"Hendaknya kita mengukur ilmu bukan dari tumpukan buku yang kita habiskan. Bukan dari tumpukan naskah yang kita hasilkan. Bukan juga dari penatnya mulut dalam diskusi tak putus yang kita jalani. Tapi...dari amal yang keluar dari setiap desah nafas kita".(Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah)
[23:51]
Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal yang saIeh. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
[23:53]
Kemudian mereka (pengikut-pengikut rasul itu) menjadikan agama mereka terpecah belah menjadi beberapa pecahan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada sisi mereka (masing-masing).
fadzarhum fii ghamratihim hattaahiinin
[23:54]
Maka biarkanlah mereka dalam kesesatannya sampai suatu waktu.
ayahsabuuna annamaa numidduhum bihi min maalin wabaniina
[23:55]
Apakah mereka mengira bahwa harta dan anak-anak yang Kami berikan kepada mereka itu (berarti bahwa),
nusaari'u lahum fii alkhayraati bal laa yasy'uruuna
[23:56]
Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? Tidak, sebenarnya mereka tidak sadar1008.
inna alladziina hum min khasyyati rabbihim musyfiquuna
[23:57]
Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati karena takut akan (azab) Tuhan mereka,
waalladziina hum bi-aayaati rabbihim yu/minuuna
[23:58]
Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka,
waalladziina hum birabbihim laa yusyrikuuna
[23:59]
Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun),
[23:60]
Dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan, dengan hati yang takut, (karena mereka tahu bahwa) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka1009,