Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Ikhlas dan tauhid adalah pohon yang ditanam di taman hati, Amal perbuatan adalah cabang-cabangnya, sedangkan buah-buahnya adalah kehidupan yang baik di dunia dan kenikmatan abadi di alam akhirat. (Ibnul-Qayyim)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Teknologi Informasi
20 September 2001 - 14:20
Ancaman Cyberwar    
oleh : Dr. Ir. Munawar Ahmad
 

Penghancuran Gedung WTC di New York & Gedung Pentagon di Washington yang menjadi symbol kekuatan ekonomi & pertahanan Amerika Serikat telah membuat malu anak-anak bangsa negeri adi kuasa tersebut. Hal itu ditambah kesedihan yang mendalam atas kematian ribuan saudara-saudaranya sebangsa.

Reaksi spontan telah bermunculan di negeri tersebut untuk menuntut balas atas tragedi ini. Presiden Bush telah mencanangkan perang terhadap teroris. Segala tindakan kekerasan akan dilakukannya bahkan bila perlu penghancuran negara yang melindungi teroris. Demikian pula halnya dengan anak bangsa negeri tersebut. Dari informasi yang diperoleh, saat ini ada ratusan hacker komputer yang sedang bersiap untuk menghancurkan situs-situs negara lain yang berhubungan dan melindungi teroris yang telah membuatnya malu & sedih.

Namun, usaha sekelompok hacker tersebut telah diketahui oleh grup hacker terkenal di Jerman yang tergabung dalam Chaos Computer Club (CCC) dan mengimbau dalam komunikenya hari Jumat 13 September 2001 yang lalu agar jaringan internet tidak dijadikan arena peperangan (cyberwar). Hendaknya jaringan internet dapat menjadi sarana pemahaman/kerjasama antarbangsa.

Pemerintah Jerman telah memperingatkan Amerika Serikat agar tidak seenaknya melakukan kekerasan dan Jerman tidak akan ikut/bergabung begitu saja. Pemerintah Jerman akan melihat dulu apa yang akan dilakukan Amerika serikat.

Di sisi lain, propaganda Presiden Bush dan sekutunya Eropa Barat untuk menghancurkan teroris telah menimbulkan reaksi balik. Yaitu, timbul antipati & solidaritas masyarakat di negara-negara lain untuk menghadapi AS dan sekutunya, khususnya di negara-negara yang pernah disakiti seperti negara-negara Timur Tengah, Eropa Timur, Asia. Padahal negara-negara ini memiliki hacker-hacker yang cerdas bahkan mungkin lebih cerdas di bandingkan hacker AS dan Eropa Barat.

Dapat dibayangkan bila para hacker itu mengarahkan serangannya ke situs-situs atau pusat-pusat komputer AS dan Eropa Barat. Misalnya diarahkan ke Senat/Kongres, Sekretriat Negara, Departemen Pertahanan & Kemanan, Kepolisian, Lembaga Inteligen (FBI, CIA), Dep. Kehakiman dll.

Selain itu, mungkin ke situs-situs bank, perusahaan-perusahan multinasional, industri, universitas, rumah sakit, lembaga-lembaga penelitian. Atau bahkan ke pusat-pusat komando/pengendali militer, telekomunikasi, penerbangan, kereta api, lalulintas jalan raya, dll. Para hacker anti AS ini dapat menghentikan komputer yang sedang bekerja, menghapus data/perintah, merubah data/perintah, mengkopi data.

Dapatlah kita bayangkan apa yang akan terjadi bila para hacker tersebut hanya merubah data atau perintah saja, merubah nama penjahat yang sedang dicari dengan nama orang lain, merubah nomor mobil hilang yang sedang dicari dengan nomor mobil orang lain, merubah sandi militer bersiap menjadi eksekusi, merubah kedudukan satelit, merubah arah/waktu perjalanan kereta api, merubah waktu/arah lampu lalulintas.

Kalau itu sampai dilakukan, maka salah tangkap, kemacetan, kecelakaan lalulintas, kereta api, penerbangan, akan terjadi. Begitu juga transaksi bisnis-ekonomi akan kacau. Peperangan bisa tak terhindarkan. Kekacauan akan terjadi di mana-mana di AS dan mungkin menimpa juga sekutusnya di Eropa Barat.

Oleh karenanya tindakan kekerasan balasan yang akan dilakukan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap teroris atau negara yang dianggap melindungi teroris, adalah merupakan tindakan yang sangat bodoh bahkan bisa disebut tindakan bunuh diri.

AS dan sekutunya mungkin tak menyadari bahwa di dalam negerinya banyak terdapat pusat aktifitas kehidupan. Antara lain pembangkit listrik tenaga nuklir (reaktor nuklir) yang dikendalikan oleh komputer yang belum terjaga dengan baik. Telah berkali-kali pusat pertahanan & bank-bank mereka di bobol oleh para hacker. Demikian pula sistem radar & komunikasi mereka yang lemah, terbukti tidak dapat dengan mudah mengalahkan Irak, meskipun Iraq diserang gabungan 21 negara disaat perang teluk.

Zaman telah berubah, teknologi informasi (TI) telah berkembang dengan pesat, ilmu informatika milik semua bangsa. Di tiap-tiap negara terdapat anak-anak bangsa yang cerdas di dalam penguasaan ilmu informatika dan mereka dapat bergerak sendiri, membalas/menyerang dari rumahnya masing-masing. Bahkan bisa dari warnet-warnet untuk melampiaskan dendam lama, atau untuk mempertahankan bangsanya.

Bagi bangsa Indonesia kini saatnya kita menyusun infrastuktur informasi yang aman agar dapat menghadapi perkembangan zaman di dalam upaya kita meningkatkan pertumbuhan ekonomi bangsa, meningkatkan kecerdasan anak bangsa serta melindungi bangsa dan rakyatnya dengan tidak dapat menghindar dari pemanfaatan teknologi informasi.

Bandung, 16 September 2001

Dr.Ir. Munawar Ahmad
Pakar Teknologi Informasi ITB Departemen Teknik Informatika ITB, Jl.Ganesa No. 10, Bandung

 
 
(Dibaca: 8500 kali | Dikirim: 3 kali | Print: 428 kali | Nilai: 0.00/0 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2014, Dudung Abdussomad Toha