Bismillaahirrahmaanirrahiim
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah
menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk
perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah
sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, supaya kamu selalu ingat.
(QS. Al Araf 7:26)
Hai Nabi katakanlah kepada
isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin:
"Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian
itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.
dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzab 33:59)
*****
"Dunia ini semakin kacau Nisa! bunga-bunga
semakin berani memamerkan aurat tubuhnya! astaghfirullaah.. kenapa mereka
tidak mengerti?, kenapa Qalbu yang lembut itu tertutup? kenapa mereka lebih
cinta dunia daripada Zat Yang Menciptakannya?.. kenapa?!.. "
Keluh
Kasturi suatu ketika, ada semburat kemarahan dan kekecewaan di
sana.
"Apakah mereka tidak sadar diri bahwa dulunya mereka mati?!,
Apakah mereka tidak bersyukur bahwa dulunya mereka tak berbentuk?!, dan
kini.. mereka memilih menjual nyawa daripada menjaga kehormatannya!
Padahal Allah begitu menyayangi mereka! Mereka korbankan jiwa demi uang,
popularitas atau nama!". Padahal semua akan tinggal!..
Sungguh..
kasihan sekali!, apakah mereka tidak pernah membaca sejarah bahwa di zaman
jahiliyah kehadiran mereka adalah lambang kenistaan?!, lebih baik
mereka di kubur hidup-hidup daripada dipelihara dengan tanggungan
kehinaan! dan kini setelah dimuliakan, mereka malah berbalik merendahkan
dirinya!. Sudah di dunia rendah, apatah lagi di akhirat
kelak?!
Gara-gara mereka cermin wanita ternoda! gara-gara mereka
fitnah merajalela!, gara-gara mereka dunia ditimpa malapetaka!. Aku benci
mereka Nisa.. aku benci!.."
Semua terdiam mendengar perkataan Kasturi.
Untaian katanya begitu menusuk, tajam dan mungkin menyakitkan?!. Sementara
Nisa mencoba tersenyum menahan pahitnya kenyataan.
"Apa yang engkau
keluhkan ini, sama seperti yang kukeluhkan dulu, Kasturi..". Ujar Nisa pelan,
seraya melirik Ayuning yang duduk di sampingnya.
"Kebencianmu pada
mereka bisa Nisa maklumi karena cintamu pada Allah.., sebagaimana sabda
Rasul-Nya: Iman yang paling utama adalah bahwa engkau
mencintai (seseorang) karena Allah dan membenci (seseorang) karena Allah.
(At Thabrani)
Membenci mereka, karena tidak memperhatikan
Firman Allah!, sebab itu timbul usaha untuk merangkul mereka dengan kasih
sayang agar kembali mendapat keridhaan Allah. Betul begitukan
?!.."
Kasturi menganggukkan kepalanya tanda mengiyakan. Selanjutnya
ketiga sahabat itu tenggelam dalam perbincangan panjang.
*****
Nisa memohon pada Yang Maha Kuasa agar
memberikannya kekuatan, ia sadar sepenuhnya yang hadir di pengajian melati
bukan hanya mereka yang mengenakan pakaian yang disyariatkan Allah. Usai
berdo'a, perlahan ia mulai memberikan salam dan percikan.
"Ukhty,
Allah Swt yang sangat menyayangimu berfirman:
Hai Anak Adam, janganlah sekali-kali
kamu dapat ditipu oleh syaitan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu
bapakmu dari syurga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk
memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan
pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat
mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan syaitan-syaitan itu pemimpin-pemimpin
bagi orang-orang yang tidak beriman.
(QS. Al Araf 7:27)
Allah telah memberitahukan keadaan
nenek moyang kita dulu sewaktu diperdayakan, betapa senangnya
syaitan melihat aurat Adam dan Hawa, begitu pula dengan kita. Sungguh!
aurat yang tak terjaga itulah gerbang pembuka kemaksiatan di muka bumi
ini!
Sungguh ukhty, Allah yang menciptakan kita lebih tahu mana yang
terbaik untuk ciptaan-Nya! Allah menyuruh kita menjaga aurat karena tidak
ingin kita teraniaya dan celaka.
Dulu kita tidak ada, dengan kasih
sayang-Nya, Ia menghadirkan kita. Pernah melihat lukisan indah seseorang?.
