"Sebaik-baik pemimpinmu ialah mereka yang kamu kasihi dan mereka mengasihimu. Kamu mendoakan mereka dan mereka mendoakanmu. Dan sejahat-jahat pemimpinmu ialah kamu membenci mereka dan mereka membencimu. Kamu mengutuk mereka dan mereka mengutuk mu. Sahabat-sahabat berkata: "Bolehkah kami menentang mereka?" Jawab Nabi: "Tidak, selama mereka tetap menegakkan sembahyang." (HR. Muslim)
[18:1]
Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al-Qur'an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan871 di dalamnya;
qayyiman liyundzira ba/san syadiidan min ladunhu wayubasysyira almu/miniina alladziina ya'maluuna alshshaalihaati anna lahum ajran hasanaan
[18:2]
sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,
maakitsiina fiihi abadaan
[18:3]
mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
[18:4]
Dan untuk memperingatkan kepada orang-orang yang berkata: "Allah mengambil seorang anak."
maa lahum bihi min 'ilmin walaa li-aabaa-ihim kaburat kalimatan takhruju min afwaahihim in yaquuluuna illaa kadzibaan
[18:5]
Mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah buruknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka tidak mengatakan (sesuatu) kecuali dusta.
fala'allaka baakhi'un nafsaka 'alaaaatsaarihim in lam yu/minuu bihaadzaaalhadiitsi asafaan
[18:6]
Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).
innaa ja'alnaa maa 'alaaal-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan
[18:7]
Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang di bumi sebagai perhiasan baginya, agar Kami menguji mereka siapakah di antara mereka yang terbaik perbuatannya.
wa-innaa lajaa'iluuna maa 'alayhaasha'iidan juruzaan
[18:8]
Dan sesungguhnya Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus.
am hasibta anna ash-haaba alkahfi waalrraqiimi kaanuu min aayaatinaa 'ajabaan
[18:9]
Atau kamu mengira bahwa orang-orang yang mendiami gua dan (yang mempunyai) raqim872 itu, mereka termasuk tanda-tanda kekuasaan Kami yang mengherankan?
idz awaaalfityatu ilaaalkahfi faqaaluu rabbanaaaatinaa min ladunka rahmatan wahayyi/ lanaa min amrinaa rasyadaan
[18:10]
(Ingatlah) tatkala para pemuda itu mencari tempat berlindung ke dalam gua, lalu mereka berdo'a: "Wahai Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini)."