Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
"Wahai anak manusia, setiap kali engkau meminta kepada-Ku dan mengharap dari-Ku, maka Aku akan ampunkan bagimu apa yang telah lalu dan Aku tidak peduli betapapun besar dan banyaknya dosamu. Wahai anak manusia, seandainya dosa-dosamu mencapai setinggi langit, kemudian engkau meminta ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak manusia, seandainya engkau datang kepada-Ku dengan membawa setumpuk dosa sebesar bumi, kemudian engkau berjumpa dengan-Ku tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu apapun, maka Aku akan memberikan ampunan sebesar bumi itu pula" (Hadits Qudsi Riwayat Turmudzi)
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Teknologi Informasi
21 Maret 2005 - 12:43
Mari Mengekspor via Internet    
 

Jarang, merupakan satu persoalan krusial dalam urusan ekspor barang dagangan ke luar negeri. Jarak pulalah yang membuat harga barang ekspor tersebut menjadi mahal. Nah, untuk mempersingkat jarak, kini dengan kecanggihan teknologi Anda dapat mengatasi persoalan tersebut. Melalui internet pul orang tak perlu repot lagi mengatur jadwal perjalanan, mengeluarkan uang dalam jumlah cukup besar untuk mengirim data perusahaan.

Dengan jasa ineternet para pembeli sudah menunggu apa yang dapat diberikan perusahaan Anda, baik untuk pasar dalam maupun luar negeri. Kata sepakat pun bisa dicapai hanya dalam hitungan menit.

Dulu ada mesin faksimili yang dianggap sangat berperan dalam melakukan korespondensi secara cepat. Kini ada e-export. Kata itulah yang sekarang cukup popular di kalangan pelaku bisnis yang punya basis di luar negeri. Media Internet sekali lagi sangat berperan dalam kemajuan teknologi untuk menyemarakkan dunia bisnis yang punya target pasar luar negeri.

"Sangat efektif dan efisien," ujar Fifi Kartika, Manager Ekspor PT. Yopharin Farmasiticals, yang bergerak di bidang produk kesehatan kepada Sinar Harapan belum lama ini. Paling tidak itu yang dapat dirasakan oleh perusahaan ini selama setahun belakangan. Sebenarnya mereka telah memiliki situs internet sejak tiga tahun lalu, hanya saja penggunaannya belum terlalu maksimal. Saat itu, situs hanya digunakan jajaran direksi untuk tujuan ekspor.

Baru kemudian pemakaian intensif dilakukan dalam setahun belakangan ini, dan manfaat yang dirasakan ternyata juga besar. "Buyers kita bertambah, jumlah permintaan barang juga meningkat. Dan yang penting sangat efisien,"jelas Fifi lagi. Buktinya, pada awal penggunaan media ini sebagai saluran bisnis, satu negara hanya berani membeli sekitar 1000 pieces sabun. Kemudian permintaan meningkat hingga mencapai dua kalinya.

"Seperti Amerika, sekarang mereka sudah meminta sekitar 20.000 pieces batang sabun, yang pada awalnya hanya 5000 pieces saja. Kita hanya rajin kontak ke mereka lewat e-mail, dan selama ini tanggapan mereka baik," jelas Fifi. Sudah ada sejumlah pembeli dari empat negara yang menggunakan jasa Internet seperti ini sebagai ajang transaksi bisnis yakni Malaysia, Singapura, Papua Niugini, dan AS.

Belum punya homepage? Lain lagi yang dialami oleh PT. Mas Hijau Plantation, perusahaan yang bergerak di bidang vanilla beans grower dan eksportir yang telah menjual vanila ke berbagai negara sejak tahun 1987, belum memiliki home page sendiri. Tapi mereka sudah menggunakan teknologi Internet untuk membuka peluang ekspor mereka.

"Kami berlangganan beberapa website yang menyediakan informasi buyer dan seller di internet, seperti worlbid. com, global source, tradeout. com. Dengan sangat aktif kami melihat dan melakukan browsing ke situs-situs tersebut," jelas sumber di Mas Hijau Plantation. Hasilnya, sampai saat ini mereka berhasil menjual 10 ton biji vanila setiap bulannya.

Akibat keuntungan yang dapat dirasakan oleh perusahaan, akhirnya PT. Yopharin Farmasiticals memutuskan untuk melakukan disain ulang untuk home page mereka. Biaya yang dikeluarkan untuk ini tidak terlalu besar, sekitar Rp100 juta. "Itu hanya untuk disain saja. Mengenai materi dari web site, kita isi sendiri, mereka hanya mendisain," jelas Fifi lagi.

Sampai saat ini penggunaan media internet seperti ini pun dirasa Fifi belum maksimal. Masih terbatas pada korespondensi, dan transfer uang. Menurutnya, penggunaan e-export dapat lebih dimaksimalkan. "Kita bisa mengiklankan di home page kita sendiri, kita bisa joint dengan perusahaan lain, misalnya dengan Alibaba. com," tutur Fifi.

Tapi setiap teknologi baru pasti disertai kendala. Namun kendala dalam teknologi dengan media seperti ini tidak terlalu besar. "Kalau buyersnya jarang-jarang buka internet, apalagi e-mail. Wah, kita bisa kesulitan mengontak mereka, dan akhirnya responnya jadi lama," ujar Fifi. Kesulitan lain adalah masalah teknis, yakni kelambatan server yang dimiliki perusahaan.

Kegunaan e-export lainnya adalah perusahaan tidak perlu lagi meriset berlembar-lembar halaman majalah atau koran untuk mengetahui perusahaan yang akan mereka tuju. Paling tidak data mengenai perusahaan kita sendiri maupun perusahaan orang lain akan terpampang pada halaman muka web site, yang tujuannya dapat diakses. Semakin banyak orang tahu tentang perusahaan kita, semakin banyak uang akan mengalir.

 
 
(Dibaca: 8811 kali | Dikirim: 0 kali | Print: 390 kali | Nilai: 0.00/0 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha