Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
"Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita".(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
 
Pencarian  


18. AL KAHFI (Gua)

[ Daftar Surat ]

Bahasa   Surat  Ayat  

kadzaalika waqad ahathnaa bimaa ladayhi khubraan

[18:91] demikianlah. dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya.
 
 
tsumma atba'a sababaan

[18:92] Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi).
 
 
hattaa idzaa balagha bayna alssaddayni wajada min duunihimaa qawman laa yakaaduuna yafqahuuna qawlaan

[18:93] Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan891.
 
 
qaaluu yaa dzaa alqarnayni inna ya/juuja wama/juuja mufsiduuna fii al-ardhi fahal naj'alu laka kharjan 'alaa an taj'ala baynanaa wabaynahum saddaan

[18:94] Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj892 itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"
 
 
qaala maa makkannii fiihi rabbii khayrun fa-a'iinuunii biquwwatin aj'al baynakum wabaynahum radmaan

[18:95] Dzulkarnain berkata: "Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,
 
 
aatuunii zubara alhadiidi hattaa idzaa saawaa bayna alshadafayni qaala unfukhuu hattaa idzaa ja'alahu naaran qaala aatuunii ufrigh 'alayhi qithraan

[18:96] berilah aku potongan-potongan besi". Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: "Tiuplah (api itu)". Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: "Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu".
 
 
famaa isthaa'uu an yazhharuuhu wamaa istathaa'uu lahu naqbaan

[18:97] Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.
 
 
qaala haadzaa rahmatun min rabbii fa-idzaa jaa-a wa'du rabbii ja'alahu dakkaa-a wakaana wa'du rabbii haqqaan

[18:98] Dzulkarnain berkata: "Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar".
 
 
wataraknaa ba'dhahum yawma-idzin yamuuju fii ba'dhin wanufikha fii alshshuuri fajama'naahum jam'aan

[18:99] Kami biarkan mereka di hari itu893 bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi894 sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya,
 
 
wa'aradhnaa jahannama yawma-idzin lilkaafiriina 'ardaan

[18:100] dan Kami nampakkan Jahannam pada hari itu895 kepada orang-orang kafir dengan jelas,
 
 
   
Halaman :  
10
Total: 110 ayat

 

  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha