Jangan salah euy kalo anak puteri cuma bisa diandalkan dalam urusan
sumur dan dapur doang. Nggak lha yauw. Anak puteri juga bisa tampil dalam kegiatan
masyarakat lainnya. Bahkan lebih keren lagi, anak puteri juga bisa terlibat
dalam upaya untuk kebangkitan Islam dan kaum muslimin. Bener lho. Nggak percaya?
Silakan dicoba!
Sayangnya, anak puteri sekarang pada cuek bebek sih kalo disuruh merhatiin
kondisi kehidupan. Diajak ngomongin pasar bebas, eh malah nyambungnya ke belanja
di mal. Diminta menjelaskan ada apa di balik invasi AS ke Irak, yang muncul
malah berbusa-busa menerangkan tokoh idolanya dari Amrik; Justin Timberlake,
Britney Spears, Christina Aguilera, Shakira, Eminem dan gerombolannya.
Eh, pas ditanya kenapa Australia ikut-ikutan dengan Amrik menggebuk Irak, yang
keluar justru nama-nama personel band beraliran seattle sound asal Australia,
Silverchair. Dengan lancarnya si akhwat ini menyebutkan Daniel Johns, Ben Gillies,
dan Chris Joannou. Itu lho, yang punya album, “Diorama”. Cilaka
euy! ?
Memang sebagian besar remaja puteri adalah pelanggan setia berita-berita gosip
para seleb yang dirangkum dalam infotainment. Bahkan anak puteri lah yang paling
rajin mengoleksi beragam asksesoris yang berhubungan erat dengan para seleb
penghias media massa dan elektronik.
Meski demikian, untungnya masih ada juga yang mau bersusah payah menyadarkan
kaum Hawa ini. Buktinya, belakangan ini, bahkan bulan ini sering dianggap sebagai
momentum untuk menyadarkan kaum perempuan. Itu sebabnya, sering banget orang-orang
ngomongin soal pemberdayaan perempuan. Ada yang menganggap bahwa perempuan sekarang
kudu tampil di sektor publik, kudu menjadi bagian dari pelaksanaan program pemerintah,
ikut serta dalam mengelola pemerintahan dan sektor umum lainnya. Pendek kata,
perempuan juga kudu berdaya di tengah keterbatasan fisiknya. Paling nggak kesan
itulah yang akhirnya muncul.
Sobat muda muslim, khususnya yang puteri, kamu juga bisa terlibat dan melibatkan
diri dalam upaya kebangkitan Islam dan umatnya ini. Ya, sebatas yang kamu sanggup
sebagai remaja Islam. Minimal banget, kamu perlu paham dulu tentang kondisi
masyarakat yang bakal kita sama-sama ubah. Sebab, lucu banget kan kalo kita
tereak-tereak untuk mengadakan perubahan terhadap masyarakat yang rusak, tapi
kita sendiri nggak ngeh dengan kondisi masyarakat, apalagi kalo kudu bicara
solusinya.Lebeng! Aneh bin ajaib atuh namanya. ?
Itu artinya, sebagai anak puteri kamu juga perlu dan bahkan wajib juga memiliki
kesadaran politik supaya bisa nyetel dengan kondisi masyarakat yang ada sekarang.
Itu sebabnya, meski peran kamu di jalur umum dibatasi, bukan berarti sempit
juga peluang untuk mengasah kesadaran politik kamu. Waduh, mungkin di antara
kamu ada yang protes bahwa sedikit-sedikit kok menyangkut politik. Sebentar-sebentar
ngomongin politik, apa nggak ada pembahsan lain? He..he..he.. jangan nepsong
gitu ah. Kalem aja Mbak. Nanti juga bisa nebak sendiri maksud di balik itu.
Yang bisa kamu lakukan
Sobat muda muslim, kaum girls juga kudu trengginas dalam bergerak. Nggak boleh
kalah sama anak laki. Anak puteri juga punya kesempatan yang sama dengan anak
laki dalam berjuang untuk menegakkan kemuliaan Islam dan kaum muslimin.
Memang sih, keterlibatan kamu dalam perjuangan tersebut kudu disesuaikan juga
dengan kemampuan kamu. Nah, sekarang kita bicara potensi yang kamu miliki.
