|
inna alladziina jaauu bial-ifki 'ushbatun minkum laa tahsabuuhu syarran lakum bal huwa khayrun lakum likulli imri-in minhum maa iktasaba mina al-itsmi waalladzii tawallaa kibrahu minhum lahu 'adzaabun 'azhiimun
|
[24:11]
Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar 1032. |
| |
|
lawlaa idz sami'tumuuhu zhanna almu/minuuna waalmu/minaatu bi-anfusihim khayran waqaaluu haadzaa ifkun mubiinun
|
[24:12]
Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mu'minin dan mu'minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: "Ini adalah suatu berita bohong yang nyata." |
| |
|
lawlaa jaauu 'alayhi bi-arba'ati syuhadaa-a fa-idz lam ya/tuu bialsysyuhadaa-i faulaa-ika 'inda allaahi humu alkaadzibuuna
|
[24:13]
Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang-orang yang dusta. |
| |
|
walawlaa fadhlu allaahi 'alaykum warahmatuhu fii alddunyaa waal-aakhirati lamassakum fii maa afadhtum fiihi 'adzaabun 'azhiimun
|
[24:14]
Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu. |
| |
|
idz talaqqawnahu bi-alsinatikum wataquuluuna bi-afwaahikum maa laysa lakum bihi 'ilmun watahsabuunahu hayyinan wahuwa 'inda allaahi 'azhiimun
|
[24:15]
(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar. |
| |
|
walawlaa idz sami'tumuuhu qultum maa yakuunu lanaa an natakallama bihaadzaa subhaanaka haadzaa buhtaanun 'azhiimun
|
[24:16]
Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu: "Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini, Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar." |
| |
|
ya'izhukumu allaahu an ta'uuduu limitslihi abadan in kuntum mu/miniina
|
[24:17]
Allah memperingatkan kamu agar (jangan) kembali memperbuat yang seperti itu selama-lamanya, jika kamu orang-orang yang beriman. |
| |
|
wayubayyinu allaahu lakumu al-aayaati waallaahu 'aliimun hakiimun
|
[24:18]
dan Allah menerangkan ayat-ayatNya kepada kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. |
| |
|
inna alladziina yuhibbuuna an tasyii'a alfaahisyatu fii alladziina aamanuu lahum 'adzaabun aliimun fii alddunyaa waal-aakhirati waallaahu ya'lamu wa-antum laa ta'lamuuna
|
[24:19]
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. |
| |
|
walawlaa fadhlu allaahi 'alaykum warahmatuhu wa-anna allaaha rauufun rahiimun
|
[24:20]
Dan sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua, dan Allah Maha Penyantun dan Maha Penyayang, (niscaya kamu akan ditimpa azab yang besar). |
| |