"Seorang hamba justru bisa menjadi sangat sibuk merasakan kasih sayang-Nya, saat ia menghadapi penderitaan yang berat. Dia berpikir seperti itu karena yakin bahwa itu adalah pilihan terbaik yang ditetapkan Allah kepadanya." (Ibnul Qayyim)
jannaatu 'adnin yadkhuluunahaa tajrii min tahtihaaal-anhaaru lahum fiihaa maa yasyaauuna kadzaalika yajzii allaahu almuttaqiina
[16:31]
(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa,
[16:32]
(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik822 oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum823, masuklah kamu ke dalam syurga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan".
hal yanzhuruuna illaa an ta/tiyahumu almalaa-ikatu aw ya/tiya amru rabbika kadzaalika fa'ala alladziina min qablihim wamaazhalamahumu allaahu walaakin kaanuu anfusahum yazhlimuuna
[16:33]
Tidak ada yang ditunggu-tunggu orang kafir selain dari datangnya para malaikat kepada mereka824 atau datangnya perintah Tuhanmu825. Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Dan Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menganiaya diri mereka sendiri,
fa-ashaabahum sayyi-aatu maa 'amiluu wahaaqa bihim maa kaanuu bihi yastahzi-uuna
[16:34]
Maka mereka ditimpa oleh (akibat) kejahatan perbuatan mereka dan mereka diliputi oleh azab yang selalu mereka perolok-olokan.
waqaala alladziina asyrakuu law syaa-a allaahu maa 'abadnaa min duunihi min syay-in nahnu walaaaabaaunaa walaaharramnaa min duunihi min syay-in kadzaalika fa'ala alladziina min qablihim fahal 'alaaalrrusuli illaaalbalaaghu almubiinu
[16:35]
Dan berkatalah orang-orang musyrik: "Jika Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apapun selain Dia, baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatupun tanpa (izin)-Nya". Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban atas para rasul, selain dari menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.
walaqad ba'atsnaa fii kulli ummatin rasuulan ani u'buduu allaaha waijtanibuu alththaaghuuta faminhum man hadaaallaahu waminhum man haqqat 'alayhi aldhdhalaalatu fasiiruu fii al-ardhi faunzhuruu kayfa kaana 'aaqibatu almukadzdzibiina
[16:36]
Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut826 itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya827. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).
in tahrish 'alaa hudaahum fa-inna allaaha laa yahdii man yudhillu wamaa lahum min naasiriina
[16:37]
Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka dapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang yang disesatkan-Nya, dan sekali-kali mereka tiada mempunyai penolong.
[16:38]
Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh: "Allah tidak akan akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui,
[16:39]
agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berdusta.
innamaa qawlunaa lisyay-in idzaa aradnaahu an naquula lahu kun fayakuunu
[16:40]
Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya: "kun (jadilah)", maka jadilah ia.