi penggunaan teknologi GSM dalam Vi-Track karena GSM memiliki keterbatasan. Misalnya ada pencuri yang pandai sehingga mobil lalu dimasukkan ke ruangan bawah tanah. Akibatnya, mobil tidak bisa terjangkau sinyal GSM atau satelit. "Lalu untuk pelacakan kendaraan, ada baiknya perangkat ini juga dihubungkan ke kamera DLLAJR yang ada di persimpangan jalan supaya lebih tepat," kata dosen UGM ini.

Helmi mengakui sinyal satelit lewat GPS memang memiliki kelemahan. Antisipasinya pada Vi-Track dipasangi buffer memory yaitu memori untuk mengingat sinyal yang terus dipancarkan satelit ke mobil. Data sinyal yang dikirimkan dalam interval lima menit ini disebut bisa bertahan hingga 13 bulan. Kegunaan data yaitu untuk memberi tahu lokasi terakhir kendaraan.

Masalah lainnya terkait dengan pemilihan IM3 sebagai operator telekomunikasi mengingat cakupannya yang belum terlalu luas. Namun, I Made Harta Wijaya sebagai General Manager Product Development IM3 menyatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan operator lain yaitu Satelindo.

Jika anda berminat memiliki teknologi tersebut, silahkan kunjungi dan daftar diri anda di website Vi-Track Community http://www.vi-track.com untuk mendapatkan informasi langkapnya.