Kalo dirunut, secara umum remaja puteri itu memiliki beberapa potensi, di antaranya;
waktu luang, faktor usia, dan tingkat keilmuan. Khusus untuk usia, erat hubungannya
dengan kondisi fisik dan kemampuan daya pikir. Maklumlah, anak muda kan masih
‘greng’ untuk diajak ‘sprint’. He..he..he..
Apa yang bisa dilakukan remaja puteri dalam kebangkitan Islam dan kaum muslimin
ini? Sama seperti anak laki, mengubah kondisi masyarakat yang masih jahiliyah
ini menjadi masyarakat yang islami. Dan yakinlah, bahwa cuma Islam yang bisa
membawa rahmat bagi seluruh umat manusia.
Bener, manusia mana sih yang nggak sukses bersama Islam? Islam, ketika pertama
kali disampaikan oleh Rasulullah saw. telah begitu memikat hati siapa saja yang
mau menerima kebenaran. Masyarakat Quraisy yang terkenal “garang”
pun luluh hatinya saat Islam mulai memancarkan cahayanya di Makkah. Satu persatu
pemuda-pemudi Quraisy tertarik masuk Islam. Pemikiran-pemikiran yang dibawa
Islam telah menyulap kebodohon menjadi kecerdasan. Masyarakat Quraisy yang biasa
menyembah berhala pun, dibuat tak berkutik ketika diajukan pertanyaan, “Apakah
ini yang kalian sembah, padahal ia tidak mampu mengusir seekor lalat pun yang
hinggap di tubuhnya?” Perang pemikiran terus berlangsung, hingga akhirnya
Islam berkembang pesat dan menjadi peradaban paling maju di dunia.
Fakta sejarah membuktikan, bagaimana Rasulullah saw. berhasil menegakkan sebuah
peradaban yang khas yang penuh rahmat di atas landasan tauhid di Jazirah Arab
yang kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia. Saking digdayanya Islam, sampe-sampe,
orientalis terkemuka L. Stoddard, memberikan pujian dalam bukunya The New
Wolrd of Islam. Katanya, “bangkitnya Islam adalah satu peristiwa
yang paling menakjubkan dalam sejarah manusia. Dalam tempo kurang dari seabad,
dari gurun tandus dan suku bangsa terbelakang, Islam telah tersebar hampir menggenangi
separuh dunia. Menghancurkan kerajaan-kerajaan besar, memusnahkan beberapa agama
besar yang telah dianut berbilang zaman dan abad.”
Tuh, orientalis aja bikin pujian sama Islam, kenapa kita malah nggak ngeh tentang
Islam, bahkan sebagian di antara teman remaja malah mencoba meredupkan cahaya
agama Allah ini dengan aktivitas yang bertentangan dengan syariat Islam. Aduh,
jangan sampe deh kita menjadi mesin penghancur Islam.
Nah, pertanyaannya sekarang, kenapa Islam bisa menjadi besar dan berkembang
pesat? Jawabannya adalah, karena Islam disampaikan dengan dakwah dan jihad.
Tanpa itu, mustahil kita bisa mengetahui bab demi bab dalam kitab fikih yang
membahas dari mulai masalah bersuci sampai tentang pemerintahan Islam. Siapa
tahu kita yang tinggal di negeri ini nggak mengenal Islam seperti sekarang,
jika saja dulu Rasulullah dan para sahabat, juga kaum muslimin setelahnya tidak
berdakwah menyampaikan Islam. Nggak kebayang deh!
Itu sebabnya, potensi yang kamu miliki berupa waktu luang, karena rata-rata
dari kamu memang belum disibukkan dengan ngurus anak, suami dan segala macam
masalah keluarga. Jadi masih free untuk terjun dalam dakwah. Masih bisa konsentrasi.
Begitupula dengan kondisi fisik dan keilmuan, keduanya bisa menjadi pendukung
dalam menyampaikan (mendakwahkan) Islam.
Nah, masalahnya sekarang, berjuang dalam dakwah ini perlu memahami kondisi
masyarakat dan berbagai peristiwa yang berkembang. Itu sebabnya, di sinilah
perlunya pemahaman kesadaran politik yang benar. Biar dakwahnya nggak asal aja.
Tul nggak?
Langkah praktisnya?
