Sesuatu
yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan
yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala
dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barangsiapa
menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat. Dan
kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. (QS. Ali
Imran 3:145)
*****
Apakah malam ini, saat terakhir aku bersama
Melati-Mu, Ya Allah ?!.. Kulihat mereka tertidur lelap sehabis disirami
hujan, akankah mereka bahagia menjalani hari-hari penantian ?.
Aku
tahu dunia tak ramah pada mereka !, namun aku yakin mereka mampu bertahan
karena Engkau senantiasa merawat mereka dengan kasih sayang.
Tak terlukiskan betapa senang hatiku melihat mereka mampu mengatasi
setiap ujian yang Engkau berikan, mensyukuri segala nikmat yang telah
Engkau anugerahkan, dan menikmati kehidupan yang telah Engkau gariskan.
Sungguh !, aku senantiasa berduka jika teringat sabda Rasul-Mu, bahwa kaum
wanitalah yang terbanyak menghuni neraka. Astaghfirulaah..
Dari Ibnu
'Abbas r.a. katanya Rasulullaah Saw bersabda : "Aku melihat ke sorga, maka
terlihat olehku kebanyakan penghuninya ialah orang-orang miskin. Dan aku
melihat pula ke neraka, maka kelihatan olehku kebanyakan penghuninya ialah
kaum wanita". (HR. Muslim)
Karena itu, kumohon pada-Mu Ya Allah,
semoga mereka mendapat kebaikan di dunia maupun di
akhirat, terhindar dari murka-Mu, selamat dari siksa neraka-Mu. Aamiin, Ya
Rabbal 'aalamiin.
Dulu.., aku pernah melukai mereka !, dan itu
merupakan bagian terpahit dalam hidupku !, manakala setelah kulihat mereka
berusaha mengejar cinta-Mu, untuk menjadi tokoh wanita sorga, aku tinggalkan
mereka begitu saja.. akhirnya, mereka hilang dariku. Ada yang kembali
menjadi bunga-bunga yang lain, dan yang amat kusesali, aku tak tahu lagi
kemana mereka kini.
Aku tak ingin kehilangan untuk kedua kali, Ya
Allah.. sekuat tenaga akan kucoba merangkul mereka dengan kelembutan,
menyirami mereka dengan kesejukan, merangkai mereka dengan kehangatan, semua
itu tak akan pernah terwujud, jikalau tak mendapat izin
dari-Mu.
Semoga Engkau meridhai niat ini, semoga semakin banyak tumbuh
generasi-generasi Melati. Kami akan berjuang bersama mengharumkan
kembari bumi-Mu, menegakkan kembali agama-Mu, meraih kembali Cinta-Mu
!.
Tetapi Ya Allah.., apalah artinya diri ini, ada tiadanya aku tak
akan punya arti sedikitpun !. Engkau tetap Maha Besar.. agama-Mu tetap
Bersinar.. Makhluk-Mu tetap akan memuliakan-Mu !.
Subhanallaah.. walhamdulillaah.. walaa ilaa ha ilallaah
walaahu akbar..
Tubuh ini semakin rapuh, tenaga ini semakin
berkurang, sebentar lagi jiwa ini akan Engkau genggam, akankah kemudian
Engkau tahan ? ataukah mungkin Engkau lepaskan ??. Jikalah
sudah tiba masaku, aku akan ikhlas menerimanya.. Karena sungguh !, jiwa
ini sudah tak kuasa menahan rindunya kepada-Mu.
Air mata
Nisa mengalir deras, seakan ia merasa ini adalah malam terakhir ia tinggal di
dunia, Malam Ramadhan terakhir bersama Melati-Melatinya. Akankah Nisa
pergi untuk kembali ? ataukah mati menuju kehidupan yang abadi
?