"Seorang hamba justru bisa menjadi sangat sibuk merasakan kasih sayang-Nya, saat ia menghadapi penderitaan yang berat. Dia berpikir seperti itu karena yakin bahwa itu adalah pilihan terbaik yang ditetapkan Allah kepadanya." (Ibnul Qayyim)
[37:22]
(kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan sembahan-sembahan yang selalu mereka sembah,
min duuni allaahi faihduuhum ilaashiraathi aljahiimi
[37:23]
selain Allah; maka tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
waqifuuhum innahum masuuluuna
[37:24]
Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya:
maa lakum laa tanaasaruuna
[37:25]
"Kenapa kamu tidak tolong menolong ?"
bal humu alyawma mustaslimuuna
[37:26]
Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.
wa-aqbala ba'dhuhum 'alaa ba'dhin yatasaa-aluuna
[37:27]
Sebahagian dan mereka menghadap kepada sebahagian yang lain berbantah-bantahan.
qaaluu innakum kuntum ta/tuunanaa 'ani alyamiini
[37:28]
Pengikut-pengikut mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka): "Sesungguhnya kamulah yang datang kepada kami dan kanan1277.
qaaluu bal lam takuunuu mu/miniina
[37:29]
Pemimpin-pemimpin mereka menjawab: "Sebenarnya kamulah yang tidak beriman".
wamaa kaana lanaa 'alaykum min shulthaanin bal kuntum qawman thaaghiina
[37:30]
Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.