Home   • Profil   • Hubungi   • Testimonial   • RSS
Sahabat adalah dorongan ketika engkau hampir berhenti, petunjuk jalan ketika engkau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika engkau berduka, memapahmu saat engkau hampir tergelincir dan mengalungkan butir-butir mutiara doa pada dadamu...Ikhwan and akhwat...moga hati kita dipertautkan karena-Nya
»
Photo Kebesaran Alloh SWT
»
Mesjid Penuh Mukjizat
»
Bila Aku Jatuh Cinta
»
Dikala Ragu Akan dirinya
»
Proposal Nikah
»
Doa Harian Ramadhan
 
 
Pencarian  
 
 
Teknologi Informasi
26 Juli 2001 - 10:16
Standard IP versi 4.0 dinilai tidak aman    
 

Standard Internet Protocol versi 4.0 yang dominan digunakan bagi pembangunan jaringan di seluruh dunia dinilai tidak aman. Pakar keamanan jaringan Budi Rahardjo mengatakan IP merupakan standard komunikasi antarkomputer yang disepakati bersama dan ditetapkan Internet Engineering Task Force atau IETF.

IETF yang bertugas membuat berbagai standard Internet secara internasional, kata dia, hanya menentukan standard sedangkan implementasi ditentukan oleh masing-masing pengguna jaringan.

"IP versi 4.0 merupakan warisan lama yang sudah dijadikan standard bagi jaringan komputer sejak sekitar tahun 1980-an," ujarnya kepada Bisnis kemarin.

Budi menegaskan bahwa standard yang kini paling banyak digunakan tersebut sebenarnya kurang aman.

Sebab, kata dia, IP pada awalnya dibangun oleh komunitas kampus yang menempatkan masalah keamanan pada prioritas bawah.

"Di perguruan tinggi, yang dipentingkan justru saling percaya. Berbagi password merupakan hal biasa antara dosen dan mahasiswa."

Budi mengatakan IETF telah mengeluarkan IP versi 6.0 yang lebih aman namun hingga kini belum banyak yang menggunakan.

"Di beberapa tempat sudah ada yang menggunakan IP versi 6.0 tetapi dalam tahap eksperimen. Di Indonesia versi 6.0 juga belum popular."

Masalahnya, kata dia, IP versi 4.0 sudah terlanjur popular, sementara belum banyak produk jaringan yang kompetibel dengan IP versi 6.0.

Budi memaparkan IP versi 6.0 lebih aman karena bisa memberikan alamat bagi semua jenis perangkat karena jumlah bit-nya lebih banyak.

Budi yang juga ketua Indonesia Computer Emergency Responsive itu menganalogikan standard IP seperti halnya standard pengiriman surat konvensional.

"Contohnya, kalau kirim kartu pos standardnya berupa kelengkapan alamat tujuan, pengirim, dan isinya bisa dibaca oleh siapapun. Kalau ingin lebih aman, gunakan surat tertutup. Tetapi tetap harus ada alamat tujuan dan pengirim. Tanpa itu, Pak Pos bingung."

IP versi 6.0, kata Budi, bisa dianalogikan sebagai sistem surat menyurat yang dapat menyembunyikan alamat pengirim dan penerima tanpa membuat Pak Pos bingung.

Interupsi akses

Budi mengatakan setidaknya ada empat tipe serangan yang mengancam keamanan jaringan Internet yaitu penghentian layanan (interruption), penyadapan (interception), mengubah informasi (modification), dan mengirim informasi palsu (fabrication).

Menurut dia, serangan yang paling banyak menimpa situs web di Indonesia adalah interupsi akses melalui serangan deniel of service.

Interupsi akses, kata dia, merupakan serangan yang membuat koneksi jaringan tidak berjalan normal. Serangan ini, kata dia, dapat dilakukan dengan mengirimkan beban dalam jumlah besar yang menghabiskan jatah bandwidth yang dimiliki korban.

 
 
(Dibaca: 8662 kali | Dikirim: 0 kali | Print: 250 kali | Nilai: 0.00/0 votes )
 

Baca juga :
 
  Network : dijual.net | tempatpromosi.com | cyberdakwah.net
Copyright © 2001 - 2017, Dudung Abdussomad Toha