Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
“Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat dengan tulus ikhlas, maka kebahagiaan dalam bergaul dengan siapapun akan terasa nikmat, karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang lain melainkan kenikmatan kita adalah melakukan sesuatu untuk orang lain. Semata karena Allah SWT.”(AA Gym)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Teknologi Informasi
30 Agustus 2001 - 07:06
Awas, Kebanyakan Main Game Bikin Otak Anak Rusak!       
sumber : detikcom
 

Anak atau keponakan anda kecanduan bermain game di komputer? Hati-hati! Alih-alih ingin mengenalkan teknologi komputer sejak dini, yang didapat malah kerusakan otak. Hal yang mengkuatirkan tersebut dinyatakan oleh Profesor Ryuta Kawashima dari Universitas Tohoku Jepang.

Seperti dikutip Strait Times, Rabu (29/8/2001), Ryuta menegaskan bahwa jika anak-anak dijejali aneka permainan komputer, maka lama-kelamaan akan terjadi kerusakan di sebagian otaknya.

Menurut Ryuta, game komputer hanya akan menstimulasi sebagian otak yang mengontrol fungsi penglihatan dan gerakan. "Bagian lain di otak yang juga punya fungsi penting tidak tersentuh sama sekali, sehingga tidak terbantu perkembangannya oleh game komputer tersebut," lanjut Ryuta.

Jika terlalu banyak bermain game, menurut hasil penelitian Ryuta, maka bagian otak depan tidak akan berkembang. Bagian otak depan merupakan fungsi vital karena mengontrol perilaku dan emosi serta mengembangkan daya ingat dan proses pembelajaran. Bahkan stimulasi aritmatika juga terletak di bagian ini.

"Hal tersebut merupakan problem yang menimpa anak-anak di generasi baru saat ini. Anak-anak pada usia belajar yang terlalu banyak bermain game dan tidak melakukan hal lain semisal membaca dan belajar aritmatika, akan memiliki perilaku yang buruk dan semakin memburuk," ujar dia. Ditambahkan pula bawah problematika tersebut merupakan implikasi serius yang meningkatkan perilaku keji dalam sebuah kehidupan sosial.

"Anaka-anak terkadang bertindak sesuatu yang seharusnya tidak dilakukan, lantaran otak bagian depannya tidak berkembang sebagaimana mestinya," papar dia. "Semakin banyak latihan dikenakan pada bagian tersebut, maka semakin mampu seorang anak mengontrol perilakunya," tambah dia.

Ryuta melakukan studi tersebut dengan memetakan aktifitas otak dari ratusan anak-anak yang lebih banyak bermain game Nintendo dibandingkan dengan ratusan anak-anak lain yang lebih banyak belajar aritmatika.

Ditemukan fakta-fakta bahwa aktifitas otak lebih terstimulasi untuk memencahkan hitungan matematis sederhana ketimbang untuk bermain game komputer.

 
 
(Dibaca: 13680 kali | Dikirim: 13 kali | Print: 294 kali | Nilai: 5.50/2 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha