"Seorang hamba justru bisa menjadi sangat sibuk merasakan kasih sayang-Nya, saat ia menghadapi penderitaan yang berat. Dia berpikir seperti itu karena yakin bahwa itu adalah pilihan terbaik yang ditetapkan Allah kepadanya." (Ibnul Qayyim)
[26:21]
Lalu aku lari meninggalkan kamu ketika aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku memberikan kepadaku ilmu serta Dia menjadikanku salah seorang di antara rasul-rasul.
watilka ni'matun tamunnuhaa 'alayya an 'abbadta banii israa-iila
[26:22]
Budi yang kamu limpahkan kepadaku itu adalah (disebabkan) kamu telah memperbudak Bani Israil".
qaala fir'awnu wamaa rabbu al'aalamiina
[26:23]
Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?"
qaala rabbu alssamaawaati waal-ardhi wamaa baynahumaa in kuntum muuqiniina
[26:24]
Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya".
qaala liman hawlahu alaa tastami'uuna
[26:25]
Berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?"
qaala rabbukum warabbu aabaa-ikumu al-awwaliina
[26:26]
Musa berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu".