Impian Amerika Serikat untuk mewujudkan tentara masa depan menuju kenyataan.
Sebuah perusahaan pertahanan, General Dinamycs kini sedang mengembangkan sebuah
seragam perang berkabel untuk para tentara.
Proyek senilai US$3 milyar ini, akan menghasilkan seragam perang yang menghubungkan
tentara dengan tank, dan drone (peralatan perang yang dapat dikendalikan dari
jauh, berfungsi untuk memata-matai) dalam sebuah jaringan.
The Straits Times, Senin (16/6/2003) memberitakan, proyek seragam berkabel
yang akan dikembangkan oleh General Dynamics adalah perwujudan gambaran tentang
tentara masa depan. Seragam ini akan dilengkapi dengan kemampuan memonitor detak
jantung dan laju pernafasan. Tidak ketinggalan juga, ada helm yang dapat menangkap
rekaman video secara real-time dari beberapa drone.
Angkatan Bersenjata Amerika Serikat mengharapkan agar rancangan seragam perang
ini selesai dibuat pada tahun 2006. Unit pertamanya diharapkan bisa dicoba pada
tahun 2010 nanti. Harga masing-masing seragam diperkirakan berkisar dari US$10.000
sampai US$ 30.000.
Pembuatan seragam baru ini merupakan bagian dari usaha untuk memodernisasi
angkatan bersenjata, untuk bertempur di medan tempur digital dimana para tentara,
tank, dan drone dihubungkan pada suatu jaringan umum.
Tentara akan menggunakan baju dalaman yang dihubungkan dengan sensor-sensor
tubuh dan dapat menerima video dari drone untuk melacak gerakan musuh. "Proses
transformasi angkatan bersenjata ini merupakan usaha penting untuk mewujudkan
jaringan yang menghubungkan tentara dengan sistem persenjataan, kendaraan, dan
pesawat udara, untuk mewujudkan tim tempur yang kohesif dan terintegrasi yang
memiliki kekuatan dalam aksi tempurnya," kata Letnan Jenderal John Riggs,
yang mengetuai usaha modernisasi angkatan bersenjata.
Seorang tentara menjelaskan bahwa pada seragam perang ini, helm memiliki fungsi
tambahan. Tidak hanya untuk melindungi, helm ini dilengkapi sebuah kamera, antena
GPS (Global Positioning System), dan mikropon dan alat penerima.
"Program ini akan memungkinkan tentara untuk melakukan pengawasan pada
ancaman-ancaman tak terduga ," ujar MR Scott Myers, wakil presiden unti
Eagle Enterprise dari General Dynamics.
Program ini juga akan mengurangi 50 persen (22,5 kg) beban persenjataan yang
harus dibawa oleh para tentara. Sebuah kendaraan bernama 'mule' berfungsi sebagai
pembawa bahan makanan dan amunisi, ungkap Dutch DeGay, teknisi untuk program
seragam berkabel ini.
Namun, program ini memunculkan pertanyaan tentang operabilitasnya di medan
tempur. Dan kekhawatiran muncul dari kalangan industri, kalau-kalau teknologi
canggih ini membahayakan pasukan.
--------------
sumber : detikcom