Emang sih, upaya
untuk mewujudkan kebangkitan Islam ini bukanlah tugas orang or golongan tertentu
aja. Tapi semua orang yang merasa dirinya muslim punya tanggung jawab dakwah
untuk kebangkitan Islam ini, termasuk tentunya teman-teman remaja puteri. Sebab
kewajiban melaksanakan ajaran agama adalah bagi orang-orang yang sudah mukallaf
alias terbebani hukum. Siapa saja mereka? Orang yang baligh alias bukan
anak-anak lagi dan yang berakal. Oya, remaja kan bukan anak-anak lagi, iya
nggak? Jadi udah mukallaf dong.
Teman, kita kudu memahami bahwa dakwah adalah beban yang kudu kita pikul
bersama. Jangan pernah ada kata menyerah atawa malas untuk melakukan aktivitas
mulia ini. Malah aktivitas ini harus kita pahami sebagai ujud kasih sayang kita
terhadap saudara yang lain.
Sobat muda muslim, untuk mewujudkan kebangkitan yang kita cita-citakan memang
butuh keseriusan dari kita semua, kaum muslimin. Meski kita masih remaja, bukan
berarti nggak boleh serius. Justru seharusnya, masa remaja kita gunakan untuk
mengasah diri supaya bisa mempertajam kemampuan berpikir kita. Lebih khusus lagi
kemampuan untuk berpikir islami. Ada beberapa tahap yang bisa kita jadikan
sebagai jalan untuk meniti kebangkitan yang hakiki. Dalam kitab an-Nahdhah (hlm.
132-155), karya Ustadz Hafidz Shalih, dijelaskan sbb.:
Pertama, setiap muslim kudu menyadari tugasnya sebagai
pengemban dakwah. Allah Swt. berfirman: “Serulah (manusia) kepada
jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan
cara yang baik.“ [TQS an-Nahl [16]: 125]
Kedua, setiap muslim harus memahami Islam sebagai sebuah
mabda, alias ideologi. Dengan begitu, kita bisa menjadikan Islam sebagai pedoman
hidup kita. Islam bukan hanya mengatur urusan sholat, zakat, puasa aja, tapi
sekaligus mengurusi masalah ekonomi, politik, pendidikan, hukum, peradilan,
pemerintahan, dsb. Ketiga, kita kudu berjuang menegakkan Islam.
Keempat, melakukan kontak pemikiran dengan masyarakat, nggak
cuma diem doang. Sebarkan ide-ide Islam kepada mereka. Kalo ternyata timbul pro
dan kontra, itu wajar. Rasulullah saw. saja pernah merasakannya. Tenang. Kita di
jalur yang benar. Kelima, harus jelas dalam berjuang. Artinya,
kita kudu fokus dan membatasi mana yang pokok, dan mana yang cabang. Allah swt
berfirman: “Katakanlah: "Inilah jalan (agama) ku, aku dan orang-orang
yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha
Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". [TQS
Yusuf [12]: 108]
Keenam, harus berani melakukan shiraul fikriy (pertarungan
pemikiran) dengan berbagai ide sesat yang ada di masyarakat. Misalnya, sampaikan
bahwa demokrasi sesat, nasionalisme itu tercela, sekularisme adalah bagian dari
kekufuran dan sebagainya. Itu sebabnya, perjuangan Boedi Oetomo yang katanya
sebagai tonggak kebangkitan, ternyata malah menuju kemunduran. Kenapa? Karena
menyerukan nasionalisme. Nah, remaja puteri Islam, harus berani melawan itu
semua! Allahu Akbar!
Ketujuh, selalu meng-update perkembangan yang terjadi di
masyarakat. Dan berikan solusinya dengan ajaran Islam.
Kedelapan, kita harus bisa menunjukkan kelemahan dan kepalsuan
sistem kufur yang tengah mengatur kehidupan masyarakat kita saat ini. Supaya
mereka juga ngeh, bahwa selama ini ternyata hidup dalam lingkungan yang tidak
islami. Itu sebabnya kita juga mengajak kaum muslimin untuk berjuang melanjutkan
kehidupan Islam.
Oya, semua itu nggak mungkin dong, kalo dilakukan seorang diri, tapi mutlak
berjamaah. Lha wong main bola aja nggak bisa sendirian kan, tapi perlu kesebelasan.
Inilah yang disebut kekompakan dan kebersamaan.
Sobat puteri, mau bangkit dan berjuang kan? Apalagi untuk
kemuliaan Islam dan kaum muslimin. Pahalanya besar, lho. Jadi, buruan sadar,
pelajari Islam, dan ayo bangkit! ?