| Sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas merupakan faktor penting
bagi perusahaan baik yang bergerak di bidang jasa maupun non jasa. Apalagi
dengan kondisi seperti sekarang ini, dimana persaingan bisnis yang kian menajam
menyadarkan orang bahwa pengetahuan menjadi faktor penting dalam menciptakan
keunggulan dibandingkan aset finansial/modal uang. Oleh karena itu, berbagai
bidang kegiatan di Indonesia saat ini menghadapi tuntutan untuk melaksanakan
manajemen pengetahuan agar tetap dapat bertahan da Konsep manajemen
pengetahuan ini meliputi pengelolaan sumber daya manusia (SDM) dan teknologi
informasi (TI) dalam tujuannya untuk mencapai organisasi perusahaan yang semakin
baik sehingga mampu memenangkan persaingan bisnis. Perkembangan teknologi
informasi memang memainkan peranan yang penting dalam konsep manajemen
pengetahuan. Hampir semua aktivitas kehidupan manusia akan diwarnai oleh
penguasaan teknologi informasi, sehingga jika berbicara mengenai manajemen
pengetahuan tidak lepas dari pengelolaan Dalam rangka mencapai tujuan
tersebut diperlukan adanya SDM yang memiliki Pengetahuan (Knowledge), Gagasan
(Idea), Keahlian (Skill) serta Pengalaman (Experience) untuk dapat membentuk SDM
yang superior yang menjadi aset penting bagi perusahaan. Keempat unsur tersebut
di atas merupakan modal yang tidak akan habis/hilang begitu saja. Berbeda dengan
unsur finansial yang akan habis jika tidak dikelola baik dengan menggunakan
keempat unsur tersebut. Kemauan untuk belajar, bertanya, mencoba, mengemukan
ide/ pedan menumbuhkan rasa percaya diri kita. Jadi, keempat unsur tersebut pada
dasarnya saling berhubungan satu sama lain dimana intinya adalah peningkatan
informasi. Komponen selanjutnya dalam penerapkan manajemen
pengetahuan ini adalah Teknologi Informasi. Bagi banyak perusahaan terkemuka, TI
telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dan merupakan infrastruktur yang
penting bagi perusahaan itu dalam memberikan nilai tambah atau keuntungan
kompetitif. Kebutuhan bisnis yang kian meningkat seperti tuntutan untuk
meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, mempercepat penyampaian
produk atau layanan ke pasar, dan meningkatkan layanan kepada pelanggan, telah
memb
Sebagai contoh, untuk mengelola pengetahuan dapat dimulai dari
pengelolaan dokumen perusahaan. Penerapan konsep pengelolaan dokumen secara
elektronis akan sangat membantu dalam distribusi, penelusuran, pegontrolan serta
pengarsipan dokumen yang ada di dalam suatu perusahaan. Di samping itu akan
mencegah membengkaknya biaya penyimpanan fisik dokumen, lamanya pencarian
kembali dokumen, serta duplikasi dokumen yang tidak perlu. Tentu saja untuk
pengelolaan tersebut diperlukan perangkat lunak (software) seba Masalah
pokok yang kemudian timbul dalam mengelola pengetahuan adalah perilaku. Perilaku
berkaitan dengan disiplin atau kebiasaan. Masih banyak orang yang tidak
mempraktekkan disiplin secara baik. Di tengah krisis yang melanda masyarakat
kita, sangat diperlukan adanya manajemen pengetahuan masing-masing individunya
untuk disiplin dalam semua aspek perilaku dan tindakan. Jadi, manajemen
pengetahuan mungkin dapat juga di mulai dari Self Management atau Manajemen
Diri. Memang untuk disiplin diri sendiri harus dimulai dari kesadaran diri
tiap manusia. Jika setiap orang dapat mengatur dengan baik manajemen diri itu
maka lama-lama kesadaran disiplin itu sendiri akan tumbuh dan membudaya.
Kesadaran masyarakat akan pentingnya kehidupan yang efektif dan efisien dapat
dilakukan mulai dari hal-hal kecil, seperti budaya antri serta mematuhi
rambu-rambu lalu lintas, menghemat pemakaian peralatan kantotr, termasuk juga
didalamnya menerapkan pemakaian kertas bekas maupun kertas bu Ringkasnya,
Inti dari Manajemen Pengetahuan adalah peningkatan informasi dan pengetahuan
organisasi secara sistematis untuk meningkatkan efektivitas perusahaan. Dengan
didukung oleh SDM yang berkualitas (Knowledge, Idea, Experience, Skill) serta
teknologi yang tepat guna ditambah dengan Budaya (Culture) yang baik, maka
peningkatan produktifitas (productivity), dan kecakapan/kemampuan (competence)
akan tercapai sehingga tercipta perusahaan yang baik yang dapat memenangkan
persaingan bisnis dalam dunia yan ------------ Penulis adalah
Konsultan TI pada PT. Grant Thornton Indonesia. (joni@grant-thornton.co.id)
|