| Jarang, merupakan satu persoalan krusial dalam urusan ekspor
barang dagangan ke luar negeri. Jarak pulalah yang membuat harga
barang ekspor tersebut menjadi mahal. Nah, untuk mempersingkat jarak,
kini dengan kecanggihan teknologi Anda dapat mengatasi persoalan
tersebut. Melalui internet pul orang tak perlu repot lagi mengatur
jadwal perjalanan, mengeluarkan uang dalam jumlah cukup besar untuk
mengirim data perusahaan. Dengan jasa ineternet para pembeli sudah
menunggu apa yang dapat diberikan perusahaan Anda, baik untuk pasar dalam
maupun luar negeri. Kata sepakat pun bisa dicapai hanya dalam hitungan
menit. Dulu ada mesin faksimili yang dianggap sangat berperan
dalam melakukan korespondensi secara cepat. Kini ada e-export. Kata
itulah yang sekarang cukup popular di kalangan pelaku bisnis yang
punya basis di luar negeri. Media Internet sekali lagi sangat
berperan dalam kemajuan teknologi untuk menyemarakkan dunia bisnis yang
punya target pasar luar negeri. "Sangat efektif dan efisien," ujar
Fifi Kartika, Manager Ekspor PT. Yopharin Farmasiticals, yang bergerak di
bidang produk kesehatan kepada Sinar Harapan belum lama ini. Paling tidak itu
yang dapat dirasakan oleh perusahaan ini selama setahun belakangan.
Sebenarnya mereka telah memiliki situs internet sejak tiga tahun lalu,
hanya saja penggunaannya belum terlalu maksimal. Saat itu, situs
hanya digunakan jajaran direksi untuk tujuan ekspor. Baru kemudian
pemakaian intensif dilakukan dalam setahun belakangan ini, dan manfaat yang
dirasakan ternyata juga besar. "Buyers kita bertambah, jumlah permintaan
barang juga meningkat. Dan yang penting sangat efisien,"jelas Fifi lagi.
Buktinya, pada awal penggunaan media ini sebagai saluran bisnis, satu negara
hanya berani membeli sekitar 1000 pieces sabun. Kemudian permintaan meningkat
hingga mencapai dua kalinya. "Seperti Amerika, sekarang mereka sudah
meminta sekitar 20.000 pieces batang sabun, yang pada awalnya hanya 5000
pieces saja. Kita hanya rajin kontak ke mereka lewat e-mail, dan selama ini
tanggapan mereka baik," jelas Fifi. Sudah ada sejumlah pembeli dari empat
negara yang menggunakan jasa Internet seperti ini sebagai ajang transaksi
bisnis yakni Malaysia, Singapura, Papua Niugini, dan AS. Belum punya
homepage? Lain lagi yang dialami oleh PT. Mas Hijau Plantation, perusahaan
yang bergerak di bidang vanilla beans grower dan eksportir yang
telah menjual vanila ke berbagai negara sejak tahun 1987, belum
memiliki home page sendiri. Tapi mereka sudah menggunakan teknologi
Internet untuk membuka peluang ekspor mereka. "Kami berlangganan
beberapa website yang menyediakan informasi buyer dan seller di internet,
seperti worlbid. com, global source, tradeout. com. Dengan sangat aktif kami
melihat dan melakukan browsing ke situs-situs tersebut," jelas sumber di Mas
Hijau Plantation. Hasilnya, sampai saat ini mereka berhasil menjual 10
ton biji vanila setiap bulannya. Akibat keuntungan yang dapat
dirasakan oleh perusahaan, akhirnya PT. Yopharin Farmasiticals memutuskan
untuk melakukan disain ulang untuk home page mereka. Biaya yang dikeluarkan
untuk ini tidak terlalu besar, sekitar Rp100 juta. "Itu hanya untuk disain
saja. Mengenai materi dari web site, kita isi sendiri, mereka hanya
mendisain," jelas Fifi lagi. Sampai saat ini penggunaan media internet
seperti ini pun dirasa Fifi belum maksimal. Masih terbatas pada
korespondensi, dan transfer uang. Menurutnya, penggunaan e-export dapat lebih
dimaksimalkan. "Kita bisa mengiklankan di home page kita sendiri, kita bisa
joint dengan perusahaan lain, misalnya dengan Alibaba. com," tutur
Fifi. Tapi setiap teknologi baru pasti disertai kendala. Namun
kendala dalam teknologi dengan media seperti ini tidak terlalu besar.
"Kalau buyersnya jarang-jarang buka internet, apalagi e-mail. Wah, kita
bisa kesulitan mengontak mereka, dan akhirnya responnya jadi lama,"
ujar Fifi. Kesulitan lain adalah masalah teknis, yakni kelambatan
server yang dimiliki perusahaan. Kegunaan e-export lainnya adalah
perusahaan tidak perlu lagi meriset berlembar-lembar halaman majalah atau
koran untuk mengetahui perusahaan yang akan mereka tuju. Paling tidak data
mengenai perusahaan kita sendiri maupun perusahaan orang lain akan
terpampang pada halaman muka web site, yang tujuannya dapat diakses.
Semakin banyak orang tahu tentang perusahaan kita, semakin banyak uang
akan mengalir.
|