Kita saja yang melihatnya akan merasa takjub dan menghargainya, apatah lagi
yang melukiskannya?!.. Tentu Sang Pelukis lebih menghargai lukisannya,
lebih menyayanginya, daripada insan yang hanya menilai. Begitu pula Allah
terhadap kita ukhty! Allah tidak ingin lukisan-Nya dihina dan hidup sia-sia
di dunia ini!.
Siapa yang paling menyayangimu kalau bukan
Allah?. Rasakanlah kasih sayangnya dari lukisan wajah indahmu di hadapan
cermin itu. Begitu sempurna!, Begitu indah! Tidakkah engkau ingin
mensyukurinya?.
Rasakan pula dalam setiap degup jantungmu,
denyut nadimu, desah nafasmu, dan setiap apa yang engkau rasa pada dirimu.
Tidak terpikirkah betapa Allah senantiasa merawatmu?!. Ia tak pernah
menghentikan dan membiarkanmu sedikitpun kesusahan. Walau betapa
banyak salahmu, Allah masih selalu mengasihimu, mengasihimu!. Begitu
banyak nikmat yang Ia berikan, jangankan untuk bersyukur, diri kita malah
kufur.
Bukankah nikmat rasanya jika disayang itu ya ukhty? jikalau
kita sudah mengerti, mengapa kita tidak ingin disayang oleh yang Maha
Penyayang itu sendiri?!.. kenapa kita tidak ingin dicinta Sang Pencipta
kita sendiri?!..
Kelak apa yang kita lakukan di dunia ini
diminta pertanggungjawaban! kelak seluruh anggota tubuh itu ditanya apa
saja yang diperbuatnya! Kelak kita akan mengetahui kita selamat atau
celaka!!!
Karena itu, kuketuk dalam pintu hatimu, dengan
segenap kemampuan jiwa dan ragaku, taqwalah dirimu dengan menjaga
baik-baik apa yang Allah titipkan kepadamu. Tutupilah aurat itu sebelum tiba
masanya manusia tidak lagi memperdulikannya. Yaitu ketika seluruh langit
dan bumi ini musnah dan terganti!, ketika seluruh umat manusia berkumpul
dalam keadaaan tubuh tak tertutup sehelai benangpun. Tak ada lagi yang
memperdulikan, karena masing-masing telah sibuk dengan
urusannya masing-masing!.
Duhai yang dianugerahi kelebihan rasa,
duhai yang lebih dekat pada cinta, patuhlah pada Tuhanmu, kenakan pakaian
taqwa itu, selamatkan dirimu! Ulurkan jilbab ke seluruh tubuhmu! Tolong..
sempunakan ia!
Tiba-tiba seorang wanita mendekati Nisa
dengan berlinang air mata,
"Boleh kupinjam jilbabmu untuk menutupi
rambut dan seluruh tubuhku yang dibalut baju minim ini, Nisa?!".
Nisa
memandang wanita yang ada dihadapannya. "Cathy! Betulkah apa yang kudengar
tadi?!, engkau mau mengenakan jilbab?".
Wanita itu menganggukkan
kepalanya, seraya menangis. "Iya Nisa, karena aku takut murka Allah..
takut kehilangan kasih sayang-Nya.. takut tidak diperdulikan-Nya di
akhirat kelak.. takut tak bisa memandang wajah-Nya.. dan aku takut Allah
tidak mencintaiku Nisa.. aku takut Allah
tidak mencintaiku!.."
Mendengar ucapan itu, Nisa memeluk Cathy,
menciuminya, hampir ia tidak percaya bahwa gadis manis itu tergugah untuk
menutup auratnya, Semua ini karena-Mu ya Allah!, Tiada daya dan upaya kecuali
atas pertolongan-Mu. Kemudian yang lain ikut menyalami Cathy, memeluk
dan menciuminya sebagai ucapan selamat karena telah mendapat hidayah. Pada
hari itu juga, dia tidak hanya mendapat 1 gaun muslimah lengkap, namun
lebih!. Tambah satu lagi Melati itu, Ya Allah! Ucap Nisa seraya tersenyum
bahagia, bahagia!.
Billaahi taufiq walhidayah
Wassalaamu'allaikum warahmatullaah wabarakaatuh
Ratna Dewi (wiwi_praty, Qalbu)
Katakanlah kepada wanita yang beriman:
"Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan
janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari
padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah
menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau
ayah suami mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara
laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau
wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan
laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang
belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya
agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian
kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. (QS. An
Nuur 24:31)